Daerah-Daerah Penghasil Pemain-Pemain Top di Sepakbola Indonesia

Kondisi geografis Indonesia yang terbentang dari ujung barat di Sabang hingga ujung timur di Marauke sebetulnya jika dikelola dengan baik serta professional, kami percaya banyak potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang luar biasa. Atlet olahraga termasuk sepakbola yang merupakan olahraga paling terkenal di kolong langit Nusantara ini pun seharusnya bisa muncul di segala daerah bumi pertiwi ini.

Legenda sepakbola Indonesia pun sejatinya terdiri dari persebaran berbagai daerah dan berbagai suku di Nusantara ini. Tak hanya legenda saja, beberapa pesepakbola senior yang masih aktif pun tercatat banyak tersebar dari berbagai derah di Indonesia. Meski daerah di Indonesia (atau dalam hal ini adalah provinsi), cukup banyak sekali, kami akan merangkum tujuh daerah provinsi yang banyak menghasikan pesepakbola top Indonesia sejak dahulu kala…

Provinsi Maluku (dan Maluku Utara)

Meski kini daerah kepulauan Maluku dibagi dua secara administratif yaitu Maluku Utara dan Maluku, namun tetap saja, bakat-bakat sepakbola mereka tak bisa lepas dari persepakbolaan nasional kita. Tulehu menjadi salah satu daerah di kepulauan Maluku yang dipercaya sebagai Brasil-nya Indonesia; pencetak pesepakbola berbakat.

Saking terkenalnya, nama Tulehu sendiri sempat dijadikan suatu kisah di novel dan layar lebar Indonesia. Tentu saja mengangkat tentang cerita sepakbola itu sendiri. Sayangnya meski dianggap sebagai penghasil pesepakbola terbaik negeri ini, Tulehu dan Maluku secara umum tak memiliki klub profesional yang berlaga di level tertinggi.

Beberapa pesepakbola tenar yang lahir di Maluku: Bertje Matulapelwa, Imran Nahumamury, Maully Lessy, Simson Rumah Pasal, Rahel Tua Salamony, Bakrie Umarela, Ritam Madubun, Rochy Putiray, Leonard Tupamahu, Ricardo Salampessy, TA Musafry, Zulham Zamrun, Ramdani Lestaluhu, Abduh Lestaluhu, Risky Pora, dan yang terbaru ada Ilham Udin Armayn.

Provinsi Papua (dan Papua Barat)

Daerah yang sempat bernama Irian jaya ini sudah tak diragukan lagi menjadi penghasil pesepakbola berbakat yang setara dengan provinsi di kepulauan Maluku. Toh, memang seccara georafis, Maluku dan Papua memang sama-sama berada di Indonesia bagian timur. Singkatnya, bakat alam dalam bersepakbola mereka memang sudah terbukti dan teruji.

Tak seperti Maluku yang tak memiliki klub professional, Papua memiliki salah satu klub paling hebat dalam sejarah persepakbolaan profesional Indonesia. Persipura Jayapura adalah lambing kebesaran dari Papua itu sendiri. Empat gelar Liga Indonesia (kompetisi resmi) ditambah satu gelar ISC A 2016 lalu adalah bukti sahih dari kehebatan sepakbola Papua. Belum lagi, kapten tim nasional Indonesia saat ini adalah putra Papua yaitu Boaz Solossa. Bahkan, skuat Persipura dan klub lainnya seperti Perserui, Persidafon atau Persiwa memang kerap diisi dengan talenta lokal sendiri.

Beberapa pesepakbola tenar yang lahir di Papua: Rully Rudolf Nere, Yohanes Auri, Boaz Solossa, Ortizan Solossa, Elie Aiboy, Ronny Wabia, Eduard Ivakdalam, Erol Iba, Alex Pulalo, Cristian Warobay, Aples Tecuari, Jack Komboy, Ronny Wabia, Chris Yaranngga, Gerald Pangkali, Patrich Wanggai, Titus Bonai dan kini yang terbru ada Yanto Basna serta Osvaldo Haay

Sulawesi Selatan

Bergeser sedikit dari Papua dan Maluku, maka kita akan menemukan pulau Sulawesi atau yang juga dikenal sebagai Celebes. Talenta berbakat yang menjadi legenda besar sepakbola Indonesia cukup banyak ditemukan di Sulawesi Selatan ini. Bahkan sebenarnya, daerah Sulawesi lainnya seperti Sulawesi Utara pun beberapa kali menghasilkan pemain berbakat, sebut sja seperti Benny Dollo dan Firman Utina, misalnya. Sulawesi Utara pun kerap melahirkan kiper berbakat (Yandri Pitoy, Ferry Rotinsulu, Joyce Sorongan, Geri Mandagi hingga Rivky Mokodompit).

Namun, Sulawesi Selatan memang terlihat lebih mentereng. Ramang, salah satu penyerang legendaris Indonesia pun lahir dan besar di Makassar, Sulawesi Selatan. Ronny Pattinasarani yang kabarnya mempunyai darah Maluku pun dilahirkan di Makassar. Belum lagi, jika membicarakan sepakbola Sulawesi, maka PSM Makassar adalah raksasa legendaris di pulau tersebut. Berbagai macam prestasi dan pemain berbakat telah ditelurkan oleh klub asal Sulawesi Selatan tersebut.

 

Ramang saat menghadapi Uni Soviet di tahun 1956

Beberapa pesepakbola tenar yang lahir di Sulawesi Selatan: Ramang, Maulwi Saelan, Ronny Pattinsarani, Hamka Hamzah, Zulkifli Syukur, Samsul Bahri, Isnan Ali, Rasyid Bakri hingga kini yang terbaru ada Asnawi Mangkualam

Provinsi Jawa Timur

Banyaknya klub professional asal Jawa Timur yang berlaga di Liga 1 (dan juga Liga 2) membuat bakat-bakat asal Jawa Timur bisa dibilang cukup menjamur. Bahkan jika harus dibandingkan secara jumlah klub yang berlaga di Liga 1, Jawa Timur (tambah Madura) memiliki empat klub (Arema, Persegres, Persela, dan Madura United). Belum lagi ada klub-klub lawas seperti Persebaya yang kini berlaga di Liga 2. Ini menunjukkan bahwa Jawa Timur memiliki segala persyaratan sebagai tempat pengembangan pemain berbakat.

Sejarah juga mencatat bahwa kapten tim nasional Indonesia (saat itu Hindia Belanda) yang berlaga di Piala Dunia 1938 lalu adalah orang Jawa Timur yaitu dr. Achmad Nawir. Pemuda Jawa Timur yang dikenal memiliki kepribadian tekun dan ulet juga banyak menelurkan pemain-pemain yang berlaga di tim nasional.

Beberapa pesepakbola tenar yang lahir di Jawa Timur: dr. Achmad Nawir, Rudy William Keltjes, Risdiantoro, Yusuf Ekodono, Bejo Sugiantoro, Eri Irianto, Charis Yulianto, Anang Ma’ruf, Aji Santoso, Budi Sudarsono, Hendro Kartiko, Uston Nawawi, Hariono, Andik Vermansyah dan yang terbaru adalah Evan Dimas Darmono.

Provinsi Jawa Tengah

Jawa Tengah patutnya berbangga kepada salah satu putra daerahnya yang bernama Bambang Pamungkas. Penyerang legenda tim nasional Indonesia tersebut tercatat sebagai pemegang jumlah penampilan sekaligus pencetak gol terbanyak di Indonesia. Pria kelahiran Semarang yang khas dengan nomor punggung 20 ini memang memiliki bakat dan insting yang teruji baik saat berseragam timnas maupun klub.

Selain Bepe20 – sapaan akrab Bambang – sebenarnya masih banyak lagi talenta legenda yang dihasilkan Jawa Tengah untuk Indonesia. Pelatih kenamaan Danurwindo dan pencetak gol spektakuler Widodo Cahyono Putro pun asli dari Jawa Tengah. Namun, Jawa Tengah (dan juga tetangganya, Jogjakarta) masih mempunyai ‘PR’ besar yaitu mengembalikan klub mereka ke kancah tertinggi sepakbola Nasional.

 

 

Beberapa pesepakbola tenar yang lahir di Jawa Tengah: Danurwindo, Kurniawan, Bepe, Widodo Cahyono Putro, Yudo Hadianto, Ribut Waidi, Muhammad Ridwan, Agung Setya Budi, Kurnia Sandy, Gendut Doni, Indriyanto Nugroho, Nova Ariyanto, dan yang terbaru Fachrudin Aryanto.

 

Provinsi Jawa Barat

Korelasi antara Jawa Barat dan Persib memang sangat erat dan sulit dipisahkan. Hampir seluruh warga Jawa Barat mendukung Persib dan mereka meniti karier menjadi pesepakbola asal Jawa Barat pasti memiliki impian untuk membela Persib. Maka tak heran legenda nasional yang berasal dari Jawa Barat biasanya pernah membela Persib.

Namun, ada beberapa temuan unik. Legenda tim nasional dan juga Persija yaitu Soetjipto Soentoro yang dikenal dengan si Gareng memang lahir di Bandung, namun banyak besar di Jakarta. Begitupun dnegan Max Timisela yang memiliki darah Maluku, ia lahir, besar dan melegenda di Bandung. Kini Jawa Barat pun terus menggeliat dalam pembinaan pemain muda dan tahun 2016 lalu, tim PON mereka mampu meraih medali emas di cabang sepakbola mengalahkan Sulawesi Selatan.

image: http://keposoccer.com/wp-content/uploads/2017/05/111367_heroa.jpg

Beberapa pesepakbola tenar yang lahir di Jawa Barat:  Adjat Sudrajat, Robby Darwis, Max Timisela, Djajang Nurdjaman, Adeng Hudaya, Yaris Riyadi, Soetjipto Soendoro, Eka Ramdani, Yusuf Bachtiar, Tantan, Zaenal Arief, ‘Lord’ Atep, dan yang terbaru ada Febri Hariyadi dan Gian Zola.

 

Provinsi Sumatera Utara

Seperti Jawa Tengah, kini Sumatera Utara tak mempunyai wakil di level tertinggi persepakbolaan nasional. Posisi yang biasa diisi oleh PSMS Medan – sang musuh bebuyutan Persib – kini sedang berjuang keras untuk bisa promosi di musim yang akan medatang dengan terus melestarikan permainan rap-rap nya.

Beberapa pemain besar berlevel nasional pernah dilahirkan di Sumatera Utara. Ricky Yacobi yang kabarnya dikenal sebagai Paul Brietner-nya Indonesia ini ternyata merupakan pemain lokal pertama yang bermain di negeri sakura, Jepang, pada 1988 lalu. Meski tak terlalu sukses di Jepang, Ricky adalah tulang punggung tim nasional di eranya. Ia adalah salah satu produk sukses dari pembinaan sepakbola PSMS Medan.

RIcky Yakobi bersama timnas (Foto: Dokumentasi Bola)

Beberapa pesepakbola tenar yang lahir di Sumatera Utara: Zulkarnain Lubis, Ponirin Meka, Yuswardi, Ricky Yacobi, Peri Sandria, Ronny Pasla, Ansyari Lubis, Markus Haris Maulana, Mahyadi Panggabean, Saktiawan Sinaga.

fourfourtwo.com

Kepo Update Berita Bola:

ferry rotinsulu adik ronny pattinasarany