PROFIL – Satria Tama: Posisi Kiper Lebih Laki-Laki

Satria langsung jatuh hati dengan posisi kiper yang dianggap lebih menantang.


LIPUTAN  ABI YAZID  DARI KUALA LUMPUR    Ikuti di twitter


Timnas Indonesia U-22 dipastikan gagal mendapatkan medali emas SEA Games 2017 setelah dikandaskan Malaysia 1-0 di semi-final. Walau begitu, ada satu nama yang menyedot perhatian publik sepakbola nasional.

Dia adalah Satria Tama. Kiper timnas U-22 ini menjadi salah satu pemain yang cukup spesial penampilannya, terutama di dua laga terakhir melawan Vietnam dan Malaysia.

Tidak ada yang menyangka kiper klub terancam degradasi Persegres Gresik United itu memperlihatkan performa mengesankan. Sebelum dipanggil mengikuti seleksi timnas U-22 dibawah asuhan Luis Milla, Satria Tama datang dengan modal yang tidak bagus secara hasil di klubnya. Dia bermain sebanyak empat kali melawan Barito Putera, Persiba Balikpapan, Persib, dan Persipura.

SIMAK JUGA: Pemain #GantengMaksimal Malaysia – Indonesia: Satria Tama Hardiyanto

Keempat laga itu Gresik hanya menang satu kali melawan Persiba, tetapi kebobolan sebanyak lima kali. Meski hasil minor diderita klubnya, beberapa penyelamatan yang ditunjukkan Satria Tama terutama saat melawan Persib dan Persipura membuat pintu seleksi timnas terbuka untuknya.

Dibesarkan SSB Indonesia Muda, pemain yang lahir di Sidoarjo ini mengakui dirinya tidak sejak kecil suka sepakbola. Dia baru memulai aktivitasnya setelah usia 13 tahun, itupun secara tidak sengaja.

“Pada saat itu, orang tua membelikan saja jersey sepakbola. Saya langsung senang saja, dan mencoba bermain sepakbola bersama teman-teman sekampung. Ternyata seru, dan membuat ketagihan,” kenang Satria.

SIMAK JUGA: Gol Telat Gagalkan Indonesia Ke Final

Satria Tama - Indonesia

“Saya langsung tertarik pada posisi kiper, karena posisi ini terlihat laki sekali. Jatuh untuk memblok bola kemudian bangkit lagi, jatuh bangun mengamankan gawangnya agar tidak kebobolan.”

Dari SSB Indonesia Muda, Satria kemudian bergabung dengan Akademi Widodo Cahyono Putro Gresik. Dari akademi itu dirinya lolos membela Persegres Gresik U-21 hingga akhirnya dipromosikan menjadi kiper di tim senior. Awalnya Satria adalah pilihan ketiga setelah Aji Saka dan Fitrul Rustapa. Namun, penampilannya yang membaik saat latihan membuat Hanafi memilihnya.

“Saya selalu berusaha memberikan yang terbaik saat latihan, berusaha maksimal jika dimainkan,” ujarnya.

SIMAK JUGA: Gaji Ditunggak, Hanafi Minta PSSI Ambil Sikap

Pada ajang SEA Games 2017, Satria bermain sebanyak 180 menit. Dia turun untuk pertama kalinya ketika Indonesia melawan Timor Leste. Tidak banyak serangan yang dilakukan lawan, namun dia sukses menggagalkan sebuah serangan balik.

Melawan Vietnam, kemampuannya benar-benar diuji, dan dia lolos dari ujian itu dengan melakukan tujuh kali penyelamatan. Bahkan komentator televisi menyebutkan Satria punya tangan Malaikat. Total, hingga melawan Malaysia dia sudah melakukan 11 kali penyelamatan.

“Bimbingan dari pelatih [Eduardo Perez Moran] sangat baik. Ilmunya banyak yang bisa diberikan kepada kami pemain muda. Salah satunya adalah game situasi saat satu lawan satu dengan pemain lawan. Dia juga memberikan motivasi untuk bangkit dari kesalahan di laga sebelumnya. Bagus pokoknya,” ucap Satria. (gk-48)

 

Footer Goal Indonesia Instagram