PREVIEW Kualifikasi Piala Dunia 2018: Malta – Inggris

Inggris memiliki rekor pertemuan yang bagus melawan Malta, dan tiga angka kiranya bukan sesuatu yang sulit untuk diwujudkan anak asuh Gareth Southgate


OLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti di twitter


Tim nasional Inggris mencanangkan kemenangan ketika bertandang ke markas Malta dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2018. Menurut jadwal, anak asuh Gareth Southgate bakal melawan tim tuan rumah di Ta’Qali Stadium pada Sabtu (2/9) dini hari WIB.

Inggris sendiri boleh percaya diri mengingat mereka memiliki rekor pertemuan yang bagus melawan Malta. Dari empat pertandingan yang pernah mereka jalani, The Three Lions selalu mengukir kemenangan dan sukses menjebol gawang lawannya itu sebanyak sepuluh kali.

Ambisi besar kini ditarget Inggris, dengan gelandang Jordan Henderson berniat membawa negaranya sebagai tim terbaik di muka bumi. Ia mengatakan: “Kita sudah pernah membicarakan ini sebagai skuat dan targetnya adalah untuk menjad tim No. 1 di dunia,” ujar gelandang Liverpool tersebut jelang keberangkatan ke Malta.

“Berapa lama itu, kita tidak tahu. Ini tergantung pada sejauh mana kami ingin melaju sebagai sebuah tim dan seberapa jauh kita ingin mengupayakannya. Mudah-mudahan, kami bisa melakukannya dalam waktu yang cepat.”

SIMAK JUGA: Daniel Sturridge Siap Ulangi Performa Impresif Untuk Inggris

Mengenai Malta yang akan menjadi lawannya, Henderson menambahkan: “Anda tetap harus memberi mereka rasa hormat karena pada akhirnya, ini adalah sepakbola. Semuanya bisa terjadi. Saya pernah melihat tim non-unggulan menang beberapa kali di sepakbola, jadi Anda harus bersiap. Anda harus menghormati tim lain, siapa pun itu.”

Sementara itu, tim tuan rumah menjelang pertandingan ini dengan fakta bahwa mereka merupakan tim terbawah di Grup F. Dari enam laga perdana yang telah dijalani, tak satu pun yang berhasil mereka menangkan, bahkan mereka menelan tujuh kekalahan dari delapan pertandingan internasional terakhirnya.

Adapun untuk laga ini, Inggris sudah tidak bisa lagi menurunkan Wayne Rooney yang telah menyatakan pensiun dari pentas internasional. Untuk itu, manajer Southgate kiranya akan berharap banyak pada Harry Kane, dengan lini depan nantinya ditopang barisan pemain muda yang memiliki kecepatan seperti Marcus Rashford, Raheem Sterling hingga Dele Alli.

Prakiraan Pemain

Malta: Hogg; A. Muscat, S. Borg, Agius, Z. Muscat, Failla; Gambin, R. Fenech, Pisani; Farrugia, Schembri.

Inggris: Butland; Walker, Stones, Cahill, Bertrand; Henderson, Dier; Rashford, Dele, Sterling; Kane.

TAHUKAH ANDA?

Ini akan menjadi pertemuan kelima antara Malta dan Inggris, dengan nama terakhir memenangkan semua empat pertandingan sebelumnya.

Inggris sendiri menyasar kemenangan ketiganya di kandang lawan ketika berjumpa Malta, dan ini akan menjadi lawatan pertama mereka ke Malta sejak Juni 2000 (waktu itu Inggris menang 2-1 di bawah arahan Kevin Keegan).

Inggris sukses mengemas 10 gol dan hanya sekali kebobolan dari empat pertandingannya melawan Malta.

Inggris tidak terkalahkan dalam 17 laga kualifikasi Piala Dunia terakhirnya (M11 I6). Dalam catatan yang diukir sejak 2009 itu, ada empat manajer yang pernah menangani The Three Lions (Fabio Capello, Roy Hodgson, Sam Allardyce dan Gareth Southgate).

Anak asuh Southgate gagal meraih kemenangan di dua laga internasional terakhir (I1 K1), selagi mereka belum pernah gagal meraih kemenangan di tiga laga terakhir bersama pria 46 tahun tersebut.

Faktanya, Inggris belum pernah menang di kandang lawan di bawah arahan Southgate – sebelum ini hanya bermain imbang kontra Slovenia dan Skotlandia, serta kalah kala bertemu Jerman dan Prancis.

Daniel Sturridge dan Dele Alli merupakan penggawa Inggris yang sebelum ini sukses menjebol gawang Malta. Waktu itu Inggris menang 2-0 pada Oktober 2016.

Tidak ada pemain Inggris yang sanggup mencetak gol lebih banyak ketimbang Sturridge di kualifikasi Piala Dunia 2018 (2 – selevel dengan Adam Lallana).

Malta hanya mampu mencatatkan satu kemenangan dari 18 pertandingan internasional terakhirnya (I3 K14), dengan tujuh kekalahan tersebut terjadi dalam delapan pertandingan terakhir.

Malta arahan Pietro Ghedin selalu kalah dari 10 laga kualifikasi Piala Dunia terakhirnya, dengan mereka kebobolan 29 gol (rata-rata 2,9 per pertandingan).