Kesederhanaan Yang Mewah Dari Marcos Alonso

Skill Marcos Alonso mungkin sangat sederhana, tapi dia punya segalanya untuk hadirkan kemewahan bagi Chelsea.


OLEH    AHMAD REZA HIKMATYAR       Ikuti @rezahikmatyar di twitter


Jika ditanya siapa saja pemain yang punya kontribusi paling besar dalam keberhasilan Chelsea menjuarai Liga Primer Inggris musim lalu, pasti jawabannya hanya berkuatat pada tiga pemain. Diego Costa, Eden Hazard, atau N’Golo Kante.

Ketika digali lebih dalam lagi, akan muncul nama Nemanja Matic, Gary Cahill, atau paling mentok Thibaut Courtois. Bagamaina dengan Marcos Alonso? “Ah, dia hanya pelengkap belaka,” mungkin opini itu yang hinggap di benak kebanyakan khalayak sepakbola.

Menjadi wajar ketika kita melihat profilnya, apalagi sebelum bergabung ke Chelsea. Kedatangannya di bursa musim panas 2016 lalu diliputi banyak keheranan. Maklum karier dan gaya bermain Alonso cenderung medioker.

Meski miliki status sebagai lulusan akademi Real Madrid, pertama kali publik tanggap dengan kehadiran Alonso adalah ketika dirinya membela Bolton Wanderers di EPL pada 2010 hingga 2012. Itu pun bukan karena performanya, melainkan nama belakangnya yang sama dengan sosok populer lain seperti Xabi Alonso atau Fernando Alonso.

Marcos Alonso Chelsea

Kedatangan Alonso ke Chelsea diliputi banyak keraguan

SIMAK JUGA: Segala Hal Tentang Alonso

Alonso mulai sedikit lebih dikenal saat jadi penggawa reguler Fiorentina, dimulai lewat impresi positifnya kala dipinjamkan ke Sunderland. Dia jadi pilar La Viola konsisten finish di empat besar klasemen Serie A Italia dua musim beruntun pada 2014/15 dan 2015/16.

Dari situ dapat disimpulkan bahwa pemain asal Spanyol itu merupakan sosok gelandang-sayap kiri versatil yang bisa beroperasi sebagai bek-sayap kiri dan bek tengah. Tapi gaya bermainnya jauh berbeda dari kebanyakan pesepakbola Negeri Matador yang dikenal stylish.

Alonso sangat sederhana. Larinya tidak cepat, dribelnya tak mematikan, dan bukan pengumpan handal. Kelebihannya terletak pada stamina yang membuat dirinya cepat lakukan transisi bertahan dan menyerang, memiliki fisik yang kuat untuk menahan bola, plus pandai mengeksekusi bola mati. Begitu pragmatis memang.

Tidak heran bila kemudian para pendukung Chelsea diliputi tanda tanya besar ketika Alonso didatangkan di pengujung bursa musim panas 2016 lalu, lewat mahar £24 juta. Angka yang menjadikannya sebagai bek sayap termahal dalam sejarah klub. Benar, awalnya dia diplot mengisi pos bek kiri.

Marcos Alonso GFX ID

SIMAK JUGA: Alonso Komentari Transfer Bernardeschi Ke Juventus

Namun sejak manajer Chelsea, Antonio Conte, mengubah formasi utama tim jadi 3-4-3, di titik itulah Alonso mendadak jadi andalan The Blues. Memerankan posisi naturalnya sebagai gelandang-sayap kiri, sosoknya tak tergantikan.

Atribut permainan yang ditampakkan Alonso masih sesuai identitasnya, sebagai pemain pragmatis. Tak perlu banyak menghibur suporter lewat gocekan maut atau penetrasi mematikan, tapi cukup dengan hadirkan keseimbangan dalam bertahan dan menyerang untuk membantu Chelsea raih kemenangan.

Selain itu kelebihannya dalam mengksekusi tendangan bebas, membuatnya semakin krusial. Maklum, Chelsea tak pernah lagi punya penembak bebas handal setelah kepergian Frank Lampard dan Didier Drogba.

Plus bantuan sederet pemain bintang dan pelatih top, tidak heran bila musim 2016/17 lalu jadi kampanye terbaik dalam karier Alonso. Potensinya keluar dengan maksimal, lewat sumbangsih enam gol dan tiga assist dari 2.694 menit waktu bermainnya di EPL.

Marcos Alonso GFX ID

Alex Sandro diproyeksikan jadi pengganti Alonso

SIMAK JUGA: Carragher Minta Chelsea Cari Pengganti Alonso

Meski begitu tetap saja, kesederhanaan Alonso membuat banyak orang masih memandangnya sebelah mata. Pandit sepakbola Inggris, Jamie Carragher, bahkan menyebutnya sebagai pemain pertama yang harus disingkirkan dalam starting XI Chelsea di musim 2017/18.

Parahnya stigma itu juga menular ke Chelsea. Aksi Conte dan manajemen klub yang begitu ngotot memboyong bek kiri andalan Juventus, Alex Sandro, sepanjang bursa musim panas ini jadi buktinya. Jika pemain internasional Brasil itu benar-benar datang, Alonso sudah pasti jadi pemain pertama yang disingkirkan.

Namun Alonso langsung memberi jawaban bahwa dirinya belum layak untuk itu. Di tengah segala situasi yang menekannya, pemain berusia 26 tahun ini tampilkan performa fantastis dalam Derby London di Wembley Stadium, Minggu (20/8) malam WIB.

Alonso seakan menunjukkan bahwa dirinya kini sudah menjelma sebagai pemain besar. Secara tak terduga dia jadi pahlawan kemenangan perdana Chelsea musim ini dengan ceploskan sepasang gol ke jala tim kuat, Tottenham Hotspur.

Marcos Alonso GFX ID

SIMAK JUGA: Barce Alonso Bawa Chelsea Pecundangi Spurs

Aksi pertama Alonso hadir di menit 24. Melalui spesialisasinya mengeksekusi tendangan bebas, Chelsea dibawanya unggul 1-0. Pemain yang belum sekalipun mengukir caps di Timnas Spanyol itu kemudian lakukan ledakan dua menit jelang pertandingan usai.

Tembakan menyusur tanahnya memaksimalkan sodoran Pedro Rodrgiuez gagal diamankan Hugo Lloris, untuk pastikan kejayaan The Roman Emperor di Wembley lewat kemenangan 2-1. Aksi Alonso jadi viral dan khalayak sepakbola dunia mulai memandangnya dengan penuh hormat.

“Chelsea punya beberapa pemain lain yang miliki kualitas kaki kiri lebih baik. David Luiz juga punya akurasi tendangan bebas yang lebih bagus dari saya. Mari jangan terlalu berlebihan menyanjung saya, karena ini baru di awal musim. Masih banyak partai yang harus kami lakoni,” tutur Alonso selepas laga, seperti dikutip talkSport.

Ya, begitulah Alonso. Figur dengan atribut yang sangat sederhana, tapi punya segalanya untuk hadirkan kemewahan bagi Chelsea.