Soal Tendangan Salto, Samsul Arif Belajar Dari Widodo Cahyono Putro

Di sisi lain, Samsul juga mengakui performa Persela masih belum konsisten.


LIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   LAMONGAN    


Sebelum tertunduk 2-1 oleh Madura United di awal putaran kedua kompetisi Liga 1, Persela Lamongan sempat tampil apik kala menjamu Barito Putera di Stadion Surajaya, 28 Juli 2017. Kemenangan 3-2, dan mengantar Samsul Arif didapuk sebagai pemain terbaik Indonesia peKan ke-17 oleh para pembaca Goal Indonesia.

Pada saat itu, Samsul yang mencetak gol kedua bagi keunggulan Persela pada menit ke-31, berhasil mencetak gol indah melalui tendangan salto memanfaatkan bola rebound di daerah pertahanan Barito Putera.

“Bersyukur, mereka bisa pilih saya. Tapi selebihnya kan semua hasil kerja keras seluruh teman-teman di lapangan. Saya rasa yang terbaik adalah timnya, bukan saya,” ujar Samsul, kepada Goal Indonesia.

Mantan penyerang Arema dan Persib Bandung ini juga menuturkan, dirinya juga tidak mempunyai firasat apapun sebelum mencetak gol itu. Meski Samsul mengatakan, dirinya memang sering mengasah kemampuan salto pada saat latihan.

“Kalau firasat (sebelum pertandingan) nggak ada. Hanya striker itu kan harus pandai dalam memanfaatkan peluang, saya hanya refleks, saya juga biasa lakukan itu saat latihan dan Alhamdulillah bisa muncul di pertandingan,” jelasnya.

SIMAK JUGA: Jose Coelho Ungkap Faktor Performanya Meningkat Bersama Persela 

“Kalau di latihan itu kan cuma (umpan) crossing dan saya salto. Tapi kemarin itu bolanya kan rebound, jadi saya refleks saja,” tambah Samsul.

SIMAK JUGA: Ivan Carlos Bikin Pelatih Persela Kecewa

Meski mengaku banyak melakukan salto saat latihan, striker berusia 32 tahun itu tidak menutupi bila dirinya juga banyak belajar akan kemampuan tendangan salto dari Widodo Cahyono Putro, mantan penyerang timnas Indonesia yang kini menjadi pelatih Bali United.

“Saya juga banyak belajar dari Mas Wid soal itu, saat dia melatih Persela sebelum saya hijrah ke Arema, awal saya gabung Persela tahun 2010. Guru saya kan beliau,” ucap Samsul, tanpa malu-malu.

Hanya saja, keceriaan Samsul dan Persela di pekan ke-17 tidak berlanjut pada pekan selanjutnya. Di mana tim Laskar Joko Tingkir harus mengakui keunggulan tuan rumah Madura United dengan skor tipis 2-1, akibat kelengahan dalam mengantisipasi tendangan bebas di menit akhir jelang pertandingan usai.

“Penampilan Persela di putaran pertama memang sudah lumayan, tapi kami belum konsisten. Kadang tampil baik, kadang biasa, kadang super, kadang jelek juga. Tapi saya kira itu faktor dinamika kompetisi. Dan memang kemarin (lawan Madura United), kami memang kurang konsentrasi di menit akhir. Mudah-mudahan, ke depan itu bisa diperbaiki,” jelasnya.(gk-43)