Sensasi Transfer Everton: Siap Dobrak Kemapanan The Big Six?

Rekor transfer klub yang pecah tiga kali hingga romantisisme dengan Wayne Rooney. Everton tampak siap mengusik papan atas Liga Primer Inggris.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter


Di tengah riuhnya bursa transfer musim panas ini, Everton membuat situasi tersebut makin gaduh lewat transaksi besar-besaran yang mereka lakukan. Ya, belanja pemain Everton rupanya sudah bukan di level puluhan juta poundsterling seperti tahun-tahun yang lalu, melainkan mencapai ratusan juta poundsterling layaknya klub-klub elite Eropa.

Kedatangan Gylfi Sigurdsson ke Goodison Park dengan rekor transfer klub £45 juta, Rabu (16/8), kembali menegaskan bahwa inflasi harga pemain di Liga Primer Inggris sudah berada dalam level yang membuat orang geleng-geleng kepala. Komersialisasi EPL, terutama melalui hak siar televisi, menjadi tersangkanya. Mendengar kabar bahwa sebuah tim semenjana EPL telah memecahkan rekor transfer klub kini tak lagi mengejutkan.

Faktanya, Everton sudah tiga kali membuat rekor pembelian termahal di musim panas ini. Sebelum Sigurdsson, Everton sudah lebih dulu memecahkan rekor transfer klub dengan memboyong kiper Jordan Pickford dan bek sentral Michael Keane, yang masing-masing bisa menembus £30 juta jika turut menghitung bonus. Menurut laman Transfermarkt, banderol Sigurdsson, Pickford, dan Keane sekitar dua kali lebih mahal dari market value mereka.

GFXID Everton Transfer Musim Panas 2017

Total, Everton telah menghamburkan uang £131 juta (sekitar Rp 2,25 triliun), pengeluaran terbesar ketiga di Inggris setelah Manchester City dan Manchester United. Everton sebetulnya bisa meraup pemasukan yang lebih besar berkat penjualan Romelu Lukaku, Gerard Deulofeu, Tom Cleverley, dan segera menyusul Ross Barkley, James McCarthy, Joel Robles, dan Oumar Niasse.

Pada akhirnya, apa yang dilakukan Everton ini bukan sebatas unjuk kekuatan finansial di bursa transfer. Ini adalah tentang bagaimana The Toffees menyatakan ambisi mereka untuk menembus papan atas Liga Primer. Manajer Ronald Koeman tidak bisa tidak menjadi poros dari proyek besar ini.

“Kami ingin melanjutkan pekerjaan kami di musim lalu. Setiap tim mencoba merekrut pemain terbaik. The Big Six telah membelanjakan uang mereka. Kami pun demikian dan ini adalah sinyal yang bagus kepada semua pihak bahwa kami siap berkompetisi dengan mereka,” ujar Koeman seperti dikutip The Guardian.

SIMAK JUGA: Everton Belum Ingin Berhenti Belanja

Everton mungkin tidak akan langsung mendobrak empat besar di musim ini kendati hal itu tidak mustahil. Namun harus diakui jika target menuju ke sana memang terlihat menjanjikan mengingat para rekrutan baru ini kebanyakan berusia muda, penuh talenta, dan bisa menjadi investasi jangka panjang.

Pickford, misalnya, masih berusia 23 tahun. Meski diboyong dari Sunderland yang terdegradasi, kiper Inggris termahal ini dianggap memiliki bakat besar dan berpotensi menjadi bintang jika terus dipoles. Hal sama berlaku untuk Keane (24), Davy Klaassen (24), Sandro Ramirez (22), hingga Henry Onyekuru (20), penyerang Nigeria yang langsung dipinjamkan ke Anderlecht karena izin kerjanya di Inggris baru keluar tahun depan.

Sayang, strategi transfer ini sedikit tertutupi oleh euforia Wayne Rooney yang pulang kampung setelah sukses merantau di Manchester United selama 13 tahun. Kepulangan Rooney, yang kini sudah berusia 31 tahun, memang menghadirkan romantisisme. Namun yang pasti Koeman tidak akan bersikap romantis kepada Rooney dalam hal menentukan Starting XI. Tanyakan hal ini pada Barkley, gelandang berbakat Inggris yang kini menjadi bulan-bulanan Koeman.

2017-07-11 Rooney koeman Everton

Rooney barangkali akan dijadikan sebagai simbol agar Everton memiliki daya pikat — minimal seperti tetangga sebelah Liverpool — sekaligus menghadirkan fear factor bagi tim lawan. Ia juga akan menjadi satu dari sekian banyak sosok vokal di ruang ganti seperti Phil Jagielka, Leighton Baines, Klaassen, yang akan membuat masalah kepemimpinan di Everton tidak jadi soal.

Namun Rooney sudah pasti tidak mau hanya dijadikan simbol. Ia ingin berpartisipasi dan berkontribusi penuh dalam proyek ini, demi klub yang dicintainya. Gol tunggal Wazza ke gawang Stoke City di partai pembuka EPL 2017/18 menjadi bukti bahwa dirinya belum habis dan siap diandalkan.

Berbicara soal gol, Koeman tentu mafhum bahwa ia masih harus menutup lubang yang ditinggalkan Lukaku. Penyerang Belgia itu adalah mesin gol klub, dengan mampu mengemas 20-an gol dalam tiga musim terakhir di Everton. Koeman pun membenarkan bahwa pihaknya mengincar pengganti Lukaku di jendela transfer ini untuk menjamin lancarnya gol di tiap partai.

“Semua orang tahu kami kehilangan Romelu Lukaku. Kami sudah mendatangkan Wayne Rooney, Sandro Ramirez dan kini Gylfi. Mungkin mereka bisa mencetak gol yang lebih banyak ketimbang musim lalu, namun kami tetap butuh striker yang bisa bermain di No.9. Ketika bermain di Eropa dan EPL, Anda tidak bisa jika hanya memiliki satu atau dua striker,” kata Koeman.

GFXID Everton XI 2017/18

Upaya penguatan Everton ini ternyata bukan cuma fokus di tim utama. Tim junior mereka juga mendapat suntikan dana £10 juta untuk merekrut sejumlah youngster berbakat yang diharapkan bisa dipanen hasilnya di masa mendatang. Selain itu, rencana stadion baru di Bramley Moore Dock juga bakal menambah antusiasme fans.

Nuansa positif saat ini jelas terasa di kubu Merseyside Biru, namun sebuah pertanyaan mengganjal: apakah investasi besar-besaran ini akan membuat Everton naik derajat sebagai tim elite atau hanya sekadar untuk mempertahankan peringkat ketujuh di akhir musim?

Jawabannya mungkin terhampar tak lama lagi. Pasalnya dalam lima laga pembuka EPL, Everton akan langsung berjumpa dengan Manchester City, Chelsea, Tottenham Hotspur, dan Manchester United.