Dua Brimob Ditusuk, Pemain Bhayangkara FC Dilarang Keluar Sembarangan

Upaya ini dilakukan karena mayoritas pemain Bhayangkara FC merupakan anggota polisi aktif.


OLEH   MUHAMMAD RIDWAN


Aksi penusukan yang terjadi terhadap dua anggota Brimob yakni AKP Dede Suhatmi dan Briptu M Syaiful Bakhtiar di Masjid Falatehan, Mabes Polri, semalam, (30/6), membuat para pemain Bhayangkara FC tidak boleh keluar sembarangan dari mes. Upaya ini dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Langkah yang diambil Bhayangkara FC dirasa wajar. Mengingat tempat tinggal Evan Dimas dan kawan-kawan di kawasan Jalan Wijaya XV yang dekat dengan lokasi kejadian perkara. Apalagi, mayoritas pemain The Guardian merupakan anggota polisi aktif.

SIMAK JUGA: Bhayangkara FC Tak Sabar Hadapi Barito Putera

Oleh karena itu, pemain-pemain Bhayangkara FC diminta waspada. Sebab, teror terhadap polisi bukanlah yang pertama kalinya terjadi di Indonesia.  

“Ada imbauan kepada pemain agar tidak keluar mess dahulu kecuali kalau ada keperluan mendesak,” kata media officer Bhayangkara FC Eko Yudiono.

SIMAK JUGA: Bhayangkara FC Ingin Regulasi Pemain U-23 Benaran Dihapus

Sebelumnya, dua anggota Brimob tersebut ditusuk sangkur ketika menjalani salat Isya. Akibatnya, Dede dan Syaiful harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan serius. 

Pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan terorisme itu terpaksa ditembak mati karena ingin melawan petugas yang mengejarnya. Hingga kini masih belum diketahui apa motif dari pelaku melakukan aksi tersebut.

Footer Goal Indonesia Instagram