Toni Kroos: Perubahan Taktik Bawa Real Madrid Taklukkan Atletico Madrid

Cristiano Ronaldo mencetak hat-trick untuk membawa Madrid menang 3-0 atas Atletico, Kroos merasa perubahan taktik berperan besar di laga tersebut.


OLEH DIMAS PANJI SETYADI   Ikuti di twitter


Gelandang Real Madrid Toni Kroos merasa perubahan taktik dari sang pelatih Zinedine Zidane berperan krusial membawa timnya mendominasi pada kemenangan 3-0 atas Atletico Madrid dalam leg pertama semi-final Liga Champions, Rabu (3/5) dini hari WIB.

Cristiano Ronaldo menjadi bintang setelah berhasil mencetak hat-trick ketujuh sepanjang karirnya berlaga di ajang Liga Champions. Tiga gol yang ia cetak membawa Madrid kian dekat dengan partai final.

Kroos juga tampil hebat di lini tengah, baik dalam permainan terbuka maupun mengeksekusi bola mati. Gelandang asal Jerman itu memberikan pujian pada Zidane yang sukses menerapkan taktik yang efektif untuk menaklukkan tim asuhan Diego Simeone.

SIMAK JUGA: Ronaldo Hat-trick, Madrid Dekati Final

Atleti bermain dengan Antoine Griezmann dan Kevin Gameiro di lini serang tapi lini tengah mereka tidak bisa menyuplai bola ke dua penyerang asal Prancis tersebut. Hal itu disebabkan Casemiro dan Luka Modric berpatroli di area tengah dan Isco bermain di posisi nomor 10.

“Ini hasil yang sangat bagus. Ini lebih dari yang kami harapkan – laga hebat, hasil yang hebat tapi ini hanya leg pertama,” ujar Kroos kepada BT Sport.

“Kami memiliki hari yang sangat indah, kami menerapkan taktik yang bagus. Kami selalu punya satu pemain tambahan di lini tengah. Normalnya kami bermain dengan tiga gelandang dan tiga penyerang, tapi [di laga ini] kami menggunakan empat pemain dan itu membuat kami menguasai laga.”

SIMAK JUGA – Dibantai Real Madrid, Diego Simeone: Atletico Madrid Masih Punya Peluang

“Kami memiliki pertahanan yang sangat bagus dan kami bisa mengoper bola di area-area sulit atau berbahaya.”

“Saya pikir kami telah melakukannya dengan sangat baik dan layak mendapatkan hasil ini. Pekan depan kami harus bertandang ke Calderon dan selalu sulit bermain di sana,” kata gelandang berusia 27 tahun tersebut.