Keylor Navas, Ditolak Di Kosta Rika Hingga Dua Kali Mengangkat Trofi Liga Champions

Saat masih muda, kiper Real Madrid ini pernah ditolak karena posturnya dianggap tidak ideal, tetapi sekarang dia beredar di level top.


OLEH  Albert Pinero    Penyusun  Gunawan Widyantara     Ikuti di twitter


Tiga tahun sudah berlalu sejak Kosta Rika mencatat hasil luar biasa di lapangan hijau. Mereka sukses menembus babak delapan besar di Piala Dunia Brasil yang tidak hanya mencuri perhatian fans sepakbola di seluruh dunia, namun ikut melambungkan sejumlah nama. 

Keylor Navas adalah ikon revolusi sepakbola Kosta Rika. Ketika itu dia masih berkostum Levante dan bisa menyuguhkan sederet performa gemilang di Brasil 2014 yang mengantarkannya ke pintu Santiago Bernabeu. Setelah pesta sepakbola paling akbar sejagat tersebut, Navas mendapat perhatian besar di negarana – terutama di kota Perez Zeledon.

SIMAK JUGA: Keylor Navas Siap Pertahankan Tempatnya Di Real Madrid

Di sana Navas dipuja layaknya pahlawan, dia diarak menggunakan mobil mewah dan mendapat kunci kota. Nama Navas diagungkan oleh puluhan bahkan ratusan ribu fans sepakbola. Tidak berhenti di sana, nama Navas bakal diabadikan menjadi nama stadion yaitu Estadio Municipal Keylor Navas Gamboa, menggantikan nama Municipal Stadium, tentu saja ini sebuah penghargaan terbesar dalam kariernya.

Di antara usia 12 dan 14 saat Navas masih belajar bersama Escuela de Futbol Pedregoso, dia mendapat kesempatan melakoni trial bersama Club Municipal Perez Zeledon. Klub tersebut pernah dibela ayahnya hingga punya arti khusus, sayang karena dianggap punya postur kecil, dia mendapat penolakan.

Meski demikian episode tidak sedap tersebut sama sekali tidak memadamkan api semangat Navas, terbukti markas klub yang pernah menolaknya itu kelak akan menggunakan namanya.

Belum memang, karena aturan di Kosta Rika baru mengizinkan penggunaan nama sebagai sebuah tempat ketika orang tersebut telah meninggal dunia. Stadion itu masih bernama Municipal namun satu hal yang pasti Municipal Perez Zeledon pasti menyesal sepanjang masa karena pernah menolak pemain yang sekarang menjadi pahlawan sekaligus legenda di Kosta Rika dan salah satu ikon Real Madrid.

Kehidupan Navas pada awalnya tidak sepenuhnya mudah. Pada usia delapan, Keylor merapat ke Escuela de Futbol Pedregoso. Episode ini digagas oleh Juan de Dios Madriz, sang pendiri sekolah. “Dia bisa menendang dengan kedua kaki; kecil tapi lincah,” ujarnya memberi penilaian pada Navas sewaktu kecil.

KEYLOR NAVAS

Juan de Dios menggaetnya hanya karena mendengar Navas punya bakat bagus sebagai penjaga gawang. Dia kemudian berbicara pada ibu Navas, Sandra, yang setuju untuk  kemudian dengan rutin membawa anaknya dengan motor Suzuki 80cc ke tempat latihan.

Tidak lama kemduian orang tua Navas harus pergi ke Amerika Serikat untuk bekerja, jadi yang membesarkannya di Kosta Rika adalah Juan, sang kakek. Juan -yang juga dianggap Navas sebagai ayah – dengan telaten membawanya ke sejumlah pertaindingan dan sering mengajaknya berkeliling menggunakan mobil Toyota berwarna hijau yang dideskripsikan sudah sangat tua.

Keylor Navas Real Madrid celebration

Dari Escuele de Futbol Pedregoso dan ditolak Club Municipal Perez Zeledon, Navas lalu merapat ke Dportivo Saprissa di San Jose. Dari sana, Navas mendapat kesempatan mengenakan kostum Albacete, Levante dan Real Madrid untuk menciptakan sejarah yang sudah kita ketahui bersama.

SIMAK JUGA: Keylor Navas Desak Real Madrid Pertahankan Cristiano Ronaldo

Salah satu yang Navas kerjakan setelah resmi memperkuat Madrid adalah membelikan kakeknya sebuah mobil KIA anyar. Ini adalah sebuah penghargaan pada sang kakek karena selalu membantu hingga menjadikan dirinya seperti sekarang. 

Dahulu Navas hanyalah seorang anak kecil dan tidak seorangpun bakal menyangka nama Navas akan begitu melegenda di Kosta Rika dengan memenangkan dua gelar Liga Champions bersama tim paling sukses di dunia, Real Madrid.
 

Footer Goal Indonesia Instagram