PREVIEW Serie A Italia: Atalanta – AS Roma

Dengan kekuatan barunya Roma punya tugas berat untuk mengakhiri kegagalan mereka mengalahkan Atalanta dalam lima pertemuan terakhir di ajang Serie A.


OLEH DIMAS PANJI SETYADI  


Atalanta dan AS Roma sama-sama ingin mengawali Serie A Italia musim ini dengan baik untuk mengulang atau bahkan meraih kesuksesan lebih besar dibanding musim lalu, tapi keduanya kini telah mengalami perubahan besar.

Roma yang merupakan runner-up musim lalu akan mengawali perjalanannya di Serie A musim ini saat bertandang ke markas klub yang finis di peringkat empat musim lalu, Atalanta, di Stadio Atleti Azzurri d’Italia, Minggu (20/8).

Kedua tim sebelumnya juga pernah saling berhadapan di laga pembuka Serie A, kala itu Giallorossi berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 di Bergamo pada 1985.

Musim lalu, Roma berhasil mengumpulkan 87 poin, angka tersebut menjadi perolehan poin terbaik mereka sepanjang berkompetisi di Serie A. Atalanta juga berhasil mencatatkan prestasi serupa dengan perolehan 72 poin.

SIMAK JUGA: Selayang Pandang Serie A Italia 2017/18

Kini kedua tim tentu mengusung misi meraih pencapaian lebih baik lagi dan telah melakukan perubahan yang cukup signifikan khususnya di kubu Roma.

Francesco Totti telah pensiun sebagai pemain, sementara Mohamed Salah, Leandro Paredes, Antonio Rudiger, dan pelatih Luciano Spalletti juga telah hengkang. Kini mantan pelatih Sassuolo yang juga pernah memperkuat Roma sebagai pemain, Eusebio Di Francesco, memegang kendali skuat Giallorossi.

Francesco Totti

Sementara Atalanta masih di bawah arahan Gian Piero Gasperini, tapi mereka telah kehilangan gelandang andalan Franck Kessie serta full-back Andrea Conti yang hengkang ke AC Milan. Namun kekuatan inti mereka di lini depan Alejandro Gomez masih berada dalam tim begitu pula bek Mattia Caldara yang masih dipinjamkan oleh Juventus.

Akan tetapi gangguan terhadap skuat Atalanta terjadi setelah  Leonardo Spinazzola enggan bermain dan ingin mendesak pihak klub agar mau segera melepasnya ke Juventus, meski kini ia baru menjalani masa peminjaman selama satu musim dari kesepakatan yang sebenarnya berdurasi dua tahun.

SIMAK JUGA: Juve Buka Serie A Dengan Cemerlang

Gasperini pun mengkritik sikap Spinazzola jelang laga kontra Roma.

“Saya menghubungi Spinazzola, tapi dia kemudian mencoret dirinya dari daftar. Saya tidak ingin terlalu fokus pada situasi ini, ini sangat mengecewakan,” ujar sang pelatih di sesi konferensi pers.

Gasperini Atalanta Serie A

Bagi Atalanta laga ini merupakan kesempatan untuk mengalahkan salah satu klub besar dan menunjukkan keberhasilan mereka finis di empat besar musim lalu bukan kebetulan. Banyak pihak yang meragukan mereka bisa mengulang prestasi musim lalu, tapi kemenangan atas Roma di laga pembuka tentu bisa mengubah ekspektasi di sisa musim ini.

Rekrutan terbaru Atalanta, Marten De Roon (dari Middlesbrough), dan Josip Ilicic (Fioreninta) akan berupaya tampil impresif di hadapan suporternya sendiri, tapi kemungkinan mereka akan menjalani laga sebagai pemain pengganti.

Marten De Roon Atalanta

Sementara bagi Roma laga ini akan menjadi ajang pembuktian. Ini akan menjadi debut Di Francesco mengangani Giallorossi di laga kompetitif. Pelatih berusia 47 tahun itu tentu ingin mengawalinya dengan hasil positif bersama deretan pemain barunya.

Kepergian beberapa pemain kunci musim lalu seperti Salah, Rudiger, dan Paredes, membuat Di Francesco dan sang direktur olahraga Monchi punya kekuatan finansial untuk membangun kembali skuat Roma, dan hal itu bisa dilihat dari deretan rekrutan baru mereka di bursa transfer musim panas ini seperti Hector Moreno, Rick Karsdorp, dan Alexander Kolarov di lini belakang, Lorenzo Pellegrini dan Maxime Gonalons di tengah, serta Cengiz Under dan Gregoire Deffrel lini depan.

Akan tetapi dua hasil mengecewakan di pramusim mereka memunculkan keraguan. Roma kalah 2-1 dari Sevilla, dan dua hari berselang mereka menampilkan para pemain pelapis dan kalah telak 4-1 dari Celta Vigo di laga uji coba terakhir mereka jelang bergulirnya musim ini.

SIMAK JUGA: Celta Vigo Permalukan Roma

Eusebio Di Francesco Roma coach

Sistem permainan 4-3-3 yang Di Francesco terapkan pun dikritik, tapi sang pelatih menegaskan keyakinannya bahwa skema itu adalah yang bisa diandalkan.

“Target kami adalah mengawali musim ini dengan performa hebat di Bergamo,” ujar Di Francesco.

“Setelah laga uji coba di Spanyol, di mana kami sama sekali tidak suka terhadap performa kontra Celta Vigo, saya mengharapkan perubahan masif. Saya bertanggung jawab atas laga itu, kami harus membuktikan bahwa apa yang tim ini perlihatkan dalam 30 menit di sana bukanlah kami yang sebenarnya.”

SIMAK JUGA: Diwarnai Kartu Merah, Napoli Sukses Bungkam Verona

“Ini semua tergantung kami, untuk bisa mengubah persepsi banyak pihak terhadap kami. Kami punya kesempatan membuktikan kritik itu tidak tepat besok.”

“Atalanta punya kekuatan fisik yang bagus dan potensial. Di pramusim mereka menunjukkan telah melakukan pembenahan. Bergamo selalu menjadi tempat yang sulit untuk bermain, tapi kami sangat ingin menerapkan filosofi sepakbola kami,” tambahnya.

Atalanta merupakan lawan yang tangguh bagi Roma, setidaknya itu terlihat dari hasil lima pertemuan terakhir mereka di liga. Di ajang Serie A musim lalu Giallorossi takluk 2-1 di markas Orobici.

Alejandro Gomez Antonio Rudiger Atalanta Roma

Roma tidak pernah meraih kemenangan, sementara Atalanta berhasil dua kali menang dan tiga kali imbang.

Tim asuhan Gasperini juga punya rekor bagus saat berlaga di kandang dalam ajang Serie A, mereka tidak terkalahkan dalam 11 laga (7 menang, 4 imbang) terakhirnya yang digelar di Stadio Atleti Azzurri d’Italia.

Namun jika melihat catatan Atalanta di laga pembuka Serie A, ada hal negatif di sana. Mereka telah mengalami 26 kali kekalahan di laga perdana – terbanyak dibanding tim lain sepanjang sejarah liga.

Laga antara Atalanta kontra Roma nampaknya akan berjalan seru karena dalam tujuh pertemuan terakhir kedua tim selalu berhasil mencetak gol di Bergamo.

PRAKIRAAN SUSUNAN PEMAIN:

Atalanta XI (3-4-3): Berisha; Masiello, Toloi, Palomino; Hateboer, Cristante, Freuler, Gosens; Gomez, Petagna, Ilicic.

AS Roma XI (4-3-3) : Alisson; Peres, Manolas, Fazio, Kolarov; Nainggolan, De Rossi, Strootman; Defrel, Dzeko, Perotti.

TAHUKAH ANDA?

  • Atalanta mampu mencetak 18 gol lewat aksi para beknya musim lalu – rekor dalam lima liga top Eropa.
  • Roma memenangkan tujuh laga tandang terakhirnya di musim 2016/17, itu menjadi rekor klub tersebut di kompetisi Serie A
  • Roma berhasil memenangkan tiga laga pembukanya di Serie A dalam empat musim terakhir, kegagalan meraih kemenangan terjadi saat imbang 1-1 kontra Hellas Verona pada 2015.
  • Alejandro Gomez telah mencetak empat gol dalam 11 penampilannya kontra Roma sejauh ini, ia juga mencatatkan tiga assist – rekor terbaiknya di antara lawan-lawan lain ia hadapi di Serie A.
  • Radja Nainggolan mencetak dua gol dalam tiga laga terakhirnya di Atleti Azzurri d’Italia dalam ajang Serie A.

PREDIKSI GOAL INDONESIA: Atalanta 1-2 AS Roma