Sulley Muntari: Semoga Kasus Rasisme Saya Jadi Pelajaran

Seusai skorsnya dicabut, Muntari berharap kasus rasismenya bisa menjadi pelajaran berharga di masa depan.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter


Gelandang Pescara Sulley Muntari meminta semua orang, terutama pihak-pihak terkait di sepakbola Italia, untuk mengambil hikmah dari kasus rasisme yang menimpanya baru-baru ini.

Muntari menjadi korban diskriminasi akibat warna kulitnya itu dalam partai Serie A Italia kontra Cagliari pada Minggu (30/4) lalu. Ia melakukan walk-out dalam pertandingan itu karena merasa tidak mendapat pembelaan dari wasit selepas menerima ejekan rasis dari fans lawan.

Federasi Sepakbola Italia (FIGC) memberikan hukuman satu laga kepada Muntari. Pada akhirnya, skors tersebut dibatalkan setelah banding yang dilakukan Muntari, dibantu oleh serikat pesepakbola Italia, Associazione Italiana Calciatori, dikabulkan oleh FIGC.

SIMAK JUGA: Sanksi Sulley Muntari Dibatalkan

“Saya merasa seperti ada yang mendengar dan memperhatikan saya [setelah skors dicabut]. Beberapa hari terakhir menjadi momen yang sangat berat. Saya merasa sangat marah dan terisolasi,” kata Muntari kepada FIFPro, Sabtu (6/5).

“Saya seperti diperlakukan sebagai seorang penjahat. Mengapa saya dihukum ketika saya menjadi korban rasisme? Semoga kasus saya ini bisa membantu agar pesepakbola lain tidak menderita nasib seperti saya. Semoga ini bisa menjadi titik balik di sepakbola Italia, bahwa Anda harus teguh pada hak-hak Anda.”

“Ini adalah pesan penting bahwa tidak ada tempat untuk rasisme di sepakbola,” imbuh eks gelandang AC Milan ini.