Sriwijaya FC Siapkan Pengganti Teja Paku Alam

Sementara manajemen Sriwijaya FC melayangkan protes resmi terkait kejanggalan di Makassar.


LIPUTAN   ALDI FATHIR     DARI   PALEMBANG   


Jajaran pelatih Sriwijaya FC fokus menyiapkan pengganti Teja Paku Alam bila kiper andalan Laskar Wong Kito itu terpaksa absen melawan Madura United pada akhir pekan ini.

Teja mengalami cedera setelah berbenturan dengan striker PSM Makassar Reinaldo Elias da Costa. Pelatih kiper Hendro Kartiko merekomendasikan Teja untuk sementara memulihkan kondisinya. Hendro belum bisa memastikan Teja bakal diturunkan, atau tidak.

SIMAK JUGA: Gomes Tak Khawatir Tanpa Milovanovic

“Sekarang masih tunggu kondisi terakhirnya. Seandainya sudah 100 persen, ya mungkin dia turun. Seandainya belum bisa juga, kami sudah siapkan kiper pengganti, Seperti Sandy [Frimansyah], Dikri [Yusron], atau Rangga Pratama,” ujar Hendro.

Sedangkan dokter tim Ibadurahman menyatakan Teja tidak mengalami cedera serius. Hanya saja, kiper berusia 23 tahun ini masih membutuhkan waktu untuk mengembalikan kondisi.

SIMAK JUGA: Jamu Madura United, Sriwijaya FC Krisis Bek

“Hasil rotgennya bagus. Tidak ada patah tulang atau luka serius. Tetapi memang ada luka memar bagian pinggang dan pinggul. Kami juga sudah periksa ke dokter bedah dan radiologi, hasilnya masih cukup baik. Kini dia sudah bisa berjalan seperti biasa, tetapi masih butuh waktu untuk pulihkan kondisinya,” jelasya.

Sementara itu, manajemen Sriwijaya FC secara resmi melayangkan surat protes kepada operator Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB), terkait pertandingan melawan PSM yang dianggap banyak kejanggalan, termasuk hadiah penalti untuk tuan rumah.

“Sudah kami buat dan layangkan surat protes. Semoga apa yang kami lakukan ditanggapi secara maksimal oleh PT LIB dan PSSI. Pemain mereka melompat sendiri, dan terjatuh sendiri, kenapa tiba-tiba penalti? Apalagi waktu juga sudah lewat. Ini sangat aneh sekali,” kata sekretaris tim Achmad Haris.

SIMAK JUGA: Oswaldo Lessa Sebut PSM Menang Beruntung

Manajemen juga melaporkan perbuatan kasar pemain tuan rumah yang sengaja melakukan benturan kepada Teja, sehingga harus mendapatkan perawatan, dan tidak bisa melanjutkan pertandingan.

“Seharusnya wasit itu menjalankan pertandingan sesuai aturan. Wasit seharusnya menjaga pemain, karena pemain adalah aset negara. Mereka adalah atlet Indonesia. Apalagi Teja pemain timnas. Bagaimana sepakbola Indonesia bisa maju,” sesalnya. (gk-70)

 

Footer Goal Indonesia Instagram