Wayne Rooney, Legenda Inggris Tanggung

Berstatus sebagai topskor sepanjang masa Inggris memang luar biasa, tapi Wazza akan lebih dikenang karena sejumlah kegagalannya.


OLEH  TOM MASTON       PENYUSUN  SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter


Tidak bisa dimungkiri, Wayne Rooney adalah legenda sepakbola Inggris. Sebagai topskor sepanjang masa di timnas Inggris dan juga di klub tersukses Inggris, Rooney seharusnya pantas disejajarkan dengan Sir Bobby Charlton sebagai pemain terhebat yang pernah dimiliki The Three Lions.

Namun, ketika Rooney memutuskan untuk mengakhiri masa baktinya bersama Inggris pada Rabu (23/8) kemarin, terdapat kesan bahwa ia tidak pernah mencapai sesuatu seperti yang dijanjikannya saat ia muncul ke panggung dunia sepakbola sebagai wonderkid di Euro 2004.

Benar bahwa Rooney telah melewati rekor gol Charlton dengan cukup mudah, namun fakta bahwa ia hanya mampu mencetak tujuh gol di turnamen mayor sudah cukup untuk menceritakan kegagalannya di level internasional. Jika Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi berhasil memimpin timnasnya ke final dan bahkan juara, Rooney tidak bisa menjadi katalis serupa di Inggris. Selalu mentok di perempat-final.

Mengharapkan Rooney bertindak seperti Charlton — dengan mampu membawa Inggris menjadi juara dunia atau Eropa — barangkali merupakan tugas yang kelewat berat baginya, bahkan ketika Golden Generation macam David Beckham, Steven Gerrard, Frank Lampard, Rio Ferdinand, dan John Terry masih dalam masa edar.

Gol ke-53 Rooney alias gol pamungkasnya di timnas hadir saat Inggris takluk secara memalukan dari Islandia di babak 16 besar Euro 2016. Jika ada satu laga yang merangkum seluruh karier Rooney di level internasional, itulah laga yang dimaksud. Ya, Rooney akan terus dihubungkan dengan aib tersebut.

Kendati demikian, menyalahkan Rooney sepenuhnya tentu terasa berlebihan. Sejumlah manajer datang dan pergi silih berganti, namun di putaran final turnamen selalu gagal memberikan garansi kesuksesan seperti di babak kualifikasi. Mereka membuat seleksi pemain yang membingungkan dan melakukan perubahan taktik yang tidak diperlukan, atau malah melakukan keduanya!

SIMAK JUGA: Rooney Pensiun Dari Timnas Inggris

Di saat bersamaan, sulit bagi publik Inggris untuk tidak menaruh harapan di pundak Rooney. Sebagai salah satu pemain Inggris paling bertalenta, Rooney seharusnya bisa memberikan sesuatu yang lebih signifikan bagi timnasnya, meski titel juara memang sulit dijangkau jika melihat kualitas skuat Inggris secara keseluruhan.

Rooney sebelumnya mengaku ingin pensiun selepas mentas Piala Dunia 2018 dan target itu terlihat masuk akal ketika ia memilih meninggalkan Manchester United dan pulang ke klub masa kecilnya, Everton. Namun setelah Gareth Southgate mengabaikannya pada paruh kedua musim 2016/17, Rooney tampak sudah kehabisan gairah untuk berangkat ke Rusia.

Southgate sebetulnya sudah menawarinya untuk kembali ke timnas pada jeda internasional September ini, namun keputusan Rooney sudah bulat. Pasalnya, ini adalah keputusan yang bisa memberikan keuntungan bagi Rooney sebagai pemain, bagi Everton, dan juga bagi sepakbola Inggris secara umum.

GFXID Rooney Inggris

Manfaat itu setidaknya sudah terasa di awal musim ini. Rooney langsung tampil produktif, dengan sudah mengemas dua gol di dua laga pembuka Liga Primer. Dengan waktu istirahat yang lebih banyak karena sudah tak lagi membela Inggris, Rooney bakal lebih fit untuk menjadi sosok vital bagi Everton, yang tengah memulai proyek ambisius untuk menembus papan atas Liga Primer.

Sementara bagi Inggris, mereka kini bisa berkonsentrasi lolos dari babak kualifikasi lalu diharapkan bisa menunjukkan sinarnya di Rusia tanpa terbebani untuk memberikan perpisahan bagi Rooney. Mereka akan membangun sebuah tim baru, dengan manajer baru dalam diri Southgate dan kapten baru, yang bisa diemban Jordan Henderson, Gary Cahill, atau Harry Kane. Saatnya telah tiba bagi generasi baru Inggris untuk mengambil tongkat estafet dari Rooney.

Rooney kini bisa fokus dengan kariernya di level klub, memandu Everton untuk menjadi salah satu tim elite di Inggris. Di usia 31 tahun, Rooney masih punya banyak waktu untuk menghapus karier tanggungnya di timnas dengan cara memberikan kontribusi sebesar mungkin bagi klub yang dicintainya.