Kedalaman Skuat Bayern Munich Yang Bikin Iri Rival

Kedatangan lima pemain baru di musim panas ini membuat komposisi skuat Bayern kian menyeramkan. Saatnya menggondol trofi Liga Champions?


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter


Awal pekan ini, bursa transfer sepakbola disuguhkan oleh sebuah kepindahan mengejutkan. Setelah selama ini berada di bawah radar, Bayern Munich tiba-tiba mengumumkan kedatangan bintang Kolombia James Rodriguez dari Real Madrid dengan status pinjaman selama dua tahun pada Selasa (11/7).

James awalnya santer dikaitkan dengan Inter Milan, Manchester United, dan Paris Saint-Germain. Rumor ke Bayern memang ada, namun tidak segencar ketiga klub di atas. Die Roten menebus sang playmaker kidal dengan biaya €5 juta per tahun dan dilaporkan bisa mempermanenkannya senilai €35,2 juta di akhir masa peminjaman.

“Saya mohon pengertian bahwa kami tidak bisa mengungkap setiap rencana kami,” ungkap CEO Bayern Karl-Heinz Rummenigge ketika ditanya perihal transfer tak terduga James ini. “Kami akan tetap mempertimbangkan semua pilihan hingga hari terakhir bursa transfer dan kami akan terus mengawasi apa yang terjadi dan mendiskusikan pilihan secara internal.”

SIMAK JUGA: James Sang Pengembara: Dari Banfield Hingga Bayern

Bayern memang sudah lama menerapkan kebijakan “transfer diam-diam” dalam beberapa tahun terakhir ini. Xabi Alonso, Renato Sanches dan kehadiran rekrutan anyar lain di musim panas ini, Corentin Tolisso, adalah contoh lain.

Dalam hal membuat para rival kecewa karena target transfer mereka direbut, Bayern memang ahlinya. Lewat kekuatan finansial, citra klub yang selalu terjaga, manajemen profesional, dan sejarah mentereng, Bayern adalah magnet kuat yang mampu menarik siapa pun, sekalipun bukan pemain idaman mereka.

Pesona itulah yang mungkin tidak dimiliki klub besar lain. Oleh karena itu, perekrutan James, Tolisso, bersama Serge Gnabry, Niklas Sule dan Sebastian Rudy tidak hanya membuat kedalaman skuat The Bavarians kian solid, namun juga membuat iri tim-tim lain.

GFXID Bayern XI

Bursa transfer musim panas memang belum ditutup, namun dengan skuat saat ini pelatih Carlo Ancelotti sudah bisa memainkan dua tim yang sama kuatnya. Di sepanjang musim 2016/17, Ancelotti selalu konsisten memakai formasi 4-2-3-1. Pakem serupa kiranya akan dipertahankan oleh sang trainer Italia di musim 2017/18.

Manuel Neuer mungkin masih belum punya pelapis sepadan. Beruntung, kehadiran empat bek di depan gawang berikut para pelapisnya yang punya kualitas tidak berbeda jauh, membuat siapa pun kipernya tidak jadi masalah.

Lini belakang yang digawangi bek top seperti Mats Hummels, Jerome Boateng, Javi Martinez, dan David Alaba barangkali menjadi sektor terkuat Bayern. Pensiunnya Philipp Lahm memunculkan sedikit lubang di sisi kanan pertahanan, namun jika Ancelotti lebih berani memainkan Joshua Kimmich maka isu ini akan teratasi dengan mudah.

SIMAK JUGA: Ancelotti: Tolisso Pas Gantikan Alonso

Di lini tengah, dua gelandang jangkar bakal dipasang untuk memberikan proteksi menyeluruh. Kepergian Xabi Alonso bakal ditutup oleh dua pemain anyar sekaligus, Rudy dan Tolisso. Sedangkan Arturo Vidal adalah tipikal gelandang tidak tergantikan sehingga Sanches harus berusaha sekuat tenaga untuk menembus Starting XI .

Thiago Alcantara sejatinya bisa ditempatkan sebagai gelandang sentral. Namun mengingat di musim lalu Ancelotti lebih doyan memakai Thiago ke area ofensif, maka eks gelandang Barcelona ini diperkirakan bakal bersaing langsung dengan James untuk berebut posisi sebagai playmaker.

Kasus spesial bakal menghampiri Thomas Muller. Kehadiran James membuat Muller tersisih di posisi favoritnya, yakni sosok yang bergerak bebas di belakang striker andalan Robert Lewandowski. Muller, yang baru saja menjalani musim termandul dalam kariernya, sepertinya harus puas menjadi deputi Lewandowski. Beruntung, ia adalah penyerang serbabisa sehingga bermain 40 partai per musim rasanya masih bisa dilakoni. 

Carlo Ancelotti FC Bayern 20052017 Dengan skuat super, Ancelotti kini dituntut lebih.

Di area sayap, kegemaran Ancelotti dalam memainkan duo winger veteran, Arjen Robben dan Franck Ribery, diperkirakan masih akan berlanjut di musim depan. Inilah yang membuat Gnabry dikabarkan masih ragu-ragu untuk memilih menjadi pelapis Robbery atau pergi ke klub lain dengan status pinjaman.

Jangan lupakan Kingsley Coman yang telah dipermanenkan dari Juventus. Winger belia Prancis ini memiliki prospek yang lebih baik ketimbang Douglas Costa, yang tinggal selangkah lagi bergerak ke arah berlawanan (Juventus). Bayern juga masih memiliki youngster potensial seperti Fabian Benko, Niklas Dorsch, hingga Felix Gotze, yang merupakan adik kandung dari Mario Gotze.   

Kehadiran lima pemain anyar tersebut pada akhirnya hanya akan membuat kedalaman skuat Bayern semakin sulit ditandingi oleh tim Jerman mana pun. Dengan demikian, Ancelotti dan pasukannya sudah seharusnya bisa berbicara lebih banyak di level Eropa. Juara Liga Champions menjadi target yang harus mereka wujudkan di musim depan, mumpung komposisi skuat sedang bagus-bagusnya.