Sebutan Wembley Angker Tak Berlaku Untuk Mauricio Pochettino

Setelah gol telat Burnley membuyarkan kemenangan Spurs di Wembley, Pochettino memilih untuk tetap kalem.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter


Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengaku tidak percaya dengan kutukan Wembley setelah timnya lagi-lagi gagal mencatatkan kemenangan di kandang temporer mereka itu.

Setelah pekan lalu takluk 2-1 dari juara bertahan Chelsea di Wembley, Tottenham pada Minggu (27/8) malam WIB kembali meraih hasil tak memuaskan di tempat yang sama dengan hanya bermain imbang 1-1 kontra Burnley. Yang lebih mengecewakan, Spurs terpaksa kebobolan gol Chris Wood di menit-menit akhir untuk membatalkan keunggulan mereka melalui Dele Alli.

Hasil itu memastikan keangkeran Wembley terus berlanjut di mana Tottenham hanya sekali menang dalam 11 partai terakhir di stadion nasional timnas Inggris itu, tujuh di antaranya berakhir kekalahan. Meski demikian, Pochettino tidak merasa kutukan Wembley itu ada kaitannya dengan performa Spurs.

SIMAK JUGA: Laporan Pertandingan: Tottenham 1-1 Burnley

“Tak ada hubungannya sama sekali. Orang-orang harus berhenti memikirkan hal semacam itu. Kami punya tanggung jawab untuk bermain baik dan masalahnya bukan terletak pada Wembley,” kata Pochettino seusai laga.

“Kami harus menjadikan Wembley seperti kandang kami. Tapi jika Anda masih ingat, musim pertama saya di White Hart Lane juga menghadirkan kesulitan seperti ini sebelum akhirnya menjadi tempat yang nyaman” terangnya.

Alih-alih menyalahkan Wembley, Pochettino menilai buruknya konsentrasi para pemain Tottenham-lah yang membuat mereka kembali gagal menang. Namun, ia percaya timnya akan tetap bersaing memperebutkan titel Liga Primer Inggris musim ini.

“Kami harus bisa menemukan keseimbangan bermain. Dalam beberapa momen di laga ini, kami tidak berkonsentrasi penuh dan hal ini harus kami bayar mahal. Kami juga seharusnya bisa mencetak gol kedua untuk membunuh pertandingan. Kami juga harus memperbaiki mental kami,” jelasnya.

Selain kutukan Wembley, Tottenham juga diganggu oleh kutukan lain, yakni paceklik gol Harry Kane di bulan Agustus. Striker internasional Inggris itu di sepanjang kariernya belum pernah mencetak gol bagi Spurs di bulan Agustus dan tren buruk itu kembali berlanjut di musim ini.

Pochettino mengaku tidak terlalu khawatir dengan situasi Kane ini. “Dia adalah pemain yang selalu bekerja keras. Dia sudah menunjukkan komitmennya. Hal ini tentu disayangkan. Seorang striker memang harus punya keberuntungan. Tapi saya yakin dia akan segera mencetak gol,” pungkasnya.