ROAD TO STOCKHOLM: Ajax Amsterdam Ingin Rusak Rencana Manchester United

Skuat muda Ajax tidak diunggulkan untuk membekuk United di partai puncak Liga Europa 2016/17, namun di final segalanya bisa terjadi.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter


Saat mengawali periode keduanya di Chelsea empat tahun lalu, Jose Mourinho pernah mengatakan bahwa Liga Europa adalah kompetisi kelas dua yang tidak layak untuk dibanggakan. “Saya tidak mau menjadi juara Liga Europa. Kompetisi itu bukan jatah untuk kami,” katanya.

Konteksnya ketika itu adalah Mourinho ingin mengerdilkan peran Rafa Benitez, manajer yang digantikannya dan baru saja membawa The Blues menjadi kampiun Liga Europa 2012/13. Seperti diketahui, Mourinho dan Benitez memang punya sejarah buruk. Mereka gemar berperang kata-kata sehingga pernyataan Mou yang meremehkan Liga Europa itu terkesan sebagai bacotan yang wajar.

SIMAK JUGA: Goal Retro: Awal Generasi Baru Ajax

Namun jika komentar Mourinho itu diangkat kembali dalam situasi sekarang, maka manajer Portugal itu pasti menyesal dengan ucapannya. Ya, sikap Mou terhadap Liga Europa kini berbalik 180 derajat. Bersama tim yang diasuhnya saat ini, Manchester United, Mourinho justru sangat berhasrat menjuarai kompetisi yang pernah dihinanya itu.

Hal itu terbukti dengan kebijakan Mourinho yang melakukan rotasi besar-besaran saat melawan Crystal Palace di laga pamungkas Liga Primer Inggris pada Minggu (21/5). Ia menurunkan Starting XI United termuda dalam sejarah Liga Primer dengan banyak menurunkan pemain akademi (empat di antaranya adalah debutan).

Maklum, fokus Mourinho sudah sepenuhnya berada di Stockholm, venue final Liga Europa 2016/17 kontra Ajax Amsterdam yang digelar hanya berselang tiga hari sesudah duel kontra Palace tersebut. Dengan cara itu, Mou berharap para pemain regulernya dalam kondisi terbaik saat melawan Ajax di partai puncak.

Galeri Kartun Goal Internasional 2017 - Final Liga Europa 2017. Ajax Vs Manchester Unoted

United mendamba kemenangan di Friends Arena, Kamis (25/6) dini hari WIB, bukan semata untuk mengejar trofi Liga Europa – gelar yang belum pernah mereka raih dalam sejarah klub. Lebih dari itu, mereka juga mengincar tiket lolos otomatis ke Liga Champions, yang hanya bisa diraih dengan cara mengalahkan Ajax.

Sebelumnya, United sudah tidak mungkin lolos ke Liga Champions lewat jalur utama, yakni via Liga Primer, mengingat mereka sudah dipastikan finis di luar empat besar (peringkat enam). Plan B alias jalur alternatif pun terpaksa ditempuh United, yakni dengan menjadi juara Liga Europa.

Kalah dari Ajax, maka United bukan hanya kembali absen dari Liga Champions, namun juga berpotensi kehilangan duit senilai total £50 juta di musim depan, yang berasal dari sponsor, hak siar, dan lain-lain. Tak ayal, Paul Pogba cs. dipastikan akan tampil ngotot untuk bisa memastikan nama Manchester United terpatri di trofi Liga Europa.

GFXID Road to Stockholm: Man United

Sebesar apa peluang juara United? Untuk mengetahuinya, bisa dilihat dari perjalanan mereka hingga ke final di mana Mourinho dan pasukannya memang tidak terlalu tampil meyakinkan. United bahkan harus menelan dua kekalahan di fase grup, yakni melawan Feyenoord (1-0, matchday 1) dan Fenerbahce (2-1, matchday 4). Akibatnya, mereka hanya finis sebagai runner-up Grup A.

Namun sejak memasuki fase knock-out, United tidak pernah menoleh ke belakang. Setan Merah tidak terkalahkan. Satu-satunya kecemasan hanya terjadi di leg kedua partai perempat-final melawan Anderlecht. Laga harus dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu sebelum Marcus Rashford mencetak gol penentu ke semi-final.

Melihat grafik performa United di Liga Europa yang cenderung menanjak, mereka pun lebih dijagokan untuk mengatasi Ajax. Walau begitu, adanya ekspektasi tinggi di pundak United untuk memenangi Liga Europa diyakini justru akan memberikan keuntungan bagi Ajax, yang akan bermain tanpa tekanan. Lagipula, performa Ajax di sepanjang gelaran Liga Europa musim ini relatif konsisten meski mengandalkan banyak penggawa muda.

GFXID Road to Stockholm: Ajax

Setelah gagal lolos ke fase grup Liga Champions musim ini akibat disingkirkan Rostov di babak play-off, Ajax tampil trengginas di fase grup Liga Europa. Mereka tidak terkalahkan di Grup G dan finis di urutan teratas. Memasuki fase gugur, tim asuhan Peter Bosz itu sedikit kelabakan meski akhirnya melewati tahap demi tahap dengan keunggulan agregat satu gol saja.

Momen mengesankan Ajax hadir di leg pertama semi-final melawan Olympique Lyon. Ajax membuat wakil Prancis itu tidak berkutik di leg pertama dengan skor telak 4-1. Laga final ini akan memberikan kesempatan bagi de Godenzonen untuk memenangi trofi Liga Europa kedua setelah yang pertama di musim 1991/92 ketika masih bernama Piala UEFA.

Davy Klaassen dkk. juga tidak perlu khawatir terkait partisipasi mereka di Liga Champions musim depan. Pasalnya, dengan finis kedua di Eredivisie 2016/17, mereka berkesempatan berlaga di kompetisi elite Eropa itu meski harus melalui jalur kualifikasi babak ketiga.