Mewah & Variatif, Inilah Line-Up Paris Saint-Germain 2017/18

PSG terus bersolek menyusul kedatangan Neymar dan Mbappe. Seperti apa formasi terbaik Les Parisiens?


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter


Apa yang menyebabkan Paris Saint-Germain rela belanja gila-gilaan di bursa transfer musim panas ini?

Jawaban mudahnya, tentu saja berkat dukungan finansial nyaris tak terbatas dari sang pemilik klub, Qatar Sports Investment. Neymar dengan mudahnya ditebus €222 juta dari Barcelona dan menjadi pemain termahal sejagat. Sementara Kylian Mbappe bakal dipermanenkan senilai €180 juta tahun depan, cara yang ditempuh PSG untuk mengakali Financial Fair Play.

Dua kepindahan raksasa PSG ini berpotensi mengubah tatanan transfer sepakbola di masa mendatang karena sudah pasti akan memicu inflasi harga pemain. Bahkan efeknya sudah terasa di musim panas ini ketika Ousmane Dembele direkrut Barcelona senilai €145 juta dari Borussia Dortmund. Fans sepakbola kini harus mulai terbiasa melihat seorang pemain berbanderol ratusan juta euro.

SIMAK JUGA: Neymar Tandai Era Baru Ligue 1

Namun terlepas dari faktor uang tersebut, apa yang dilakukan PSG tersebut merupakan sebuah langkah ekstrem untuk mewujudkan proyek ambisius klub, yakni menjadi klub nomor satu di Eropa dan dunia. Setelah menjadi referensi dunia sepakbola dalam hal kekuatan finansial, kini PSG mencoba membangun tim yang punya kekuatan untuk menjuarai semua gelar.

Ditambah dengan kegagalan menjuarai Ligue 1 Prancis di musim lalu dan juga tersingkir secara menyakitkan di babak 16 besar Liga Champions dari Barcelona, maka presiden PSG Naser Al Khelaifi bertekad untuk tidak kecolongan lagi di musim ini.

Formasi PSG

Les Parisiens sebetulnya sudah memiliki tim bagus. Edinson Cavani, Angel Di Maria, Marco Verratti, Marquinhos, hingga Thiago Silva semuanya adalah pemain top yang tidak perlu diragukan kualitasnya. Belum lagi dengan pemain yang sebetulnya tidak layak disebut sebagai pemain lapis kedua seperti Julian Draxler, Javier Pastore, Lucas Moura.

PSG juga tidak terlalu pusing dengan regenerasi di klub. Selain Mbappe (18 tahun), mereka masih memiliki Presnel Kimpembe (22), Giovani Lo Celso (21), hingga Christopher Nkunku (19). Ini semua menjadi kemewahan tersendiri bagi pelatih Unai Emery, yang kini bisa menurunkan varian formasi yang terlihat menyeramkan.  

PSG sebelumnya tidak memiliki seorang megabintang layaknya tim-tim elite Eropa lain. Dengan mengesampingkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo yang sudah menginjak usia 30 tahun, Neymar pun dipilih untuk menyandang status itu. Seakan belum puas, Mbappe dipersiapkan sebagai calon superstar di masa depan.

Jika tiada aral melintang, transfer sensasional ini akan menandai eranya PSG, baik itu di Prancis maupun di Eropa, selama satu dekade ke depan.