Gabung AC Milan Setelah Perkuat Inter Milan Dan Juventus, Leonardo Bonucci Ikuti Jejak Para Legenda

Bek berusia 30 tahun itu akan tercatat sebagai pemain kesepuluh yang pernah bermain untuk ketiga klub raksasa Italia tersebut.


OLEH DIMAS PANJI SETYADI   Ikuti di twitter


Leonardo Bonucci telah sepakat untuk bergabung dengan AC Milan, ia datang setelah memutuskan meninggalkan Juventus, dan pada awal karirnya ia juga pernah membela Inter. Hal itu membuatnya tercatat sebagai pemain yang cukup langka.

Bek berusia 30 tahun itu akan tercatat sebagai pemain kesepuluh yang pernah bermain untuk tiga klub raksasa Italia, Inter, Juventus, dan Milan.

SIMAK JUGA – RESMI: Leonardo Bonucci Membelot Ke AC Milan

EMBED ONLY Leonardo Bonucci AC Milan GFX

Ketiga klub itu adalah yang paling sukses di Italia sepanjang sejarah, 60 persen gelar juara kompetisi teratas Italia berada di tangan mereka.

Terdapat rivalitas besar di antara ketiga klub tersebut. Sehingga tidak banyak pemain yang pernah bermain untuk ketiga tim itu.

SIMAK JUGA: Mengapa Leonardo Bonucci Tinggalkan Juventus Untuk AC Milan?

Sebelum Bonucci terdapat beberapa nama besar yang pernah memperkuat ketiga klub tersebut. Nama-nama legenda Italia seperti Guiseppe Meazza, Andrea Pirlo, dan Roberto Baggio pernah melakukannya.

Begitupula para bintang dunia dari negara lain seperti Zlatan Ibrahimovic, Edgar Davids, dan Patrick Vieira.

SIMAK JUGA: Sambutan Meriah Suporter AC Milan Untuk Leonardo Bonucci 

Nampaknya hanya para pemain spesial yang mampu bermain untuk ketiga klub besar Italia tersebut dalam karirnya.

Berikut adalah sembilan pemain yang pernah menjadi Bianconero, Nerazzurro, dan Rossonero:

 

ANDREA PIRLO [Inter 1998/2001, Milan 2001/11, Juventus 2011/15]

Pirlo tumbuh sebagai suporter Inter, kepindahan sang gelandang dari Brescia menuju Nerazzurri pada 1998 merupakan suatu impian yang menjadi nyata baginya.

Namun Pirlo muda kala itu gagal menembus tim utama Inter, ia hanya tampil dalam 22 laga di ajang Serie A dalam tiga musim. Ia juga sempat dipinjamkan ke Reggina.

Andrea Pirlo Inter

Pirlo berlabuh di AC Milan dengan biaya transfer mencapai €17 juta dan menyertakan Dražen Brnčić untuk menyeberang ke Inter.

Di Milan, Pirlo memainkan peran baru. Sebelumnya ia merupakan gelandang serang tapi bersama Rossoneri ia berperan lebih dalam sebagai regista.

Pirlo pun berhasil berkembang hingga menjadi salah satu gelandang terbaik di dunia bersama Milan. Ia berhasil mempersembahkan masing-masing dua gelar juara Serie A dan Liga Champions.

Luigi Di Biagio, Andrea Pirlo - Milan-Inter 2003

Jelang bergulirnya musim 2001/02 Inter memilih untuk melepas sang gelandang. Pirlo kemudian justru menyeberang ke klub asal kota Milan lainnya.

Akan tetapi setelah sepuluh tahun berkarir di Milan, Pirlo kemudian tidak memperpanjang kontrak dan pindah ke Juventus secara bebas transfer pada 2011.

Nagatomo Yuto Andrea Pirlo Juventus Inter Serie A 02022014

Bersama Juve, Pirlo juga mampu bersinar. Ia berperan vital di lini tengah Bianconeri dan mempersembahkan empat gelar juara Serie A dan satu trofi Coppa Italia untuk mereka sebelum hengkang ke New York City FC pada Juli 2015.

 

EDGAR DAVIDS [Milan 1996/97, Juventus 1997/2004, Inter 2004/05]

Football's most notorious bans | Edgar Davids

Davids dikenal dengan penampilan tak kenal lelah, gaya rambut ekstentrik, serta kaca mata yang ia gunakan saat bermain. Ia memainkan peran penting di lini tengah Juve era Marcello Lippi.

Akan tetapi, pertama kali gelandang asa Belanda itu menginjakkan kaki di Italia adalah saat bergabung dengan Milan. Davids bergabung pada 1996 setelah membawa Ajax dua kali beruntun tampil di final Liga Champions.

Davids memperkuat Milan selama 18 bulan, dan hanya tampil 19 kali di liga. Ia kemudian pindah ke Juve pada Januari 1998.

Ia meraih kesuksesan di Turin dengan mempersembahkan tiga gelar juara Serie A dan mencatatkan lebih dari 200 penampilan.

Edgar Davids FC Internazionale

Davids kemudian hengkang ke Barcelona pada Januari 2004 sebagai pemain pinjaman, setelah hanya enam bulan berkarir di sana ia kembali ke Italia untuk berlabuh di Inter secara bebas transfer.

Karirnya bersama Inter juga tidak lama. Pada Juli 2005 Davids berkelana ke Inggris untuk memperkuat Tottenham Hotspur. Ia kemudian juga sempat kembali ke Ajax sebelum mengakhiri karirnya di Inggris untuk memperkuat Crystal Palace pada 2010 dan pensiun di Barnet pada 2014.

 

ZLATAN IBRAHIMOVIC [Juventus 2004/06, Inter 2006/09, Milan 2010/12]

Penyerang yang memang dikenal kerap berganti klub ini berhasil mempersembahkan Scudetto untuk ketiga klub raksasa Italia tersebut, meski dua gelar yang ia menangkan di Turin kemudian dibatalkan karena skandal calciopoli.

Setelah bergabung dengan Juve dari Ajax dengan nilai transfer €16 juta, Ibrahimovic menjadi pemain penting di tim asuhan Fabio Capello. Ia kerap menggeser sang kapten Alessandro Del Piero di posisi inti.

Zlatan Ibrahimovic Juventus

Penyerang berkebangsaan Swedia itu kemudian berhasil mencetak 26 gol dalam 92 laga, tapi atas keinginannya sendiri ia memilih hengkang ke Inter setelah Juventus mendapatkan hukuman degradasi ke Serie B.

Tiga musim bermain di Inter, Ibra selalu berhasil meraih gelar juara Serie A di setiap tahunnya. Setelah itu ia hengkang ke Barcelona dengan nilai transfer mencapai sekitar €70 juta.

Ibrahimovic Inter trophy 2

Hubungannya yang kurang baik dengan sang pelatih Barca kala itu, Pep Guardiola, membuatnya tidak betah dan memutuskan kembali ke Italia satu tahun kemudian.

Ibra dipinjamkan ke Milan selama satu musim. Di bawah arahan Massimilano Allegri, Ibra mencetak 21 gol dalam 41 laga dan membawa Rossoneri menjuarai Serie A.

Zlatan Ibrahimovic - Juventus, Inter y Milan 14022015

Milan kemudian merekrut Ibra secara permanen pada 2011 dengan biaya mencapai €24 juta. Ia berhasil mencetak 28 gol di ajang Serie A 2011/12 tapi itu tidak cukup untuk menghalangi Juve meraih Scudetto.

Ibra kemudian dilepas ke Paris Saint-Germain dengan nilai transfer €20 juta pada Juli 2012.

 

ROBERTO BAGGIO [Juventus 1990/95, Milan 1995/97, Inter 1998/2000]

Roberto Baggio Juventus 01041995

Kepindahan pemain bergaya rambut kuncir kuda itu ke Juventus membuat para penggemar Fiorentina marah. Tapi Baggio mampu bersinar bersama Bianconeri lewat 115 gol dalam 200 laga dan mempersembahkan gelar juara Serie A, Coppa Italia, dan Piala UEFA.

Kemunculan Alessandro Del Piero muda membuat posisi Baggio terdesak untuk pergi. Ia kemudian hengkang ke Milan dan sukses membawa Rossoneri memenangkan gelar juara Serie A 1995/96.

Roberto Baggio Milan

Setelah menjalani musim kedua yang buruk, sang penyerang mencoba untuk bangkit dengan bergabung ke Bologna. Baggio kemudian sukses mencetak 22 gol dalm 30 laga di Serie A dan mendapatkan tempat untuk tampil di bersama timnas Italia di Piala Dunia 1998.

Ia kemudian hengkang ke Inter. Baggio bermain selama dua musim bersama Nerazzurri sebelum bermain empat musim di Brescia dan memutuskan pensiun pada 2004.

Roberto Baggio Inter

 

CHRISTIAN VIERI [Juventus 1996-97, Inter 1999-2005, Milan 2005-06]

Vieri mencetak 14 gol dalam 37 laga untuk Juventus pada musim 1996/97 dan membantu klub meraih Scudetto.

Christian Vieri Ajax Juventus UEFA Champions League 09041997

Sang penyerang kemudian dijual ke Atletico Madrid dengan nilai transfer mencapai sekitar €18 juta, setelah mencetak 24 gol dalam 24 laga di ajang La Liga Spanyol, Vieri kembali ke Italia untuk membela Lazio.

Setelah menjalani musim yang sukses di klub asal kota Roma itu, Vieri hengkang ke Inter dan menciptakan rekor transfer itu yang bernilai €49 juta.

Christian Vieri Inter

Vieri tampil tajam dalam enam musim memperkuat Inter, ia membantu Nerazzurri menjuarai Coppa Italia 2005. Setelah itu ia pindah ke Milan untuk menjalani musim 2005/06.

Sejak saat itu ia tidak mendapatkan banyak kesempatan bermain, Vieri hanya mencetak satu gol dalam delapan laga di ajang Serie A dalam enam bulan memperkuat Milan.

Christian Vieri Carlo Ancelotti

Vieri kemudian lebih sering berganti klub. Ia sempat bermain untuk AS Monaco, Sampdoria, Atalanta, dan Fiorentina, sebelum pensiun pada 2009.

 

PATRICK VIEIRA [Milan 1995-96, Juventus 2005-06, Inter 2006-10]

Meski punya kesempatan bermain untuk tiga klub terbaik di Italia, Vieira tidak mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya selama bermain di negara tersebut.

Gelandang asal Prancis itu hanya bermain dua kali untuk Milan setelah dierkrut dari Cannes pada 1995. Satu tahun kemudian ia hengkang ke Arsenal dengan nilai transfer £3,5 juta.

Ia kemudian bermain selama sembilan musim di Liga Primer Inggris itu, dalam periode tersebut Vieira mampu menjelma menjadi salah satu gelandang terbaik dunia. Pemain yang turut membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 dan Euro 2000 itu lalu melanjutkan karirnya di Juventus pada musim 2005/06.

Patrick Vieira Cesc Fabregas Juventus Arsenal 2006

Vieira tidak bisa menampilkan performa terbaiknya di sana karena diganggu masalah cedera kunci paha. Ia turut membantu Juve meraih scudetto namun gelar itu kemudia dicabut karena skandal calciopoli.

Sang gelandang kemudian menghabiskan empat musim bersama Inter. Tapi Vieira tidak pernah bisa mencatatkan lebih dari 20 penampilan dalam satu musim di ajang Serie A, meski Nerazzurri sukses menjadi juara empat tahun secara beruntun.

Mantan kapten Arsenal itu kemudian kembali ke Inggris untuk bergabung dengan Manchester City dan pensiun di sana pada akhir musim 2010/11.

 

ALDO SERENA [Inter 1978-79, 81-82, 83-84, 87-91, Milan 1982-83, 1991-93, Juventus 1985-87]

Dengan empat periode memperkuat Inter dan dua periode bersama Milan, Serena tercatat sebagai pemain yang paling sering pindah di antara ketiga klub tersebut.

Setelah meraih Scudetto bersama Inter dan Juve, ia meraih gelar juara liga dua kali secara beruntun bersama Milan era Fabio Capello.

Serena merupakan Capocannoniere saat membawa Inter meraih Scudetto pada 1989, ia juga memenangkan Piala UEFA saat memperkuat Nerazzurri.

 

ENRICO CANDIANI [Inter 1937-46, Juventus 1946-47, Milan 1949-50]

Candiani bermain dalam lebih dari 200 laga bersama Inter, ia memenangkan Coppa Italia pada 1939 dan Scudetto 1940. Setelah meninggalkan Nerazzurri ia mencetak 15 gol dalam 35 laga dalam satu musim memperkuat Juventus, sebelum menghabiskan dua tahun bersama Pro Patria.

Ia kemudian juga sempat bermain satu musim untuk Milan, sebelum menghabiskan sisa karirnya di Livorno dan Foggia.

 

GUISEPPE MEAZZA [Inter 1927-40, 46-47, Milan 1940-42, Juventus 1942-43]

Giuseppe Meazza

Meazza merupakan seorang legenda yang namanya secara resmi menjadi sebutan untuk kandang Inter, Stadio Guiseppe Meazza.

Dia mencetak 241 gol dalam 348 laga untuk Inter, dan memenangkan tiga gelar juara Serie A, sebelum bermain dalam 37 laga untuk Milan.

Meazza kemudian menghabiskan satu musim karirnya di Juventus, sebelum kembali ke Inter setelah sempat memperkuat Varese dan Atalanta.

Ia merupakan salah satu permain terbaik Italia. Meazza turut mencetak 33 gol dalam 53 penampilannya memperkuat tim Azzurri dan memenangkan Piala Dunia pada 1934 dan 1938.