Mengapa Cristiano Ronaldo Banyak Dibenci Oleh Para Fans Sepakbola?

Selalu ada sisi buruk yang diungkit meski tidak mengetahui kebenarannya. Cristiano Ronaldo, sebagai pesohor dalam lapangan hijau tentu memiliki banyak penggemar. Sebagian besar warga Portugal, para Madridista dan fans Manchester United (mungkin) yang-masih-merindukannya hingga saat ini, terhitung sebagian kecil dari penggemar CR7 saat ini.

Sialnya, semakin banyak penggemar maka semakin banyak juga yang membencinya. Ronaldo tentu tak peduli dengan cemoohan yang dialamatkan kepadanya. Ia hanya peduli dengan kerja keras, kesuksesan dan tentu juga dengan keluarganya. Namun, kita sebagai penonton sepakbola tentu memiliki persepsi berbeda dengan penonton lainnya. Kemudian, bagaimana persepsi mereka yang membenci terhadap keberadaan CR7 di blantika sepakbola internasional? Saya mencoba merangkumnya di bawah ini…

1. Cristiano si Narsis

“…Soy rico y guapo y gran jugador y me tienen envidia” kira-kira demikianlah kutipan yang diungkapkan CR7 ke hadapan media massa pada September 2011 lalu. Jika di bahasa Indonesiakan, kira-kira seperti ini “… aku ini orang kaya, rupawan dan pemain yang hebat, wajar jika orang lain iri kepadaku”. Jika melihat kejadiannya, Ronaldo memang bermaksud menyindir kepemimpinan wasit dan penonton tim tuan rumah (Dinamo Zagreb) yang mencemooh dirinya sepanjang pertandingan Liga Champions Eropa.

Namun, kekesalan dirinya tersebut terungkap dengan cara yang cukup aneh. Menyombongkan diri dengan statement yang sama sekali tidak mempunyai hubungan dengan jalannya pertandingan secara keseluruhan dan malah membawa-bawa ketampanan serta kekayaan pribadi adalah hal yang absurd.

Belum lagi kelakukannya yang masih sempat-sempatnya mengganti gaya rambut di jeda pertandingan pada pagelaran Piala Dunia 2014 lalu, padahal Portugal sedang membutuhkan kemenangan. Tak heran jika hal-hal remeh serta narsisnya CR7 seperti ini yang banyak tak disukai oleh para pendukung lawan, tentunya.Cristiano Ronaldo

2. Cristiano si Angkuh

Tentu tak luput dari ingatan kita saat Ronaldo frustasi karena Portugal ditahan imbang oleh tim Islandia yang merupakan tim debutan di Piala Eropa 2016. CR7 saat itu mengungkapkan bahwa Islandia hanyalah tim yang bermental kecil/lemah yang hanya mampu bermain bertahan dan menunggu bola saja tanpa melakukan apapun.

Sindiran Ronaldo ini akhirnya dijawab langsung oleh Kari Arnason, bek Islandia yang berujar bahwa Ronaldo merupakan pecundang yang menyedihkan. Arnason mempertanyakan apa yang Ronaldo harapkan dari Islandia, apakah Islandia harus bermain terbuka dan menyerang seperti Barcelona atau bagaimana. Tentu saja sindiran Ronaldo ini mengena dan membuat kesal Arnason dan hampir dari sebagian besar pendukung tim nasional Islandia.

Ini seperti menebar kebencian dari satu orang melawan satu negara. Itu baru saat membela Portugal saja. Saat membela Real Madrid, ia menyalahkan rekan-rekan setimnya dan mengatakan bahwa jika saja yang lain (rekannya di Real Madrid) mempunyai level yang sama dengannya, maka kemungkinan Real Madrid akan di puncak klasemen La Liga. Luar biasa, Cristiano!

3. Cristiano si Pemarah

Ronaldo yang kelewat bete saat itu akhirnya marah kepada reporter yang menyodorkan mikrofon kepadanya dan melemparkannya ke danau.

Masih dalam satu rangkaian kejadian di babak penyisihan grup Piala Eropa 2016 beberapa bulan lalu, Ronaldo yang sempat berseteru dengan Islandia dan kegagalanya mengekekusi tendangan penalti di pertandingan melawan Austria membuat para reporter banyak mengincar dirinya untuk diinterogasi.

CR7 yang kelewat bete saat itu akhirnya marah kepada reporter yang menyodorkan mikrofon kepadanya dan melemparkannya ke danau. Situasi tersebut memang bisa dimengerti karena Ronaldo merupakan orang yang paling bertanggung jawab di lapangan karena dirinya merupakan kapten tim nasional.

 

Di sisi yang lain, reporter tersebut tidak mampu membaca suasana mood CR7 namun maksud utamanya tentu sang reporter ingin mendapatkan klarifikasi langsung dari yang berangkutan. Tapi di sisi yang berlawanan, Ronaldo tak mampu menjaga emosinya dan tak mampu menghargai pekerjaan seorang reporter yang sedang susah payah bekerja demi anak istrinya di rumah…misalnya.

Cristiano Ronaldo

Emosinya yang kadang tidak terkontrol membuat dirinya sering dikritik banyak pihak

4. Cristiano si Makan Teman

Pasca Wayne Rooney tertangkap melakukan injakan kepada Ricardo Carvalho di pertandingan perempat final Piala Dunia 2006 lalu, Cristiano Ronaldo tak segan melakukan protes keras dan memaksa sang wasit Marcelo Elizondo untuk mengusir Rooney dari lapangan. Bahkan ia sendiri melakukan perdebatan sengit dengan Rooney di lapangan.

Usaha gigihnya tersebut akhirnya dikabulkan wasit dan Rooney, rekannya sendiri di Manchester United akhirnya diberikan hadiah kartu merah. Hal ini seperti makan teman sendiri, karena Ronaldo tertangkap kamera seperti sedang mengedipkan mata ke arah bangku cadangan Portugal saat itu.  

Meski begitu, CR7 sudah mengklarifikasinya dengan menyebut bahwa Rooney pasti memahami bahwa saat itu mereka berdua sedang sama-sama membela negaranya masing-masing. Satu hal yang jelas saat itu dan sudah pasti sebagian besar pendukung Inggris sangat membencinya.

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/5SLdycB5ZEg?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for Mengapa Cristiano Ronaldo Banyak Dibenci Oleh Para Fans
Sepakbola?

5. Cristiano si Ekspresif

Baik saat bermain untuk Real Madrid maupun tim nasional Portugal, CR7 kerap kali mengeluarkan berbagai ekspresinya di lapangan. Saat ia tak dioper, misalnya, ia tak segan memasang muka kesal kepada rekannya sendiri. Yang paling terbaru, saat ia digantikan di babak kedua kala timnya melawan Villarreal oleh pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane, ia tertangkap kamera sedang menggerutu di bangku cadangan.

Atau ia yang marah-marah kepada hakim garis dan rekannya, Nani yang menggagalkan upaya gol Indah CR7 ke gawang Iker Casillas saat Portugal bersua Spanyol pada 2010 lalu. Seperti Nani, Alvaro Arbeloa pun pernah kecipratan hal serupa dari CR7 di Real Madrid, meski perbedaannya Nani membuat gol CR7 dianuir dan Arbeloa hanyalah meneruskan sepakan CR7 dan tetap menjadi gol.

 

Sikap ekspressif CR7 ini banyak mengundang sebagian besar penggemar sepakbola untuk mencibirnya meski di sisi lain Ronaldo tidak dalam posisi yang salah. Jangan lupakan juga, sikap heroiknya menjadi pelatih dadakan saat final Piala Eropa 2016 lalu sambil berteriak-teriak memberikan instruksi dari pinggir lapangan. Bagi sebagian orang ini adalah tindakan yang keren, namun sebagian lainnya ini terlihat menyebalkan.  

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/j5gDJfFvObg?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for Mengapa Cristiano Ronaldo Banyak Dibenci Oleh Para Fans
Sepakbola?

6. Cristiano si Perfeksionis

Perfeksionis, dalam beberapa hal memang bukanlah hal yang buruk. Ronaldo yang berwajah rupawan, bintang segala iklan dari mulai produk sampo hingga celana dalam adalah hal yang mulai dianggap lumrah saat ini. Namun, yang satu ini memang hal yang remeh untuk dibahas, namun sangat konyol dan menggelikan jika kita mengingatnya.

Ronaldo yang mempunyai tinggi 185 cm ditambah badan yang bagus untuk ukuran pesepakbola ini masih saja tidak puas akan tinggi badannya saat sesi foto tim sebelum bertanding. Ia tertangkap kamera sedang berjinjit agar terlihat sebagai pemain paling tinggi diantara rekannya yang lain. Dia ini tidak pede, kelewat ingin sempurna atau bagaimana sih?  

Cristiano Ronaldo

Terlalu percaya diri? Tidak masalah, mengingat kemampuannya yang luar biasa

7. Cristiano si Provokator

Jika anda memposisikan diri atau kebetulan memang pendukung tim yang menjadi lawan dari Cristiano Ronaldo tentu akan merasa sebal melihat tingkah Ronaldo yang kerapkali mencari-cari penalti dengan melakukan diving ataupun memprovokasi bek lawan.

Tenang kalian semua, saya (sang bintang) masih ada di lapangan kok…

Ini akan menjadi bertambah menyebalkan jika sang superstar tersebut berhasil menceploskan penalti tersebut atau lewat gol open play misalnya dan merayakannya sambil memamerkan paha berototnya, atau membuka baju sambil memamerkan ototnya (lagi) atau berlagak menyuruh diam penonton lawan sambil bertingkah “tenang kalian semua, saya (sang bintang) masih ada di lapangan kok…”.

 

Tak ada perturan khusus tentang selebrasi gol bagi pemain sepakbola memang, kecuali bagi merek yang membuka bajunya akan dihadiahi kartu kuning. Namun, tetap saja, bagi pendukung tim lawan tentu ini sangat menyebalkan. Pendukung Barcelona tentu hafal dengan hal-hal seperti ini. Iya, kan? Mengaku sajalah…

Cristiano Ronaldo

Mau jadi Hulk yang baru Cristiano?

Kesimpulan

Pada akhirnya, manusia adalah makhluk yang berbeda-beda dan kita sebagai penonton tak bisa memaksakan kehendak agar Ronaldo menjauhi hal-hal absurd di atas, misalnya. Toh, CR7 sendiri merupakan orang yang dermawan serta peduli kepada sesama.

Seperti kasus Martunis saat tsunami Aceh, memperlihatkan dirinya adalah pria yang cinta pada anak serta keluarganya, juga ditambah berbagai macam donasinya seperti untuk Palestina saat ia memenangkan sepatu emas dan banyak lagi hal lainnya yang merupakan hal-hal yang patut kita semua kagumi dan tiru dari sang kapten Portugal ini. Kerja keras, perjuangan pantang menyerah dan membenci kekalahan adaah sifat alami Cristiano Ronaldo untuk menempuh perjalanan sepakbolanya menuju puncak kesuksesannya saat ini.

Cristiano Ronaldo, Martunis

Hubungannya dengan Martunis tetap terjalin hingga saat ini

fourfourtwo.com