Pencucian Uang, Eks Presiden Barcelona Ditangkap Polisi

http://keposoccer.com/wp-content/uploads/2017/05/hl-rosell_cb4b853.jpgMantan Presiden Barcelona, Sandro Rosell dinyatakan telah ditangkap oleh kepolisian di Spanyol pada Selasa (23/5) pagi waktu setempat. Penangkapan Rosell kali ini terkait dengan kasus pencucian uang yang ia lakukan.

Rosell tidak menjadi satu-satunya orang yang ditangkap oleh polisi dalam kasus ini. Dilaporkan pula bahwa ada satu orang lain yang ikut diamankan oleh polisi terkait kasus ini. Rosell dan koleganya ditangkap dalam sebuah penggrebekan di sembilan kantor dan rumahnya.

Rosell sejatinya sudah menjadi buruan polisi sejak awal tahun 2017. Pada bulan Februari yang lalu, Rosell bahkan dinyatakan sebagai daftar penyelidikan oleh Polisi Federal Amerika [FBI].

Rosell selama ini memang diduga terlibat dalam banyak kasus pencucian uang dan korupsi lain. Salah satu kasus besar yang menjeratnya yakni kesepakatan sponsorship antara timnas Brasil dengan salah satu apparel olahraga besar dengan nilai mencapai 160 juta dollar. Nilai ini terhitung sangat besar karena terjadi pada tahun 1996 yang lalu.

Saat itu, Rosell, lewat perusahaannya Ailanto Marketing, diduga kuat melakukan korupsi dan pencucian uang. Kasus inilah yang kemudian membuat Rosell diciduk oleh kepolisian Spanyol pada hari Selasa (23/5) pagi waktu setempat.

Dikutip dari Marca, pihak Barca diyakini tidak akan melakukan sikap apapun, termasuk memberi bantuan hukum. Pasalnya, Barca sedang mengambil jarak dengan Rosell pasca terbongkarnya kasus kriminal terkait transfer Neymar beberapa waktu lalu. Barca tidak ingin citra klub terseret dalam kasus seperti ini.

Akibat kasus transfer Neymar pula Rosell dipaksa mundur dari posisi sebagai Presiden Barcelona dan posisinya kemudian digantikan oleh Josep Maria Bartomeu.

Jika nantinya pengadilan menvonis Rosell bersalah dan harus menjalani hukuman penjara, maka Rosell akan menjadi Presiden Barca kedua yang pernah dipenjara. Sebelumnya, ada nama Josep Lluis Nunez yang menjabat Presiden Barca pada tahun 1978 hingga 2000. Ia dipenjara karena suap dan pemalsuan dokumen