Presiden AS Roma Sindir Pergerakan Transfer AC Milan

Pallotta menganggap aktivitas transfer besar-besaran yang dilakukan Rossoneri tak masuk akal dan tak rasional seperti klub-klub lainnya.


OLEH    ERIC NOVEANTO      Ikuti di twitter


Presiden AS Roma, James Pallotta mengecam aturan Financial Fair Play (FFP) sembari menyebut aktivitas transfer AC Milan tidak masuk akal.

Pallotta, yang merupakan pebisnis asal Amerika Serikat, Kamis (27/7) kemarin berbicara kepada Sirius XM FC soal pergerakan bursa transfer pada musim panas ini termasuk Rossoneri yang merupakan rival timnya di Serie A Italia.

Salah satu kutipan pedasnya adalah terkait belanja besar yang dilakukan Milan sejauh ini mencapai €210 juta, jumlah yang besar setelah diambil alih oleh pengusaha asal Tiongkok, Yonghong Li.

AC Milan Belum Bayar Biaya Transfer Leonardo Bonucci & Lucas Biglia

“UEFA dalam hal Financial Fair Play telah benar-benar sepenuhnya jadi pertunjukan **** bagi kami. Kami seharusnya menjadi sesuatu yang melambangkan kualitas guna membalikkan keadaan dari pemilik sebelumnya,” sindir Pallotta.

“Ketika Anda mengaitkannya dengan AC Milan, saya tak habis pikir tentang apa yang terjadi di sana. Itu sama sekali tidak masuk akal. Jumlah [uang] yang dihabiskan, mereka tak punya uang pada mulanya untuk membeli tim, seperti mereka meminjam hampir €300 juta kepada seseorang yang saya kenal di London, dengan tingkat bunga yang cukup tinggi.”

“Mereka membelanjakan [uang], atau setidaknya membayar sejumlah uang panjar yang signifikan, untuk mendatangkan pemain dan mereka harus membayar sisanya di beberapa titik dalam perjalan ke depan.”

“Mereka bilan itu [dilakukan] demi lolos ke Liga Champions, namun itu tak akan cukup. Ketika pengeluaran gaji tampak sama dengan pendapatan, maka saya tak habis pikir apa yang terjadi di sana. Mereka satu-satunya di Serie A yang kehilangan pikiran!”

“Mungkin mereka punya rencana induk yang sangat besar dan akan kita ketahui bersama-sama suatu hari nanti, namun yang dilakukan tim-tim lainnya menurut saya lebih rasional.”

“Jika Anda [awak media] bisa menjelaskan [apa yang terjadi] di Milan maka jelaskanlah pada saya, karena saya tak bisa mengggambarkannya,” tukas sang presiden.