Menerka Susunan Timnas Indonesia Untuk SEA Games 2017

Berikut gambaran kekuatan skuat inti timnas Indonesia di SEA Games mengacu pada penampilan di kualifikasi Piala Asia U-23.


OLEH   AGUNG HARSYA     Ikuti @agungharsya di twitter


Kualifikasi Piala Asia U-23 berakhir dengan pencapaian minor bagi timnas Indonesia. Tim yang dilatih Luis Milla hanya mampu meraih empat poin hasil satu kali kemenangan telak 7-0 dari Mongolia dan satu kali imbang tanpa gol menghadapi tuan rumah Thailand. Satu pertandingan lagi ditandai dengan kekalahan 3-0 dari Malaysia pada laga perdana.

Usai melawan Thailand, Milla mengungkapkan penyesalan karena Indonesia tampil buruk pada pertandingan perdana. “Kami bermain jelek 25 menit saat melawan Malaysia dan membayarnya dengan mahal,” ujar pelatih asal Spanyol itu. Tetapi, Milla juga menyatakan kepuasan karena para pemain Indonesia terlihat sudah mampu menjalankan instruksi di lapangan. Jauh membaik dibandingkan ketika dikalahkan Malaysia.

Kegagalan melangkah ke putaran final Piala Asia U-23 membuat Milla harus mengalihkan fokus ke target berikutnya, yaitu SEA Games Kuala Lumpur yang dimulai pertengahan Agustus mendatang. PSSI memasang target tinggi: medali emas pertama di cabang sepakbola sejak 1991. Tantangan Milla kian besar.

Mengacu pada penampilan di kualifikasi Piala Asia U-23 sepanjang pekan lalu, berikut sejumlah catatan penampilan di setiap sektor timnas Indonesia serta prediksi tim inti Milla yang akan menjadi andalan di Kuala Lumpur.

SIMAK JUGA: Indonesia Tidak Sabar Bermain Di SEA Games

Penjaga Gawang

Milla memasang Satria Tama sebagai kiper utama pada laga perdana. Sayangnya, kiper Persegres Gresik United itu seperti demam panggung. Satria lemah mengantisipasi umpan-umpan silang pemain Malaysia dan tidak memiliki kemampuan dalam memberi komando di lini pertahanan. Pengalaman tampil 38 menit di pentas senior dalam uji coba melawan Puerto Riko bulan lalu ternyata belum cukup.

Masuk akal jika Milla melakukan pergantian pada laga melawan Mongolia. Kurniawan Kartika Ajie dijadikan kiper inti dan berhasil mempertahankan posisi itu pada laga pamungkas. Kurniawan tidak melakukan kesalahan berarti sehingga rasanya bakal menjadi kiper utama Indonesia di SEA Games. Kurniawan bersaing dengan Dicky Indriyana, yang meski menjadi kiper utama pada laga debut Milla melawan Myanmar beberapa waktu lalu, tidak tampil sama sekali di Bangkok.

SIMAK JUGA: PT LIB Berharap Klub Tidak Mainkan Pemain Timnas Indonesia U-22

Lini Pertahanan

Selama tiga kali menjalani uji coba internasional, Bagas Adi Nugroho selalu menjadi pilihan utama Milla. Begitu pula pada kualifikasi Piala Asia U-23. Bagas bahkan didapuk menjadi kapten tim. 

Rapuhnya lini belakang tim saat dikalahkan Malaysia tidak lantas melunturkan kepercayaan Milla terhadap Bagas. Bek Arema Cronus itu menjadi pengumpul menit bermain terbanyak Indonesia dengan penampilan selama 256 menit. Sebagai pasangan Bagas, Milla jelas masih membutuhkan pengalaman Hansamu Yama.

Kemudian, di posisi full back tampaknya Milla telah memiliki para kandidat yang kompetitif. Empat pemain yang ada memiliki kemampuan sesuai variasi taktik yang dikehendaki sang pelatih. Kemampuan bertahan Putu Gede dan Ricky Fajrin diimbangi dengan naluri agresif Gavin Kwan dan Rizaldi Hehanusa.

SIMAK JUGA: Ezra Walian Merapat Ke Bolton Wanderers

Lini Tengah

Lini tengah menjadi kelemahan Indonesia paling mencolok pada laga perdana. Tidak ada kemampuan dalam menjaga ritme permainan, begitu pula dalam mendistribusi bola. Masuknya Evan Dimas menjadi solusi atas masalah tersebut.

Muhammad Hargianto menjadi gelandang pilihan utama Milla dengan selalu menjadi starter dan tampil 251 menit (terbanyak setelah Bagas). Namun, Hargianto perlu menjaga temperamen karena dia mengumpulkan dua kartu kuning pada tiga laga kualifikasi Piala Asia U-23.

Satu posisi gelandang lain bakal ditempati Septian David Maulana atau Osvaldo Haay. Septian selalu menjadi starter, sedangkan Osvaldo dijadikan pemain inti pada laga kedua dan ketiga. Menariknya, jika dibutuhkan, keduanya dapat bergantian mengisi posisi sayap kiri.

SIMAK JUGA: Laga Persib Kontra Persija Pecahkan Rekor

Lini Serang

Marinus Wanewar adalah salah satu dari lima pemain yang mencatat lebih dari 200 menit penampilan sepanjang kualifikasi Piala Asia U-23. Bahkan, di ajang ini pula Marinus berkontribusi terhadap terciptanya tiga gol Indonesia. Selain satu gol yang dihasilkan, Marinus turut menyumbangkan dua assist.

Peran Marinus yang dapat menjadi pantulan bola disukai Milla. Sang pelatih juga tidak hanya terpaku pada Marinus. Yabes Roni dimainkan sebagai starter pada laga pamungkas menghadapi Thailand. Kemudian, saat strategi serangan mandek, Milla bahkan mendorong maju Hansamu menemani Marinus.

Jika di posisi sayap kiri Milla sudah nyaman dengan pilihan antara Septian atau Osvaldo, sayap kanan masih membutuhkan solusi. Milla tampaknya menyukai keterampilan Febri Haryadi. Tapi, di posisi yang sama, Saddil Ramdani menunjukkan diri bisa tampil efektif dan menyumbang dua gol ke gawang Mongolia.

Febri kerap terlihat lebih sering menggiring bola. Padahal, untuk membongkar pertahanan lawan dia dapat melepaskan umpan sederhana atau melakukan umpan satu-dua, misalnya. Tugas Milla sebelum SEA Games adalah mendorong agar Febri lebih memahami taktik dan perannya di atas lapangan sehingga tampil lebih efektif bagi tim.

SIMAK JUGA: Indonesia Mesti Fokus Sejak Awal SEA Games

Pelatih

Untuk menghadapi SEA Games, Milla tidak boleh lagi bermain-main dengan susunan tim inti. Memang sang pelatih berpegang pada keyakinan semua pemain yang dimilikinya dalam tim memiliki kemampuan setara dan sepadan. Namun, dia dituntut menghindari masalah serupa seperti saat dilibas Malaysia. Sejak turnamen dimulai, Milla harus mampu mencari formula dan karakter tim yang tepat untuk setiap tim yang dihadapi.

Secara obyektif, tim asuhan Milla menunjukkan perkembangan yang baik. Para pemain Indonesia mampu memperbaiki implementasi taktik ketika menghadapi Mongolia. Mereka juga mampu memberikan penampilan dengan determinasi tinggi pada laga penentuan menghadapi Thailand. Implementasi taktik tak boleh lagi menjadi kendala di Kuala Lumpur.

Dengan demikian, tugas Milla saat ini adalah menjaga suasana tim tetap kondusif dan fokus. Pelatih asal Spanyol itu total menurunkan 21 dari 23 pemain di dalam skuat kualifikasi Piala Asia U-23. Dua pemain yang tidak diturunkan adalah penjaga gawang ketiga Dicky Indriyana dan striker Ahmad Nur Hardianto yang mengalami cedera.

Para pemain akan dikumpulkan lagi pada 5 Agustus untuk persiapan berangkat ke Kuala Lumpur. Tidak ada perubahan berarti selain pemanggilan Ezra Walian yang kemungkinan besar mengisi posisi Nur Hardianto. Dari 23 pemain yang dimiliki Milla saat ini, akan dipilih 20 pemain untuk skuat SEA Games. Di sini, kemampuan pemain dalam bermain di banyak posisi sangat menentukan.