Luis Milla Sedih Dengan Aksi Provokasi Marinus Wanewar

Milla pun meminta maaf atas sikap tak terpuji dari striker timnas Indonesia itu.


LIPUTAN   MUHAMMAD RIDWAN     DARI   KUALA LUMPUR   


Pelatih timnas Indonesia Luis Milla mengaku kecewa dengan perilaku striker Marinus Mariyanto Wanemar, saat mengalahkan Kamboja dengan skor 2-0 di Stadion Shah Alam, Selangor, Kamis (24/8). Menurutnya, hal yang dilakukan Marinus merupakan sesuatu yang tidak terpuji.

Pertandingan kontra Kamboja memang berlangsung panas. Beberapa kali pemain terlibat adu mulut, dan puncaknya adalah kericuhan terjadi ketika pertandingan sudah berakhir. Marinus yang masih merasa emosi, tiba-tiba menunjukkan gestur tubuh yang tak sepatutnya kepada salah satu pilar Kamboja.

Aksi provokasi tersebut sebagai bentuk kekesalan Marinus yang terus dilanggar dan menganggap Kamboja membuang-buang waktu. Sontak, sikap tak terpuji Marinus itu memantik emosi para pemain Kamboja yang membuat kericuhan terjadi saat para pemain menuju ruang ganti, sampai tim pelatih timnas Indonesia harus melerainya dengan susah payah.

Sebelumnya, saat pertandingan berlangsung, pilar Persipura Jayapura tersebut sudah diberi kartu kuning oleh wasit. Lantaran hal itu, ia pun tak bisa bermain saat partai semi-final melawan Malaysia di Stadion Shah Alam, Sabtu (26/8), karena mengalami akumulasi kartu kuning.

SIMAK JUGA: Tiga Pemain Penting Indonesia Absen Di Semi-Final

“Pertama saya ingin minta maaf atas yang dilakukan Marinus di akhir pertandingan. Sebagai pelatih saya sedih dengan perilakunya, seharusnya pemain nasional harus bisa memberikan image bagus dari mana ia berasal. Ke depan saya berharap bisa lebih baik,” ucap Milla usai pertandingan.

SIMAK JUGA: Statistik Timnas Indonesia Mendominasi Atas Kamboja

“Saya mengucapkan selamat kepada anak-anak karena perjuangan mereka berbuah mereka lolos ke semi-final. Tapi saya sedih karena di akhir pertandingan ada hal yang tidak sepatutnya terjadi,” ia menambahkan.

Lebih lanjut, Milla enggan menanggapi pertanyaan dari wartawan cara pihaknya meredam emosi Marinus yang mudah meledak-ledak. Ia menilai hal itu tidak begitu penting sehingga tak perlu dijawabnya.

“Setelah ini saya tidak ingin menjawab soal pertanyaan provokasi pemain saya [Marinus]. Saya hanya ingin menjawab soal kami lolos ke semi-final,” ujarnya.