14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/a-XoZPzD-F8?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Jauh sebelum nama stadion Newcastle United tampak seperti sebuah alamat email (ya, maksud kami adalah nama sportsdirect.com @ St James’ Park Stadium. Bayangkan!), St. James Park pernah menjadi latar belakang cerita dua pria Geordie kelas pekerja yang mencoba untuk mendapatkan cukup uang demi bisa membeli tiket musiman untuk menyaksikan tim kesayangan mereka bertanding.

Di samping cameo buruk nan memalukan Alan Shearer, film ini dipenuhi berbagai dialog cerdas, humor, dan bahasa yang membuat Viz begitu terkenal. Kedua anak muda dalam kisah ini pun memberikan penampilan maksimal yang membuat karakter mereka mustahil untuk tidak Anda sukai. Dan selain memang kedua tokoh protagonis film ini terlihat dapat dipercaya, misi mereka pun benar-benar relevan: setiap fans sepakbola modern bisa merasakan hal yang sama dengan kerinduan para Geordie ini pada masa ‘ketika Anda tidak perlu kaya raya untuk bisa menonton sepakbola.’

13. Zidane: A 21st Century Portrait

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/fArFf4soDis?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Film ini terlihat seperti versi layar lebar dari PlayerCam-nya SkySports, film A 21st Century Portrait mengikuti Zizou saat menguasai bola dan juga ketika bergerak tanpa bola selama satu pertandingan penuh ketika bermain untuk Real Madrid melawan Villarreal.

Bagi penonton yang bukan fans sepakbola, menyaksikan selama 90 menit orang Perancis botak bergerak, berputar, dan melakukan berbagai hal di atas lapangan terdengar seperti sebuah film seni sok cerdas yang mampu memberikan mimpi buruk untuk siapapun. Bagi para penggemar klub Zidane dan para pengagumnya, ini adalah sebuah film “porno-sepakbola” yang begitu berkilau dan indah, yang membuat Anda berpikir Anda mungkin hampir sama bagusnya dengan legenda Perancis ini. Tentu saja anggapan ini akan berubah sepenuhnya saat ia mulai menyentuh bola.

12. Bostock’™s Cup

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/tgdZK8T40qM?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Film TV yang tidak terlalu dikenal dari tahun 1999 ini menampilkan para mantan pemain klub divisi bawah, Bostock Stanley (Tim Healy, Nick Hancock, Ralf Little, dan lainnya) mengingat kembali kejayaan luar biasa mereka saat memenangi Piala FA 25 tahun sebelumnya.

Dipenuhi dengan berbagai jenis humor yang terkenal di sepakbola level bawah dan amatir – fisioterapis yang gay, lapangan miring 45 derajat, dan seorang pemain yang mendapat julukan ‘Shoes’ hanya karena ia pernah datang ke lapangan dengan menggunakan sepatu baru – Bostock’s Cup adalah sebuah karya klasik yang seharusnya bisa membuat orang berhenti sejenak menyaksikan Ant and Dec.

Sayangnya, tidak ada rencana dalam waktu dekat untuk mengulangi film ini, walaupun para mantan pemain ini sempat tampil di sebuah pertandingan amal dan Nick Hancock menciptakan gol penentu kemenangan…

11. Escape to Victory

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/LnW6GlFYY6U?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Pemenang kategori “begitu buruknya sampai terlihat bagus”, film ini secara mengejutkan mencatatkan hasil yang cukup bagus di box office. Mengejutkan karena mungkin ini adalah ide film sepakbola yang paling konyol yang pernah muncul.

Michael Caine menyaksikan di pinggir lapangan saat Pele, Bobby Moore, Ossie Ardiles, beberapa pemain Ipswich (tolong jangan tanyakan mengapa pemain-pemain Ipswich) dan Sylvester Stallone –ya, Sylvester Stallone – memerankan para napi Inggris dan Amerika yang diwajibkan untuk bertanding di laga sepakbola melawan tim nasional Jerman di Paris yang sedang dikuasi Nazi. Apakah kami perlu jelaskan lebih jauh? Oke. Kami akan jelaskan lebih jauh.

Konon katanya, Stallone sangat ingin menciptakan gol penentu kemenangan di film ini. Masalahnya adalah, ia berperan sebagai penjaga gawang. Tentu saja, ini membuat skenario film ditulis ulang sehingga pertandingan pun harus dilanjutkan hingga adu penalti agar Sly bisa muncul dan menjadi pahlawan.

 

10. The Damned United

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/WMvIxHKWc5U?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Ego Brian Clough lebih besar dari layar bioskop di manapun di dunia ini, namun kariernya selama 44 hari di Leeds adalah ‘tragedi’ sepakbola yang tidak bisa ditolak siapapun. Menghidupkan kembali pria yang menjadi mitos dan legenda ini di layar bioskop pun menjadi sebuah pekerjaan untuk sang ahlinya: Michael Sheen (yang sebelumnya pernah berperan sebagai Tony Blair, Kenneth Williams, dan David Frost – tentu saja tidak secara bersamaan.)

Lebih manis dan lebih didukung oleh keluarga Clough ketimbang novel keras David Pearce yang dijadikan dasar untuk film ini, cerita yang ditampilkan tampak sangat sesuai dengan alur kisah sinematik yang menarik tanpa harus kehilangan karakter yang penuh warna dan layak mendapat perhatian.

Clough yang penuh ego ditampilkan sebagai sebuah teka-teki dan sosok yang menyenangkan, dan walaupun cukup disederhanakan, film ini mampu menampilkannya dengan baik, menjadikannya wajib ditonton oleh semua fans sepakbola yang tertarik dengan ‘the special one’ yang original ini. Akurat? Mungkin tidak. Tapi jelas sangat menarik untuk disaksikan.

 

9. Shaolin Soccer

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/AhKhp8l6EFM?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Apakah ada film yang bisa lebih keren dari mahakarya tahun 2001 dari Stephen Chow ini? Penuh dengan tawa, gadis-gadis Tiongkok yang cantik, sepakbola dan beladiri yang dibesar-besarkan secara gila-gilaan. Maaf, maksud kami adalah beladiri DI DALAM sepakbola.

Dengan kekuatan istimewa, akrobat yang mempesona, dengan lebih banyak tendangan salto daripada yang muncul di Battle of Santiago, dan hanya sedikit bantuan dari CGI, pertandingan sepakbola yang ada di film ini dipenuhi dengan adegan aksi yang membuat kita semua menahan napas.

Lebih terlihat seperti video game dibandingkan film, Shaolin Soccer bisa dibilang film sepakbola paling menyenangkan yang pernah ada. Malah, buang saja kata ‘sepakbola’ di kalimat di atas; ini adalah salah satu film paling menyenangkan yang pernah ada, titik.

8. Bend it like Beckham

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/Z7Pt_GMDdGo?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Sebuah inspirasi untuk semua Tomby, Dick, dan Harry di manapun kalian berada, Jess Bhamra mengabaikan tekanan dari orang tuanya yang merupakan campuran Inggris-India dan bermain sepakbola untuk tim wanita lokal.

Berperan sebagai Jess, Parminder Nagra tidak hanya bertarung menghadapi lawan-lawannya dan juga –ugh – anak laki-laki, tapi juga berbagai rintangan dan cobaan saat tumbuh dewasa sebagai generasi kedua keluarga campuran Asia-Inggris (tentunya dilengkapi dengan berbagai komedi benturan-budaya ala Goodness Gracious Me).

Segalanya berjalan dengan baik untuk Nagra, yang tak lama kemudian direkrut oleh acara raksasa televisi Amerika Serikat, ER. Rekan satu tim-nya di layar, Keira Knightley, juga kemudian pindah ke Los Angeles, tapi tidak untuk bermain besama Galaxy…

image: http://keposoccer.com/wp-content/uploads/2017/05/pa-3047032_0.jpg

7. There’™s only one Jimmy Grimble

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/J–CO0b5DIY?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Full Monty yang dicampur dengan sepakbola, film tahun 2000 dari John Hay ini amat sangat British sampai-sampai berani menggoyang klise dengan menampilkan Robert Carlyle sebagai mentor sang tokoh utama. Di luar berbagai stereotipe yang ada, film ini amat sangat bagus dalam kemampuannya menyentuh para penonton.

Pengalaman yang dijalani Grimble adalah mimpi yang dimiliki setiap anak muda – direkrut oleh tim favoritnya. Fantasi Jimmy menjadi nyata setelah diberikan sepatu ajaib yang katanya dimiliki oleh legenda Manchester City.

Sepatu ini membuatnya lupa sosok anak kecil gugup yang ‘kencing di celana’ dalam pertandingan antar sekolah, dan memberikannya pelarian dari kekalahan, romantisme, humor di toilet, dan stereotipe suram daerah utara yang mewarnai kehidupan dirinya di luar lapangan. Tapi apakah sepatu ini yang memberikannya bakat? Atau memang ia sudah memilikinya sejak awal? Sebuah film yang penuh kemurnian dan untuk anak muda ala ‘Boy’s Own’…

 

6. Fever Pitch

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/GMr2daGzvnk?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Buku Nick Hornby yang berjudul sama berhasil menunjukkan kemarahan dan penderitaan fans sepakbola secara lebih baik dibandingkan dengan buku sepakbola manapun. Versi filmnya mencoba melakukan hal yang sama dengan medium kisah yang lebih ramah-Hollywood; sebuah kisah cinta yang diperani Colin Firth. Berkat skenario yang tajam (dan peran pembantu yang kuat dari Mark Strong sebagai sahabat dengan ucapan yang tajam dan mengena), film ini kurang lebih sukses melakukannya.

Berlatar musim juara dramatis Arsenal pada tahun 1989, Firth berperan sebagai fans berat The Gunners yang hidupnya hanya berputar di sekitar klub ini saja – “Saya tidak tahu apakah hidup ini terasa buruk karena Arsenal sedang buruk, atau malah sebaliknya” – hingga berpengaruh besar pada hubungan pribadinya dengan orang lain.

 

Jika pasangan Anda bukanlah seorang fans sepakbola, film ini bisa membantu mereka mengerti apa yang Anda harus jalani setiap pekannya. Bisa jadi begitu, tapi kemungkinan besar juga tidak sama sekali. Mereka akan tetap melihat Anda sebagai orang dewasa yang menangis hanya karena sekelompok miliuner asing mengalahkan satu kelompok lainnya.

5. Mike Bassett: England manager

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/mwAygb82m1Y?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Film berat ini akan terasa sangat mengejutkan untuk para perawan sepakbola. Namun untuk yang merasa sepakbola lebih penting dari pernikahan mereka, sepertinya tidak akan bisa menahan diri untuk mencintai film ini dan semua lelucon kecil di dalamnya, dari surat di bawah karpet Mick Channon hingga tim Republik Irlandia yang entah kenapa terasa begitu Inggris.

Anda akan melihat karikatur pemain yang begitu jelas (kiper dengan rambut ekor kuda, seorang Geordie pemabuk, pemain belakang psikopat, pemain tengah yang playboy), terkekeh pada lagu Piala Dunia skuat ini, menatap tidak senang dengan pers yang kejam, memberikan simpati penuh pada mantan manajer Norwich yang tidak beruntung ini, dan – yang paling penting – bersorak saat Inggris menciptakan gol.

Setelah lolos dengan susah payah ke putaran final Piala Dunia karena Luxembourg secara mengejutkan berhasil mengalahkan Turki, tampaknya tidak ada harapan tersisa untuk Mike Bassett. Namun dengan determinasi luar biasa untuk memainkan “four-four-f**king-two” dan dengan Rudyard Kipling sebagai inspirasinya, ia berhasil membawa kelompok penyakitan miliknya ini menjadi juara. 

 

4. Ronaldo

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/33gTb1v3wds?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Ronaldo sang Pemenang. Ronaldo sang Pekerja Keras. Ronaldo sang Pecinta Keluarga. Ronaldo sang… Penyendiri? Mungkin yang terakhir ini seharusnya tidak terlalu mengejutkan, terutama melihat bagaimana ia memberikan segalanya untuk menjadi yang terbaik, namun hal ini tetap menjadi sisi yang diperlihatkan secara kuat di film ini.

Ia hanya mempercayai sedikit orang namun tetap menjaga siapapun yang ia cintai untuk selalu dekat dengannya (Ya, Jorge Mendes termasuk di antaranya), artinya tidak ada terlalu banyak ruang untuk orang lain di dalam kehidupan CR7 yang padat. Film yang sudah disetujui sebelumnya oleh bintang sebesar dirinya seharusnya diterima dengan biasa saja, namun di sini tetap saja ada kisah yang benar-benar menarik dari masa kecil dirinya, dan film ini terbukti mampu menangkap sisi lainnya dari pemain terbaik tahun 2016 di planet ini.

3. The Class of ’92

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/i0CY4kaUydw?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Film brilian yang menggambarkan kesuksesan anak-anak muda asuhan Fergie (‘Fergie’s Fledglings’) di era 90an: Gary dan Phil Neville, Ryan Giggs, Paul Scholes, Nicky Butt, dan David Beckham. Dokumenter ini mengungkapkan secara detil kemunculan luar biasa enam pemain muda dari kesuksesan mereka di Youth Cup tahun 1992 hingga menjuarai Premier League, sampai meraih treble yang penuh sejarah di tahun 1999.

Berbagai kisah dari dalam kamar ganti, latar belakang dari para pemain utama, sepakbola dan budaya saat itu, segalanya tercampur dengan sangat baik di tengah berbagai testimoni dari sosok semacam Zinedine Zidane, Eric Cantona, dan banyak lainnya. Film ini diciptakan oleh tim yang sama yang juga membuat dokumenter Senna yang juga luar biasa bagus.

 

2. I Believe In Miracles

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/d4_6hVPyKZw?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Sebuah kisah yang secara fantastis mengungkap bagaimana Brian Clough membawa Nottingham Forest dari tim papan tengah Divisi Dua hingga menjadi juara di Eropa. Produksi yang bagus, pilihan lagu-lagu yang tepat, dan adegan yang belum pernah muncul sebelumnya tentang Old Big ‘Ead menjadikan film ini salah satu kisah terbaik dalam sepakbola. Wajib untuk disaksikan.

Gary Birtles menyimpulkan film ini dengan, “Ini amat sangat layak disebut sebagai salah satu pencapaian terhebat di dunia sepakbola.”

1. Two Escobars

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/PHzixowbbYU?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 14 Film Sepakbola Terbaik Sepanjang Masa Versi
FourFourTwo!

Dua Escobar (yang tidak memiliki hubungan saudara) adalah sebuah kisah yang saling terkait dan amat sangat menarik. Pemain belakang Kolombia, Andres Escobar – yang gol bunuh dirinya berkontribusi besar dalam tersingkirnya Los Cafeteros secara dini di Amerika Serikat ’94 – memang ditembak mati tujuh bulan setelah kematian mengerikan Pablo di tangan para polisi, namun pembunuhannya berhubungan langsung nama belakangnya.

Pablo Escobar mengagumi sepakbola, dan melihatnya sebagai sebuah peluang untuk memperbesar lagi kerajaan narkoba miliknya – dan tentu saja, memasukkan uang banyak ke Atletico Nacional adalah sebuah cara yang ideal untuk mencuci uang. Bek Nacional, Andres, hanya berada di tempat yang salah pada waktu yang salah; aksinya ketika menghadapi Amerika Serikat membuat marah orang-orang kuat dan berkepentingan yang menaruh banyak uang di pertandingan ini, dan membuat dirinya harus ditembak mati di parkiran klub malam.

The Two Escobars membawa dua kisah ini dengan sangat baik, menunjukkan hubungan yang buruk antara para kartel di Kolombia – termasuk siapapun yang terjebak di antaranya – dan permainan indah yang begitu mereka cintai ini.

fourfourtwo.com