Ricky Nelson NIkmati Tekanan Di Borneo FC

Rekor kandang Borneo ternoda pada pekan 18 Liga 1 2017 dan tekanan pada tim pun makin besar.


OLEH   FARABI FIRDAUSY     Ikuti di twitter


Borneo FC masih berusaha bangkit di bahwa tampuk kepelatihan Ricky Nelson sebagai suksesor dari Dragan Djukanovic — yang didepak sebelum putaran pertama Liga 1 2017 rampung.

Pefrorma Pesut Etam tak lantas mulus, kesucian kandang mereka bahkan harus ternoda pada pekan 18 ketika menjamu Sriwijaya FC. Borneo harus kalah 1-0 dari tamunya di Stadion Segiri.

SIMAK JUGA – Debutan Belum Memuaskan, Pelatih Borneo Santai

Sebelumnya, Ponaryo Astaman dan kolega mampu menuai tujuh kemenangan pada tujuh partai kandang mereka. Ricky pun tak menampik tekanan yang datang kepadanya dan tim, namun tetap mencoba positif.

“Pastilah ini tekanan. Tekanan akan selalu ada. Tim harus mendapat tekanan supaya harus lebih baik. Pasti kami lebih berat harus berusaha bisa menang supaya bisa mengganti poin hari ini,” katanya dikutip laman resmi klub.

Penyelesaian akhir jadi sorotan pelatih yang pernah membawa Borneo II itu ke final Piala Presiden 2017 lalu. Ia enggan menanggapi berlebih kritik orang-orang terkait penampilan duo anyar, Dinan Javier dan Jefri Kurniawan.

SIMAK JUGA – Borneo Terpukul Rekor Kandang Harus Ternoda

“Segala sesuatu dalam sepakbola harus mencoba. Saya pikir sah-sah aja. Babak pertama kami ada peluang. Tapi serangan balik lawan berbahaya dan menjadi gol,” ungkapnya.

“Kami tidak bisa mencetak gol dan ini problem. Kami akan evaluasi ini dan terus tingkatkan finishing. Kami berharap problem ini terselesaikan dan berjalan baik di laba selanjutnya.”