John Terry Ungkap Momen Terbaik Dalam Karirnya

John Terry menilai gelar juara Liga Champions adalah yang paling berharga dibanding pencapaian lain dalam karirnya bersama Chelsea dan Inggris.


OLEH DIMAS PANJI SETYADI   Ikuti di twitter


Kapten Chelsea yang akan segera hengkang John Terry mengatakan kesuksesan meraih gelar juara Liga Champions bersama The Blues pada 2012 adalah momen terbaik dalam karirnya.

Terry tidak bermain di laga final kontra Bayern Munich karena menjalani skorsing, tapi ia tetap menilai keberhasilan menjuarai kompetisi paling bergengsi untuk klub papan atas Eropa itu lebih berharga dibanding pencapaian lainnya.

Sang bek tengah berpendapat seperti itu karena ia telah merasakan beberapa kegagalan dan beratnya perjalanan untuk akhirnya bisa menjadi juara Liga Champions. Terry merasakan empat kali gagal di semi-final dan kalah adu penalti dari Manchester United di final 2008 yang berlangsung di Moskwa. Kala itu ia gagal mengeksekusi penalti.

SIMAK JUGA: John Terry Desak Chelsea Aktif Di Bursa Transfer

terry champions league final 2008

Terry sudah memperkuat tim utama Chelsea selama 19 tahun dan berhasil meraih 17 trofi, tapi baginya trofi Liga Champions adalah yang paling favorit.

“Liga Champions, itu bukan hanya trofi yang indah, tapi juga karena betapa sulitnya berjuang selama beberapa tahun demi memenangkannya,” ujar Terry kepada situs resmi Chelsea terkait trofi favorit dalam karirnya.

John Terry Chelsea Champions League final 2012

“Dalam periode dua atau tiga tahun kami mungkin seharusnya sudah bisa memenangkannya tapi kami gagal dan itu menunjukkan betapa sulit dan besarnya kompetisi itu.”

“Anda bermain menghadapi para pemain dan klub terbaik di dunia, menguji diri anda untuk menghadapi yang terbaik selalu jadi hal yang bagus dan untuk menghadapi rintangan terakhir (final), meski saya tidak bermain, tetap saja sejauh ini hal itu menjadi momen terbaik dalam karir saya.”

SIMAK JUGA: John Terry Belum Putuskan Masa Depan

“Trofi Liga Champions lebar dan besar, tapi tidak seberat trofi Liga Primer,” kata bek berusia 36 tahun itu.

Setelah kontraknya habis di Chelsea pada 30 Juni 2017, Terry masih belum menentukan tujuan berikutnya. Ia memilih hengkang setelah musim ini berkahir, setelah gagal menembus tim inti arahan sang manajer Antonio Conte.