GoalPedia: Apa Itu International Transfer Certificate (ITC)?

Dalam transfer antarklub beda negara, penerbitan ITC menjadi persyaratan mutlak bagi pemain untuk tampil membela tim barunya.


OLEH   AUDI RACHMAN & DEDE SUGITA


Kepindahan Neymar dari Barcelona menuju Paris Saint-Germain mengejutkan banyak orang. Tidak hanya melihat dari jumlah biaya yang harus digelontorkan PSG tetapi publik sempat bertanya-tanya kapan Neymar dapat melakukan debutnya sebelum ia akhirnya melakoni aksi perdana akhir pekan kemarin.

Permasalahan muncul karena Federasi Sepakbola Prancis (FFF) belum menerima International Transfer Certificate (ITC) dari Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF).

Apa itu ITC ? ITC menjadi persyaratan mutlak untuk pemain pendatang baru di sebuah kompetisi domestik. Tanpa ITC, pemain dan klub bersangkutan bisa berujung pada gugatan. Sebab mereka memainkan pemain yang tidak sah dan masih berurusan dengan mantan klub. Fungsi ITC adalah sebagai tanda memutus kerja sama dengan klub lama dan memulai dengan klub baru.

SIMAK JUGA: Kemilau Neymar Dalam Debut PSG

Pemain yang terdaftar di satu asosiasi sepakbola di sebuah negara hanya dapat didaftarkan di asosiasi baru setelah asosiasi yang baru tersebut menerima ITC dari asosiasi sebelumnya.

neymar PSG 04082017

ITC diterbitkan secara gratis tanpa syarat atau batas waktu. Asosiasi yang menerbitkan ITC harus mengajukan salinannya kepada FIFA. Prosedur administratif untuk menerbitkan ITC bagi pemain profesional tercantum pada “Regulations on The Status and Transfer of Player” (Regulasi Status dan Transfer Pemain) yang dikeluarkan FIFA.

Prosedur tersebut antara lain :

1. Semua aplikasi untuk mendaftarkan pemain profesional harus diserahkan oleh klub baru kepada asosiasi baru dalam salah satu periode registrasi yang ditetapkan oleh asosiasi tersebut. Semua aplikasi harus disertai salinan kontrak antara klub baru dan pemain profesional dimaksud. Pemain profesional tidak berhak bermain dalam pertandingan resmi untuk klub barunya sampai ITC diterbitkan oleh asosiasi lama dan diterima oleh asosiasi baru.

2. Setelah menerima aplikasi, asosiasi baru harus langsung meminta asosiasi lama menerbitkan ITC untuk pemain profesional dimaksud (“permintaan ITC”). Asosiasi yang menerima ITC yang tidak diminta, tidak berhak mendaftarkan pemain profesional tersebut dengan salah satu klub di bawah naungannya.

3. Setelah menerima permintaan ITC, asosiasi lama harus langsung meminta klub lama dan pemain profesional dimaksud untuk mengonfirmasikan apakah kontrak si pemain telah kedaluwarsa, apakah pemutusan kontrak dini disepakati secara mutual, atau apakah ada sengketa kontraktual.

4. Dalam tempo tujuh hari dari penerimaan permintaan ITC, asosiasi lama harus:

  • menerbitkan ITC untuk asosiasi baru; atau
  • menginformasikan kepada asosiasi baru bahwa ITC tidak bisa diterbitkan karena kontrak antara klub lama dan pemain profesional dimaksud belum kedaluwarsa atau karena tidak ada kesepakatan mutual perihal pemutusan kontrak dini.

5. Jika asosiasi baru tidak menerima respons terhadap permintaan ITC dalam tempo 30 hari dari diajukannya permintaan ITC dimaksud, asosiasi tersebut dapat langsung mendaftarkan pemain profesional dimaksud dengan klub barunya secara sementara (registrasi provisional). Registrasi provisional akan berubah menjadi permanen satu tahun setelah permintaan ITC. Player’s Status Committee (Komite Status Pemain) dapat menarik registrasi provisional, jika, dalam periode satu tahun ini, asosiasi lama memberikan alasan valid untuk menjelaskan mengapa mereka tidak merespons permintaan ITC dimaksud.

6. Asosiasi lama tidak berhak menerbitkan ITC jika ada sengketa kontraktual antara klub lama dan pemain profesional dimaksud. Dalam kasus seperti ini, si pemain, klub lama dan/atau klub baru berhak mengajukan klaim kepada FIFA, sesuai dengan ketentuan pasal 22. FIFA kemudian akan memberikan keputusan tentang penerbitan ITC dan tentang sanksi keolahragaan dalam tempo 60 hari. Dalam kasus apa pun, keputusan tentang sanksi keolahragaan akan diambil sebelum penerbitan ITC. Penerbitan ITC harus bebas dari kecurigaan adanya pelanggaran kontrak. FIFA bisa mengambil tindakan provisional dalam situasi tertentu.

7. Asosiasi baru bisa mengeluarkan izin bermain sementara untuk pemain sampai akhir musim yang tengah berjalan jika ITC dikirimkan melalui faksimile. Jika ITC asli tidak juga diterima sampai akhir musim tersebut, izin bermain si pemain akan dianggap tetap.

Selain kasus Neymar di atas, masalah tidak terbitnya ITC pernah pula dialami oleh pemain Indonesia Irfan Bachdim. Proses transfer Irfan menuju Chonburi di Thailand pada 2013 tersendat lantaran manajemen Persema Malang, klub asalnya, mempersulit penerbitan ITC untuk penyerang berdarah Belanda itu.

Persema menilai Irfan tidak menunjukkan itikad baik saat hendak berpisah dengan klub dan mengklaim sang pemain masih terikat kontrak di Malang. Pada akhirnya persoalan ini teratasi lewat uluran tangan FIFA yang menerbitkan langsung ITC Irfan sehingga ia bisa merampungkan kepindahannya ke Chonburi.