Heri Kiswanto Sebut Pemain Persela Lamongan Seperti Sedang Depresi

Herkis juga enggan menyalahkan Jose Coelho atas penalti yang diberikan untuk Bali United.


LIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   LAMONGAN    


Sempat bermain impresif saat menundukkan Madura United di pekan sebelumnya, pola permainan Persela Lamongan justru terkesan tidak berkembang saat menghadapi Bali United di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (30/4) sore. Akibatnya, para pemain tim Laskar Joko Tingkir harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor tipis 1-0, setelah Marcos Flores menjebol gawang Choirul Huda melalui eksekusi penalti di menit-menit akhir babak pertama.

“Pertama saya mohon maaf, karena di kandang yang saya harapkan bisa meraih tiga poin, kali ini tidak berhasil. Tentu ini di luar kehendak kami,” ujar Heri Kiswanto, pelatih Persela, setelah pertandingan.

Gol Marcos Flores, dikatakan pelatih yang akrab disapa Herkis itu semakin membuat frustrasi tim asuhannya di babak kedua. Terlebih, Bali United memainkan pola permainan lambat, yang membuat pola serangan Persela tidak berkembang baik.

“Babak pertama, kami sempat memberikan tekanan. Tapi babak kedua terus menurun, dan kemudian terjadi semacam depresi. Bergabungnya Saddil (Ramdani), belum bisa mendongkrak permainan. Akan ada evaluasi, saya berharap di waktu ke depan para pemain bisa tampil lebih baik,” jelasnya.

SIMAK JUGA: Bali United Taklukkan Persela

Hadiah penalti itu sendiri diberikan wasit Faulur Rosy asal Banda Aceh, setelah melihat salah satu tangan Jose Coelho secara aktif menyentuh bola di kotak terlarang. Herkis pun enggan menghakimi Jose Coelho lantaran hal tersebut.

SIMAK JUGA: Menang Atas Persela, Eko: Tiga Poin Yang Luar Biasa

“Saya tidak mau menyalahkan Coelho, karena ada beberapa pemain lain yang juga tidak tampil bagus. Organisasi juga kurang baik utamanya di belakang, sehingga terjadi gol melalui penalti. Kami agak panik sehingga terburu-buru, kemudian terjadi benturan-benturan (yang tidak perlu),” lanjut Herkis.

Sebagai ganti dari poin yang hilang tersebut, Herkis bersama skuat Persela berencana akan coba sekuat tenaga untuk mencari gantinya, dalam laga yang akan dijalani di luar kandang.

“Karena ini pertandingan baru tiga kali dan masih panjang. Kalau orang lain bisa (curi poin di markas lawan), kenapa kami tidak bisa? Prinsipnya mari perbaiki permainan, dan butuh kerja keras untuk mendapatkan itu. Tapi itulah sepakbola, hal-hal seperti itu bisa saja terjadi,” beber mantan juru taktik PSS Sleman ini.

Sementara itu, penyerang Persela Samsul Arif menambahkan, dirinya dan rekan-rekannya sempat merasa tampil sedikit terbebani dengan ekspektasi tinggi dari para pendukung, setelah menaklukkan Madura United di pekan sebelumnya.

“Itu juga sedikit kendala bagi kami, ada nervous (grogi) juga. Tapi Bali sendiri bermain cukup bagus, meski memperagakan pola permainan negatif. Ini adalah bahan pelajaran bagi kami untuk pertandingan selanjutnya, agar kami bisa lebih bagus,” kata Samsul.(gk-43)

Footer Goal Indonesia Instagram