Laga Sepakbola Kembali Menelan Korban, Keamanan Stadion Jadi Sorotan Menpora

Keamanan stadion jadi salah satu perhatian penting pada event Asian Games 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi turut prihatin dengan insiden tewasnya salah seorang suporter pada laga internasional FIFA antara timnas Indonesia dan Fiji, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (2/9).

Pada laga yang berakhir imbang tanpa gol tersebut, salah seorang suporter bernama Catur Juliantono harus tewas karena terkena petasan nyasar yang melesat dari tribun selatan ke tribun timur. Pelaku pun kini sudah ditangkap.

SIMAK JUGA – Milla Sedih Atas Kepergian Catur

Imam berharap PSSI selaku federasi bisa belajar dari kejadian ini. Keamanan dalam stadion pun jadi perhatian penting untuk Indonesia yang pada 2018 nanti akan menggelar event akbar, Asian Games, pada Agustus mendatang.

“Tentu kita berdoa almarhum khusnul khotimah dan ini peringatan penting bagi kita semua, khususnya PSSI bahwa kita harus betul-betul teliti, rapi, tertib dan ke depan tidak boleh ada lagi peralatan-peralatan yang tidak berkaitan dengan pertandingan kemudian masuk ke dalam stadion,” beber Imam di Kemenpora, Senin (4/9).

“Tentu saya kira INASGOC (panitia Asian Games) akan menyiapkan sedini mungkin, di mana sistem keamanan menjadi hal yang penting. Jadi, semua nantinya harus berbasis IT, termasuk pemeriksaan tas-tas yang dibawa nantinya juga harus diperhatikan dan harus ada loker khusus,” urai pria asal Jawa Timur itu.

SIMAK JUGA – Penghormatan Irfan Untuk Fansnya Yang Meninggal

Indonesia sudah mulai berbenah soal masalah fasilitas menyambut Asian Games, seperti renovasi Stadion Gelora Bung Karno. Imam mau ada kenyamanan untuk seluruh suporter yang nantinya menghadiri pertandingan Asian Games.

“Sesampainya di dalam stadion itu penonton sudah duduk nyaman dengan nomor duduknya dan bagi siapa pun yang terlihat mencurigakan harus langsung ditindak. Security system ini adalah penting sekali untuk diterapkan di Asian Games nanti.”