PREVIEW Serie A Italia: AS Roma – Genoa

Entah jadi pensiun atau tidak, yang pasti Totti akan menyudahi kiprah seperempat abadnya bersama Roma di partai ini.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter


Satu musim akan kembali berakhir dan untuk kesekian kali AS Roma masih belum beruntung untuk menjegal dominasi Juventus di Serie A Italia.

Namun, giornata pamungkas musim 2016/17 melawan Genoa di Olimpico, Minggu (28/5) malam WIB, dipastikan akan terasa berbeda lantaran Roma akan melepas kepergian legenda hidup mereka, Francesco Totti.

Selama 25 tahun berseragam Giallorossi, Totti bukan sekadar menjadi ikon klub. Meski hanya mampu mempersembahkan satu Scudetto dan dua Coppa Italia, Totti adalah dewa bagi fans Roma berkat komitmen dan kesetiaannya. Meski demikian, Er Purpone hingga kini masih belum mengonfirmasi apakah ia akan pensiun selepas musim ini berakhir.

SIMAK JUGA: Pernyataan Ambigu Totti Soal Masa Depannya

Pelatih Luciano Spalletti, yang juga akan meninggalkan Roma di akhir musim ini setelah kontraknya habis, memastikan Totti akan melakoni partai ke-786 bagi Roma namun tidak penuh. Alasannya, Roma masih belum menyegel peringkat kedua dari kejaran Napoli.

“Saya beruntung bisa melatihnya langsung. Kini, kita harus menunggu apa langkah selanjutnya yang akan dia ambil [terkait masa depannya]. Hal yang paling membuat saya terkesan dari Totti adalah kualitas dan karakternya saat berada di lapangan,” ujar Spalletti dalam jumpa pers jelang laga.

“Totti telah menjadi seorang pemenang, tetapi dia sendirian tidak cukup [untuk membuat Roma menang] dan dia tahu akan hal ini. Buktinya, kita semua berada di sini untuk kembali mengatakan bahwa Roma belum meraih gelar,” imbuh Spalletti yang dirumorkan akan melatih Inter di musim depan.

Francesco Totti Roma

Tanpa Totti selama 90 menit, Spalletti bakal mengandalkan Edin Dzeko yang berambisi untuk menyegel status Capocannoniere. Saat ini, posisi Dzeko di daftar puncak topskor (28 gol) masih belum aman dari kejaran penyerang Napoli Dries Mertens (27 gol) dan striker Torino Andrea Belotti (25 gol).  

Sementara itu, Genoa bertekad untuk merusak laga perpisahan Totti. Kemenangan 2-1 atas Torino pada pekan lalu, yang memastikan mereka bertahan di Serie A musim depan, menjadi motivasi bagi Genoa untuk mengakhiri musim dengan kepala tegak.

Namun, rekor buruk melawan Roma — Genoa selalu kalah dalam lima pertemuan terakhir kontra Roma — membuat pasukan Ivan Juric memiliki peluang tipis untuk membuat kejutan di Olimpico.

 

Susunan Pemain:

Roma (4-2-3-1): Szczesny; Rudiger, Manolas, Fazio, Emerson; De Rossi, Strootman; Salah, Nainggolan, El Shaarawy; Dzeko

Genoa (3-5-2): Lamanna; Biraschi, Burdisso, Gentiletti; Lazovic, Veloso, Cofie, Rigoni, Laxalt; Palladino, Simeone
 

TAHUKAH ANDA?

  • Roma telah mengukir sembilan kemenangan dari sepuluh laga Serie A terakhir kontra Genoa, termasuk memenangi lima pertemuan terakhir.
  • Roma tidak terkalahkan dalam 14 laga kandang terakhir melawan Genoa. Kemenangan terakhir Genoa di Olimpico terjadi pada Januari 1990
  • Roma selalu kebobolan dalam enam laga terakhir. Catatan terburuk mereka di Serie A musim ini.
  • Jika menang, Roma berpeluang mencatatkan dua rekor: poin terbanyak di Serie A (85 poin, menyamai capaian musim 2013/14) dan gol terbanyak dalam semusim.
  • Edin Dzeko butuh satu gol lagi untuk menyamai rekor gol terbanyak Roma dalam satu musim yang dicatatkan Rodolfo Volk (29 gol) di musim 1930/31.
  • Sejak awal 2017, Francesco Totti hanya mencatatkan sepuluh penampilan di Serie A, tanpa starter, dan hanya mengoleksi 103 menit.

 

PREDIKSI GOAL INDONESIA: AS Roma 2-0 Genoa