Thomas Tuchel Tak Yakin Dipertahankan Borussia Dortmund

Dengan tinggal menyisakan kontrak satu tahun di BVB, Tuchel belum bisa memastikan dirinya bertahan di musim depan.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter


Thomas Tuchel mengakui jika masa depannya di Borussia Dortmund masih diselimuti kabut gelap menyusul kampanye tak memuaskan di musim ini hingga hubungannya yang kurang harmonis dengan petinggi klub maupun para pemain.

Tuchel sempat bersitegang dengan CEO Dortmund Hans-Joachim Watzke terkait perubahan jadwal partai Liga Champions kontra AS Monaco setelah bus tim menjadi target serangan bom. Sementara itu, terdapat laporan yang menyebutkan Tuchel tidak disukai para pemainnya.

hans joachim watzke thomas tuchel borussia dortmund bundesliga 060315Hubungan Watzke-Tuchel dilaporkan tidak harmonis.

Performa Dortmund di musim ini juga terbilang tidak memenuhi ekspektasi, meski mereka telah memastikan diri lolos ke final DFB-Pokal. Belum terjaminnya posisi tiga besar di Bundesliga Jerman membuat masa depan Tuchel masih dalam tanda tanya dan ia mengakuinya sendiri.

“Saya bukanlah orang yang tepat untuk membicarakan hal ini,” kata Tuchel dalam jumpa pers jelang partai Bundesliga kontra Augsburg, Sabtu (13/5).  

“Rasanya akan naif jika saya berkata, ‘Kami akan terus seperti ini.’ Jika Anda menanyakan hal ini beberapa pekan lalu, saya mungkin akan bilang, ‘Saya yakin akan tetap menjadi pelatih di sini musim depan.’ Namun, banyak laporan dalam sepekan terakhir yang merugikan saya. Saat ini, situasinya terasa sulit bagi saya,” terangnya.

SIMAK JUGA: Arsenal Bantah Dekati Tuchel

Kontrak Tuchel di Signal Iduna Park masih berlaku hingga musim panas 2018. Di saat bersamaan, terdapat sejumlah kabar yang mengaitkannya bakal pindah ke klub baru, seperti Arsenal. Ditanya soal perpanjangan kontrak bersama Dortmund, Tuchel mengaku tak yakin bakal mendapatkannya.

“Ekstensi kontrak bukanlah sebuah sertifikat atau medali. Saya adalah pegawai di sini dan saya akan melakukan apa pun untuk mencapai target klub. Saya dan klub harus bisa lebih bersabar dan menjaga jarak [sebelum bisa mendapatkan kontrak baru],” tuturnya.