Wojciech Szczesny: Faktor Gianluigi Buffon Bikin Saya Ke Juventus

Wojciech Szczesny bertekad mencapai level Gianlugi Buffon atau setidaknya mendekati, dengan berguru langsung pada sang legenda.


OLEH   ANUGERAH PAMUJI     Ikuti di twitter


 

Mantan kiper Arsenal Wojciech Szczesny mengakui, keputusannya menerima pinangan Juventus karena sosok Gianluigi Buffon, maestro sepakbola Italia dan legenda Bianconerri.

Pemain internasional Polandia ini meresmikan kepindahannya ke Turin pada Rabu lalu. Performa Szczesny sepanjang musim lalu bersama AS Roma terbilang cemerlang.

Menilik sepak terjang Sczcesny di 2016/17, Juve mantap untuk memboyongnya. Sesaat setelah bergabung, Szczesny mengekspresikan rasa suka citanya.

“Sungguh Juventus adalah tim yang luar biasa, tim yang selalu berada di lapangan untuk menang,” papar Szczesny.

“Tidak berarti hanya memenangkan pertandingan, tapi juga memenangkan trofi. Itulah yang membawa saya ke sini. Saya ingin memenangkan banyak trofi. Saya ingin menjadi seorang jawara, jadi saya berada di sini dan siap melaju.”

SIMAK JUGA: Juventus Umumkan Batal Boyong Patrik Schick

“Apakah ada faktor Buffon? Jelas. Ya, karena saya ingin meningkat, jadi tidak ada kesempatan yang lebih baik kecuali dengan berlatih bersama Gianluigi Buffon.”

“Dia adalah kiper terbaik sepanjang sejarah. Tidak hanya untuk sejarah sepakbola Italia, tapi juga dunia. Sekarang, saya punya kesempatan berlatih dengannya, saya ingin meningkat dan belajar.”

Szczesny merasa, apa yang dicapainya sejauh ini belum seberapa. Dia menilai penampilannya masih belum bisa dikategorikan sebagai pemain yang konsisten. Makanya, dia memilih tantangan membela Juve demi bisa mengambi banyak faedah dari seorang Buffon.

“Saya belum selesai. Saya seorang kiper yang selalu ingin meningkat. Saya eksplosif, saya senang membuat beberapa penyelamatan yang terlihat mustahil,” lanjutnya.

“Saya masih harus memperbaiki diri dalam hal konsistensi. Karena saya ingin menjadi kiper yang berada di level Buffon, atau setidaknya mendekati dia.”

“Anda harus mencapainya setahap demi setahap di setiap pertandingan. Tidak hanya dalam dua atau tiga laga per musim. Jadi harus meningkat,” tandasnya.