Dejan Lovren: Jurgen Klopp Ingin Bek Main Seperti Gelandang

Liverpool bermain dengan pressing tinggi sejak Klopp tiba, dan hal tersebut memaksa para bek bermain sedikit berbeda dari biasanya.


OLEH    DEWI AGRENIAWATI


Ada yang berbeda di Liverpool sejak Jurgen Klopp tiba di Anfield pada Oktober 2015 silam, hal tersebut dirasakan betul oleh defender Dejan Lovren. Dalam taktik yang diterapkan Klopp, pemain yang berposisi sebagai bek, tampil seperti seorang gelandang.

Klopp menerapkan permainan tempo tinggi di Liverpool, sehingga para bek yang dimainkan harus ikut menekan lawan. Ragnar Klavan sudah bicara bagaimana perbedaan pertahanan the Reds ketimbang tim lain yang pernah dibelanya, pun dengan Klopp yang mengaku tentang peningkatan lini belakang musim ini.

Kali ini giliran Lovren, 28, mengatakan pemain belakang harus bisa bermain lebih ke depan. Saat ditanya kesulitan mengikuti instruksi Klopp untuk memberikan tekanan tinggi, Lovren menjawab: “Ya, tentu saja.

SIMAK JUGA: Lagi, Klopp Tegaskan Coutinho Tidak Dijual

“Anda menjadi lebih seorang gelandang ketimbang bek, tapi kami memiliki pemain bagus dan harus bermain di level tinggi karena kami memiliki orang-orang yang dapat mengubah pertandingan di satu momen. Itulah sebabnya sistem ini bagus.

“Hal ini kadang berisiko, tapi jika Anda tidak mengambil risiko apa pun dalam hidup, Anda tak akan memenangi apa pun. Bos selalu menerapkan ide-ide baru dan kami menerapkannya dengan baik musim lalu.

“Ia [Klopp] selalu memastikan ia menempatkan kami di mood yang bagus. Ia selalu melihat sisi positif. Ia tentu akan marah setelah kekalahan, tapi ia akan mencoba mendapat hasl bagus dari laga yang buruk. Kominikasinya dengan pemain sangat bagus.”