Kilas Balik Timnas Indonesia di SEA Games 2001-2015

Dalam rentang waktu 2001 hingga 2015, pelatih asing tak bisa berprestasi lebih baik dibandingkan pelatih lokal.


OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN


Pesta olahraga multievent dua tahunan di kawasan Asia Tenggara akan segera bergulir pada pertengahan bulan ini. Cabang sepakbola menjadi salah satu olahraga favorit yang ditunggu penggemarnya. Walau hanya menampilkan pemain di bawah usia 23 tahun, sepakbola di SEA Games tetap mengundang minat tinggi.

Dalam rentang waktu 2001 hingga 2015, pelatih asing tak bisa berprestasi lebih baik dibandingkan pelatih lokal.


SEA GAMES 2001


Benny Dolo - Indonesia vs Kamerun 25032015

Untuk pertama kalinya, SEA Games menggunakan format setiap tim harus menggunakan pemain U-23. Pada tahun ini, ada sembilan negara yang berpartisipasi. Indonesia yang tergabung di grup B, mampu lolos ke semi-final dengan status runner-up. Itu setelah, mereka menang atas Vietnam (1-0), kalah dari tuan rumah Malaysia (2-1), serta menang telak 9-0 atas Brunei Darussalam.

Di babak semi-final, Indonesia kembali harus mengakui keunggulan tim kuat Thailand. Sempat unggul lebih dulu pada menit kedua melalui gol Bambang Pamungkas, Indonesia harus takluk setelah Thailand mampu membalasnya lewat gol Anucha Kitpongsri (39′) dan Teeratep Winothai pada masa perpanjangan waktu babak pertama atau tepatnya menit ke-105. Sayang, di perebutan tempat ketiga, tim Merah Putih kembali takluk dari Myanmar dengan skor tipis 1-0.

Pelatih: Benny Dolo

PSSI menunjuk Benny Dolo dan langsung dikontrak dengan durasi dua tahun. Pelatih yang akrab disapa Bendol itu terpilih karena memenuhi syarat seperti lisensi kepelatihan A AFC, pernah menangani timnas yakni sebagai asisten pelatih dari Ivan Tovlak di SEA Games 1993, serta berpengalaman di klub. Penunjukkan Bendol sempat tertunda lantaran PSSI harus menyelesaikan masalah administrasi dengan klub Persita Tangerang yang saat itu mengontrak pelatih asal Manado tersebut. 

Pemain bintang: Elie Aiboy

Elie menjadi salah satu pemain sayap yang mematikan pada SEA Games tahun ini. Pergerakannya selalu diwaspadai setiap lawan Indonesia. Menyisir dari sisi sayap, dia kerap membuat lini pertahanan lawan kewalahan. Salah satu aksi terbaiknya di event ini saat mencetak hat-trick ke gawang Brunei Darussalam. Ketika itu, Indonesia menang telak sembilan gol tanpa balas.


SEA GAMES 2003


AFF 2008 Bambang Pamungkas - Indonesia

Indonesia gagal berbuat banyak pada SEA Games 2003. Tergabung di grup A yang bisa dibilang sebagai grup neraka bersama Thailand, tuan rumah Vietnam, dan Laos, Indonesia hanya menempati peringkat ketiga fase grup. Praktis, mereka gagal lolos ke semi-final. Di fase ini, tim Garuda hanya mampu menang atas Laos dengan skor tipis 1-0 lewat gol Bambang Pamungkas, serta menderita dua kekalahan dari Vietnam (1-0) dan Thailand (6-0).

Pelatih: Sergei Dubrovin

PSSI menunjuk kembali pelatih asing Sergei Dubrovin dengan harapan bisa membawa Indonesia juara. Sempat menggelar TC di Turki, ternyata pelatih asal Moldova ini gagal membawa Indonesia berbicara banyak di SEA Games 2003.

Pemain bintang: Bambang Pamungkas

Bepe sudah menjadi langganan di lini depan timnas Indonesia. Dia pun menjadi salah satu pemain yang paling senior di skuat SEA Games 2003. Dengan aturan setiap tim hanya boleh memainkan pemain U-23, ini menjadi SEA Games terakhir Bepe. Sayang, pada SEA Games terakhirnya ini, penggawa Persija Jakarta itu hanya mampu mencetak satu gol saat membawa Indonesia menang 1-0 atas Laos.


SEA GAMES 2005


Peter Withe PTT Rayong FC

Indonesia sedikit memperbaiki catatan mereka di SEA Games 2005. Menyusul, mereka mampu menempati peringkat keempat. Pada fase grup, mereka menempati posisi runner-up di bawah Vietnam. Itu setelah, menang atas Vietnam (1-0) dan Laos (4-0), serta dua kali imbang tanpa gol dengan Myanmar dan Singapura.

Namun pada babak semi-final, kembali langkah Indonesia dihentikan Thailand dengan skor 3-1. Pada perebutan tempat ketiga, tim Garuda takluk dari Malaysia dengan skor tipis 1-0.

Pelatih: Peter Withe

Peter Withe ditunjuk PSSI untuk menularkan prestasinya seperti ketika menangani Thailand. Sayang, pada SEA Games 2005, pelatih asal Inggris itu gagal membawa Indonesia meraih medali, setelah pada Piala AFF 2004 berhasil membawa tim Merah Putih melaju ke final.

Pemain bintang: Syamsul Chaeruddin

Syamsul menjadi gelandang andalan di lini tengah Indonesia pada SEA Games edisi ini. Pergerakannnya yang energik dan berani duel, membuat pelatih Peter Withe kepincut. Apalagi, pada saat itu Withe memang mencari pemain yang memiliki fighting spirit yang baik untuk skuat SEA Games.


SEA GAMES 2007


Ivan Kolev

Indonesia yang kembali dilatih pelatih asing pada SEA Games kali ini, lagi-lagi gagal berbicara banyak. Dilatih Ivan Kolev, Indonesia gagal lolos dari fase grup, setelah kalah bersaing dari Thailand dan Myanmar. Tergabung di grup A, Indonesia hanya meraih satu kali menang atas Kamboja (3-1), imbang dengan Myanmar tanpa gol, dan kalah dari tuan rumah Thailand (2-1). 

Meski mengumpulkan poin yang sama dengan Myanmar (empat poin), Indonesia gagal lolos ke empat besar lantaran kalah selisih gol. 

Pelatih: Ivan Kolev

Kolev diberi kepercayaan untuk melanjutkan tugasnya, setelah mampu menyajikan permainan apik bagi timnas Indonesia di Piala Asia 2007. Dengan harapan, dia bisa membawa tim Garuda Muda berprestasi di SEA Games kali ini. Namun ternyata, hal itu gagal terwujud.

Pemain bintang: Eka Ramdani

Eka menjadi salah satu pemain pilar di lini tengah timnas Indonesia pada SEA Games ini. Kemampuannya dalam memberikan umpan akurat, serta performanya bersama Persib, membuat Kolev tak bisa melewatkan pemain kelahiran 18 Juni 1984 ini. 


SEA GAMES 2009


Boaz Solossa - Indonesia vs Malaysia - Friendly Match - 7 September 2016

Bisa dibilang, ini menjadi torehan terburuk timnas Indonesia di SEA Games. Itu lantaran mereka hanya menempati posisi juru kunci grup B. Mereka kalah untuk pertama kalinya dari Laos (2-0) dan Myanmar (3-1), serta hanya bermain imbang dengan Singapura (2-2).

Pelatih: Alberto Bica

Bica ditunjuk oleh PSSI untuk menangani timnas SEA Games 2009. Penunjukkan Bica tak lepas dari koneksi saat Indonesia mengirim tim SAD Indonesia ke Uruguay. Namun harapan agar pelatih asal Uruguay itu bisa memoles tim Garuda Muda dengan apik musnah, bahkan mencatatkan rekor terburuk.

Pemain bintang: Boaz Solossa

Meski mengalami cedera ringan, Boaz tetap dimasukkan dalam daftar skuat SEA Games 2009. Apalagi ketika itu, performa Boaz sedang bagus, sehingga pelatih Alberto Bica tetap membawanya ke Laos. Tapi, Boaz tak bisa menunjukkan ketajamannya di ajang ini.


SEA GAMES 2011


Rahmad Darmawan - Timnas Indonesia (GOAL.com/Antara)

Indonesia kembali bangkit setelah keterpurukan pada SEA Games 2009. Bertindak sebagai tuan rumah, Indonesia mampu meraih tiga kemenangan atas Kamboja (6-0), Singapura (2-0), dan tim kuat Thailand (3-1). Mereka hanya kalah dari Malaysia (1-0).

Di babak semi-final, Indonesia mampu menaklukkan Vietnam dengan skor 2-0. Pada partai final yang dipadati puluhan ribu suporter di Stadion SUGBK, Indonesia kembali harus memupus harapan untuk menghapus dahaga juara. Itu lantaran, mereka kembali takluk dari Malaysia lewat drama adu penalti skor agregat 5-4.

Pelatih: Rahmad Darmawan

RD ditunjuk oleh PSSI yang ketika itu baru saja dipimpin Djohar Arifin Husin. Dia dikontrak dua tahun dengan target tinggi untuk meraih medali emas, sekaligus mempersiapkan tim yang kuat untuk SEA Games 2013. Namun sayang, dia hanya mampu membawa Garuda Muda meraih medali perak.

Pemain bintang: Patrich Wanggai

Nama Patrich Wanggai langsung mencuat ketika memperkuat SEA Games 2011. Sebelumnya, tak ada yang memperhitungkan pemain asal Papua itu bakal begitu bersinar dan trengginas ketika tampil di SEA Games. Dia membuktikan kepercayaan yang diberikan pelatih Rahmad Darmawan dengan torehan lima golnya sepanjang turnamen sekaligus menjadi topskor timnas Indonesia. 


SEA GAMES 2013


Adisak Kraisorn header - Indonesia VS Thailand SEA Games 2013 Final

Di tengah polemik dualisme kompetisi, PSSI akhirnya tetap bisa mempersiapkan timnas SEA Games 2013. Kendati sempat diragukan berprestasi, secara perlahan Indonesia mampu menjawabnya dengan performa yang apik.

Susah payah menang atas Laos (1-0) di laga perdana, Indonesia langsung dipermak Thailand dengan skor telak 4-1 pada laga kedua. Terlebih, pada laga ketiga mereka ditahan imbang tanpa gol oleh Timor Leste. Pada partai penentuan melawan tuan rumah Myanmar, secara dramatis Indonesia menang 1-0 lewat penalti Alfin Tuasalamony. Mereka pun lolos ke semi-final dengan status runner-up grup.

Pada babak empat besar, Indonesia mampu mengatasi Malaysia lewat babak adu penalti. Sayang, pada partai final Kurnia Meiga dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Thailand dengan skor tipis 1-0.

Pelatih: Rahmad Darmawan

Satlak Prima maupun Kemenpora sampai harus menengahi untuk penunjukkan pelatih timnas U-23, lantaran ketika itu terjadi polemik dualisme kompetisi hingga terbelahnya organisasi PSSI. Di satu sisi, ada pihak yang ingin menunjuk Aji Santoso, sementara pihak yang lainnya ingin menunjuk RD sebagai pelatih kepala. Hingga akhirnya, diputuskan RD sebagai pelatih kepala dan Aji sebagai asisten.

Pemain bintang: Kurnia Meiga

Meiga menjadi faktor penting Indonesia mampu melenggang hingga ke partai final. Performa apiknya di bawah mistar gawang dengan menggagalkan banyak peluang emas lawan, membuat lini belakang Indonesia merasa nyaman. Meiga dikenal sebagai kiper yang mampu mengantisipasi bola-bola udara dengan baik, serta memiliki refleks yang mumpuni. 


SEA GAMES 2015


Evan Dimas Indonesia Singapore SEA Games 2015

Indonesia yang sudah terkena sanksi suspensi FIFA, tetap diperbolehkan bermain di SEA Games 2015. Tak ayal, para pemain yang terpilih pun ingin membuktikan bahwa Indonesia masih bisa berprestasi di tengah keterpurukan yang ada. Eks penggawa timnas Indonesia U-19 menjadi tulang punggung tim SEA Games 2015 yang dimotori Evan Dimas.

Tergabung di grup A, Indonesia berhasil lolos ke semi-final dengan status runner-up. Itu setelah, mereka meraih tiga kemenangan atas Kamboja (6-1), Filipina (2-0), dan tuan rumah Singapura (1-0), serta menderita satu kekalahan dari Myanmar (4-2).

Namun performa apik gagal ditunjukkan saat melawan Thailand di babak semi-final. Indonesia dipermak 5-0 oleh Thailand. Bahkan, di perebutan medali perunggu, tim Garuda Muda kembali takluk dengan skor telak 5-0 dari Vietnam.

Pelatih: Aji Santoso

PSSI tetap mempercayakan timnas U-23 di tangan Aji Santoso, meski dia gagal membawa tim lolos ke putaran final Piala Asia U-23 2016. Apalagi, ketika itu kondisi organisasi PSSI kembali mengalami badai. Di tengah hiruk pikuk yang ada termasuk kekhawatiran gagal berangkat lantaran Indonesia disuspensi FIFA, Aji tetap mempersiapkan tim yang akhirnya cuma bisa berbicara hingga babak semi-final.

Pemain bintang: Evan Dimas Darmono

Evan menjadi jenderal lapangan tengah timnas U-23 di edisi SEA Games ini. Selain menjadi pengatur irama permainan tim, dia juga mampu menjadi penentu kemenangan tim Garuda Muda. Terbukti, dia menjadi topskor Indonesia dengan empat gol.