5 Makanan yang Perlu Dijauhi Pesepakbola Indonesia

Victor Maslov, pelatih Dynamo Kiev pada tahun 1964 hingga tahun 1970, merupakan salah tokoh revolusioner dalam sepakbola. Menurut Jonathan Wilson, penulis buku Inverting The Pyramid: The History of Football Tactics, Maslov adalah salah satu orang yang bertanggung jawab menyoal bagaimana caranya sepakbola dimainkan saat ini.

Ia adalah pelatih yang membawa pressing, yang ditemukan Thomas Patrick Gorman pada tahun 1934 silam di dalam olahraga hoki, ke ranah sepakbola. Ia adalah inventor dari formasi 4-4-2 setelah melakukan analisis terhadap formasi 4-2-4 Brasil di Piala Dunia 1958. Dan ia adalah orang yang menekankan pentingnya nutrisi yang harus dimiliki oleh setiap pemain sepakbola.

Victor Maslow, salah satu pelatih pertama yang menyadari pentingnya nutrisi bagi pesepakbola

Menyoal nutrisi, Maslov pernah memperlakukan diet ketat terhadap para pemain Kiev. Ia menentukan apa yang boleh mereka makan dan apa yang tidak boleh mereka makan. Tujuannya jelas, agar para pemainnya mampu mencapai performa terbaiknya di hari pertandingan. Pendekatan Maslov ini memang menyiksa pemain-pemain Kiev. Namun seteleh gelar demi gelar memenuhi lemari trofi Kiev, para pemain Kiev sadar bahwa Maslov melakukan sesuatu yang benar.

 

Seiring berjalannya waktu, nutrisi kemudian menjadi sesuatu yang sangat penting bagi para pemain sepakbola. Terlebih, sepakbola kini berjalan tak kalah cepat daripada lomba lari 100 meter. Mau tidak mau, para pemain harus memiliki kondisi tubuh yang baik di dalam setiap pertandingan.

Sewaktu pertama kali datang ke Manchester United, Sir Alex Ferguson memang membabat habis pemain-pemain United yang terbiasa hidup dengan alkohol. Saat itu Ferguson memang melakukannya agar para pemainnya tidak berperilaku buruk, tetapi dampaknya ternyata lebih dari itu. Tanpa kandungan alkohol yang berlebihan, pemain-pemain United lebih segar dari sebelumnya. Gelar yang diperoleh United yang seperti tak pernah putus pada era Ferguson, berawal dari pendekatannya itu.

Jika pada awal mulanya Ferguson hanya mempersoalkan alkohol, datang ke Inggris setelah berpetualang di Jepang, Arsene Wenger memperkenalkan kebiasaan diet orang-orang Jepang di Highbury, markas lama Arsenal. Para pemainnya diharuskan mengkonsumsi sayuran rebus dan ikan-ikan laut yang memiliki nutrisi luar biasa. Arsenal pun kemudian bermain luar biasa. Meriam London, julukan Arsenal, berhasil merusak dominasi Manchester United di Premier League.

 

Arsene Wenger datang dan merevolusi pemahaman pentingnya nutrisi di sepakbola Inggris

Di Premier League belakangan ini, saat kebanyakan tim-tim terus saling berlomba untuk mendatangkan pemain-pemain kelas dunia, Liverpool justru melakukan pembelian terbaiknya untuk keperluan di balik layar. Mereka mendatangkan Mona Nemmer, seorang ahli nutrisi, dari dapur Bayern Muenchen.

Karena setiap pemain memiliki perhatian nutrisi yang berbeda, Nemmer juga memperlakukan pemain Liverpool secara berbeda. Apa yang dikonsumsi oleh pemain dari Brasil akan berbeda dengan pemain asal Inggris. Apa yang dikonsumsi oleh seorang kiper dan seorang pemain depan juga akan berbeda.

Nemmer menjelaskan, “Ada tingkat energi yang berbeda tergantung pada di mana kamu bermain di atas lapangan. Kiper tidak berlari sebanyak gelandang. Dan pemain-pemain asal Brasil, misalnya, memiliki budaya sarapan yang berbeda dengan pemain Inggris. Semuanya didetailkan berdasarkan budaya, tipe tubuh, dan posisi.”

Dengan pendekatan seperti itu, saat Anda kagum dengan performa pemain-pemain Liverpool, yang seperti tak pernah kehabisan tenaga saat berada di atas lapangan, Anda seharusnya mengangkat topi untuk perempuan asal Jerman ini.

Menariknya, meski sudah menjadi bagian sepakbola modern, nutrisi belum menjadi bahasan utama bagi hampir setiap pemain bola di Indonesia. Saat lapar mereka akan makan apa pun. Asalkan kenyang dan enak mereka tak akan peduli bahwa makanan yang dikonsumsinya bisa mempunyai pengaruh buruk terhadap performa mereka di atas lapangan.

Masalah ini kemudian sering membuat pelatih-pelatih asing mengeluh atau bahkan memperlakukan peraturan tegas. Dalam gelaran Piala AFF 2016 lalu, Alfred Riedl, pelatih Indonesia, pernah mengatakan kepada Tempo, “Pemain tak peduli dengan nutrisi. Mereka makan apa pun yang mereka mau. Saat mereka pulang, asupan gizi tak terjaga.”

Karena ketidakpedulian pemain-pemain Indonesia akan nutrisi, Milomir Seslija, pelatih anyar Persiba Balikpapan asal Bosnia, bahkan akan mendenda pemainnya yang ketahuan mengomsumsi nasi goreng. Baru-baru ini dia mengatakan, “Program tim akan saya buat semuanya. Jadwal dibuat untuk mencintai sama-sama dan tidak untuk membunuh kalian dan untuk tidak membunuh kalian satu sama lain. Kalau saya tahu ada pemain makan nasi goreng akan didenda lima juta.”

Lalu, sebenarnya makanan apa saja yang seharusnya dijauhi oleh pemain-pemain sepakbola (terutama oleh pemain-pemain Indonesia)?