Permulaan Vital Untuk Real Madrid

Real Madrid melakukan start yang terbilang sangat vital, untuk tetap memelihara kejayaan mereka di kampanye 2017/18 esok.


OLEH    AHMAD REZA HIKMATYAR      Ikuti @rezahikmatyar di twitter


Real Madrid keluar sebagai juara Piala Super Eropa 2017. Berita penting, tapi bukan berita besar karena memang dirasa sudah jadi sesuatu yang wajar. Lawan yang dihadapi juga ‘hanya’ Manchester United, tim yang sedang mengusung kebangkitan. Bukan, bukan versi Sir Alex Ferguson.

Tak heran nyaris seluruh rumah taruhan menempatkan Madrid sebagai unggulan, di ajang yang pertemukan kampiun Liga Champions dan Liga Europa tersebut. Melihat status, komposisi pemain, permainan secara keseluruhan yang dibalut statistik, Los Galaticos memang layak juara.

Namun yang mungkin tidak ada sadari adalah hasil positif ini menjadi sangat vital bagi Madrid, untuk memelihara kejayaannya musim depan. Bukan tanpa alasan, karena mereka sempat membuat Madridista ketar-ketir di turnamen pramusim International Champions Cup (ICC) 2017 lalu.

Dari tiga laga yang dilakoni, Madrid yang punya status sebagai juara dua tahun beruntun, secara mengenaskan selalu kalah. Dua kali di waktu normal 90 menit dan sekali di babak adu penalti. Mereka baru bisa menang saat berduel dengan MLS All-Stars, itu pun melalui babak adu tos-tosan.

SIMAK JUGA: Madrid Juara Piala Super Eropa 2017!

Tajuknya memang turnamen pemanasan, karena tujuannya untuk mempersiapkan tim baik secara fisik maupun taktik guna menyambut musim baru. Namun jika hasil negatif terus mendera, tidak bisa tidak, psikis tim akan terganggu.

Situasi itu pernah dialami oleh tm-tim besar seperti Juventus, Chelsea, hingga duo Milan. Berjaya di musim sebelumnya, mereka lantas menderita di musim selanjutnya, ditandai dengan sederet hasil buruk di laga pramusim.

Jika ada yang beranggapan deretan hasil negatif itu akibat absensi Cristiano Ronaldo, maaf, artinya Anda tak paham dengan kekuatan Madrid. CR7 adalah penyempurna, tanpa dirinya skuat yang Si Putih miliki bahkan sudah cukup untuk membuat Eropa bergetar.

Dalam situasi tak mengenakkan tersebut, untungnya Madrid punya harta karun dalam diri pelatihnya, Zinedine Zidane. Selain brilian secara taktikal, kelebihan utama pria keturunan Aljazair ini adalah memanajemen mental Sergio Ramos cs. Sesuatu yang jadi kunci Madrid sanggup raih Liga Champions dua musim beruntun.

“Jujur saya tidak bahagia dengan hasil akhir di pramusim. Namun terdapat beberapa momen yang terjadi dalam duel-duel tersebut, sehingga segalanya jadi terasa wajar. Kami harus terus belajar. Saya pribadi masih tenang dan tahu harus berbuat apa dalam laga pembuka musim hadapi Manchester United nanti,” tutur Zidane usai takluk di El Clasico akhir Juli lalu.

SIMAK JUGA: Daftar Juara Piala Super Eropa

Entah team-talk seperti apa yang dilakukan Zidane, sang pelatih sungguh membuktikan ucapannya, pada Rabu (9/8) dini hari WIB. Para pemain Madrid seperti baru mendapat tamparan untuk bangkit hingga kemudian sukses kalahkan United untuk rengkuh Piala Super Eropa 2017.

Setidaknya selama 60 menit kita disuguhi permainan mahal yang biasa Madrid pentaskan bahkan tanpa menyertakan Ronaldo sebagai starter. Jauh berbeda dari apa yang mereka tampilkan di Negeri Paman Sam kemarin. Dan seperti biasa, Zidane menerapkan taktik yang menyesuaikan gaya bermain lawannya.

Mengetahui Mourinho adalah pemuja sepakbola pragmatis yang memilih menunggu lawan, Madrid kemudian mengambil alih kuasa permainan dengan berfokus pada dinamisme tiga gelandang dan penyerangnya.

Mobilitas Toni Kroos, Casemiro, dan Luka Modric di lini tengah, membuat Paul Pogba yang belum sepenuhnya klop dengan Nemanja Matic mati kutu. Fluiditas Isco, Karim Benzema, dan Gareth Bale, membuat Chris Smalling yang riskan dan Victor Lindelof yang baru lakoni debut resmnya kelabakan.

Gol pun tinggal menunggu waktu, dari banyaknya peluang yang Madrid hasilkan. Mereka pun sukses unggul 2-0 hanya dalam waktu 52 menit. Satu hal yang patut diperhatikan adalah semua pemain yang Zidane turunkan sebagai starter, bermain di level yang seharusnya.

SIMAK JUGA: Piala Super Eropa Tak Cukup Buat Zidane

Bukan berarti Madrid menampilkan performa yang sempurna. Lepas satu jam laga, Los Blancos tampak kehabisan energi. Sesuatu yang sejatinya berkebalikan dengan apa yang jadi kebiasaan mereka musim lalu.

Biasanya Madrid justru tebakar di babak kedua hingga menit penghabisan, entah dalam situasi sedang unggul atau tertinggal. Namun kali ini efek dari permainan level tinggi yang mereka peragakan, membuat United balik menguasai laga hingga akhirnya perkecil ketertinggalan jadi 2-1. Situasi bahkan bisa lebih buruk andai Keylor Navas tak tampil heroik.

Kondisi itu bisa sepenuhnya dimaklumi, mengingat ini adalah laga resmi perdana di musim baru dan bagaimana Madrid menjalani pramusimnya. Pada akhirnya mental juara Los Merengues berbicara. Mereka tak kehilangan fokus dan berhasil pertahankan Piala Super Eropa.

“Performa kami [melawan United] nyaris sempurna. Babak pertama fantastis dan kemudian kami sedikit kesulitan beberapa saat jelang akhir babak kedua. Kami banyak menguasai bola dan tetap tenang. Komitmen yang ditunjukkan tim secara keseluruhan sungguh krusial,” ungkap Zidane usai laga, seperti dilansir laman resmi UEFA.

Keberhasilan ini tentu saja jadi landasan vital Madrid, dalam usahanya pertahankan kedigdayaan di Spanyol maupun Eropa. Satu alarm kencang telah dibunyikan, kini tinggal bagaimana para kompetitornya menolak untuk kembali dijajah oleh Sang Raja Benua Biru.