Aspek Terpenting Dalam Bermain Sepakbola Menurut Giovane Elber & Yeyen Tumena

Elber menegaskan pentingnya kerja sama tim, dan Yeyen menyarankan para pemain muda Indonesia meningkatkan kemampuan berkmomunikasi di lapangan.


OLEH DIMAS PANJI SETYADI   Ikuti di twitter


Bagi legenda Bayern Munich Giovane Elber sepakbola adalah tentang sikap saling menghormati dan kerja sama tim , sementara mantan bek timnas Indonesia Yeyen Tumena menegaskan pentingnya kemampuan berkomunikasi agar bisa mengembangkan karier sepakbola di luar negeri.

Elber dan Yeyen membagi ilmu dan pengalamannya sebagai pesepakbola Internasional dalam acara “Coach to Coach” dalam sesi konferensi pers penyelenggaraan Allianz Junior Football Camp 2017 yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (8/7).

Mereka turut menyampaikan pesan kepada para pemain muda untuk bisa berkembang menjadi pesepakbola yang lebih baik lagi.

Bagi Elber, yang pernah memperkuat beberapa klub Eropa, seperti AC Milan, Vfb Stuttgart, FC Bayern, dan Olympique Lyon, sepakbola adalah tentang rasa saling menghormati.

SIMAK JUGA: Allianz Junior Football Camp 2017 Akan Bawa Dua Talenta Muda Indonesia Ke Jerman

“Nilai yang ada di sepakbola adalah tentang menghormati orang lain. Negara, bahasa, dan agama yang berbeda bukan halangan, itu justru bisa memembuat para pemain lebih berkembang,” kata Elber, penyerang yang mencetak 139 gol dalam 265 penampilannya bersama Bayern pada periode 1997-2003.

“Hal yang terpenting adalah kerja sama tim, di sepakbola saya tidak mungkin meraih gelar juara sendirian, semua saya raih bersama rekan-rekan setim,” ujar peraih empat gelar juara Bundesliga Jerman, dua gelar Ligue 1 Prancis (bersama Lyon), dan juara Liga Champions musim 2000/01 tersebut.

Sementara bek timnas Indonesia di era 1990-an, Yeyen, menyampaikan pentingnya kemampuan berkomunikasi bagi para pemain muda Indonesia yang ingin mengembangkan karirnya di luar negeri. 

“Para pemain Indonesia agak kurang [bagus] dalam hal melakukan komunikasi. Kalau kita melihat tim lain main di lapangan itu ribut luar biasa, tapi tim Indonesia kalau main bola pada diam, sunyi, karena jarang berkomunikasi,” ujar Yeyen.

SIMAK JUGA – Giovane Elber: Pemain Muda Butuh Kompetisi

“Padahal di sepakbola, permainan yang simple adalah dengan melakukan komunikasi, kita bisa mengingatkan teman dan kemudian membaca situasi.”

Yeyen mengungkapkan kegagalan gelandang muda Indonesia Evan Dimas mendapatkan klub di Spanyol salah satunya disebabkan sulitnya sang pemain berkomunikasi dengan pemain lain di lapangan.

“Salah satu alasan yang membuat Evan Dimas tidak lolos di Spanyol adalah masalah komunikasi dengan pemain lain,” tambahnya.

SIMAK JUGA: Jadi Pemenang Allianz Junior Football Camp 2016, Dua Remaja Indonesia Ini Berangkat Ke Munich

“Saya mendapat masukan dari pelatih dan pemandu bakat di sana [Spanyol] bahwa salah satu aspek terpenting untuk memilih pemain adalah dari kemampuan komunikasi, walaupun bahasa yang digunakan berasal dari negara masing-masing, yang terpenting secara prinsip sang pemain sudah dianggap bisa membaca permainan dan membantu rekan-rekannya beradaptasi dengan permainan yang diinginkan pelatih.” 

“Jika berbicara tentang bahasa, bahasa sepakbola sebenarnya sudah mendunia, para pemain Indonesia harus mau belajar lebih banyak dalam berkomunikasi, karena komunikasi adalah hal yang terpenting dalam sepakbola,” ungkap mantan bek yang pernah memperkuat Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta tersebut.