Gede Widiade Sebut Penangguhan Pemain U-23 Ada Dampak Positif & Negatif

Penangguhan ini mulai berlaku dari 3 Juli sampai dengan 30 Agustus 2017.


OLEH   MUHAMMAD RIDWAN


Direktur utama Persija Jakarta Gede Widiade, menyebut penangguhan regulasi pemain U-23 di Liga 1, tidak sepenuhnya bersifat negatif. Itu karena ia merasa setiap keputusan yang diambil pasti ada kelebihan serta kekurangannya.  

PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menangguhkan regulasi pemain U-23 mulai 3 Juli sampai dengan 30 Agustus 2017. Langkah ini dilakukan karena persebaran pemain di klub yang dipanggil timnas Indonesia U-22 untuk mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-23 dan SEA Games 2017 tidak merata.

SIMAK JUGA: Boaz Solossa & Addison Alves Jadi Momok Buat Persija Jakarta

Selain itu, penangguhan ini adalah untuk menjaga kualitas kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Tanah Air. Pergantian pemain pun ikut berubah, yang sebelumnya lima menjadi tiga sampai dengan batas waktu yang sudah ditetapkan.

“Kalau saya menyikapi ada dua hal. Satu yang bersifat tergesa-gesa, tidak disosialisasikan kepada peserta. Juga ada positifnya, kita lihat positifnya berarti kepastian hukum sudah terjadi dengan diadakannya perubahan regulasi ini,” kata Gede, Kamis (6/7). 

“Tapi yang kemarin banyak saya dengar dan ini menjadi bahan pertimbangan beberapa teman kecewa karena ini bersifat tergesa-gesa, tidak disosialisasikan, tidak dihitung waktu pemberlakuannya. Bayangkan kalau sebuah tim sekarang yang kemarin itu sangat tergantung dengan U-23 pada saat pemainnya dipakai lalu dia memakai pemain kedua U-23 nya itu dimainkan yang mengakibatkan pemainnya tidak full kapasitas pemainnya, pada saat diberlakukan ketentuan ini pasti mereka akan sangat dirugikan,” tambahnya.

SIMAK JUGA:  Luiz Junior Belum Aman Di Persija Jakarta

Meski begitu, Gede menegaskan Persija tidak mengalami dampak yang terlalu besar dengan keputusan tersebut. Sebab, ia menjelaskan kemampuan para pemain Persija yang U-23 hingga senior tak timpang terlalu jauh.

“Kalau di Persija diberlakukan atau tidak diberlakukan, hampir tidak terasa. Karena U-23 kami yang dipakai dengan yang ada dengan tempat kami itu hampir sama. Kedua antara pemain U-23 yang dipakai sama timnas dengan pemain senior kami kualitasnya hampir sama,” ucapnya.

Footer Goal Indonesia Instagram