Kemenpora Berharap Abduh Lestaluhu Tak Kena Sanksi Seumur Hidup

Kemenpora ingin PSSI menjatuhkan hukuman yang pas sesuai regulasi yang ada.


OLEH   MUHAMMAD RIDWAN


Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) turut berkomentar terkait tindakan tidak terpuji Abduh Lestaluhu. Pemain PS TNI itu memukul wajah Thiago Furtuoso ketika timnya bersua Bhayangkara FC pada pekan ketiga Liga 1, di Stadion Patriot Chadrabhaga, Bekasi. 

Menurut Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto, PSSI harus mengambil langkah tegas dengan aksi yang dilakukan oleh Abduh. Hal tersebut dilakukan agar ada efek jera dan kejadian seperti itu tidak terulang lagi.

SIMAK JUGA: Siap Disanksi, Abduh Lestaluhu Menyesal Bersikap Emosional

Akan tetapi, Gatot menuturkan kalau hukuman untuk Abduh tidak perlu larangan seumur hidup. Sebab, ia menilai sanksi tersebut sangat memberatkan pemain yang mencari nafkah di dunia sepakbola.

Sebelumnya, komisi disiplin sudah menjatuhkan hukuman buat Ferdinand Sinaga yang memukul kepala pemain Persela Lamongan Ivan Carlos. Penyerang PSM Makassar tersebut mendapat larangan empat kali bertanding.

SIMAK JUGA: Kecaman Pelatih PS TNI Buat Aksi Abduh Lestaluhu

“Dalam konteks tidak melulu berlebihan menerapkan sanksi, yang terpenting mengikuti regulasi kalau kejadiannya apa sanksinya apa,” kata Gatot di kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (2/5).
 
“Tidak perlu sampai sanksi seumur hidup seperti Ferdinand saja kemarin [sanksinya], saat ini berani tidak PSSI menerapkan seperti itu. Intinya jangan terlalu berlebihan dan ikuti saja regulasinya saat ini PSSI diuji untuk berani tidak menerapkan regulasi itu,” ia menambahkan.

Footer Goal Indonesia Instagram