10 Klub Eropa yang Mampu Mendominasi Liga Begitu Lama

Ternyata cukup banyak juga klub-klub Eropa yang mampu mendominasi liganya hingga bertahun-tahun. Beberapa klub bahkan bisa mencapai level yang ekstrem karena situasi liga negeri mereka yang terlalu timpang.

Kami merangkum klub-klub yang mampu menjuarai liganya secara beruntun dalam dua kategori berbeda: Kategori pertama hanya berisi klub-klub dari lima liga top Eropa, dan kategori kedua adalah rekor klub-klub Eropa secara keseluruhan…

Rekor di lima liga top Eropa:

 

1. Olympique Lyonnais (7 gelar beruntun)

Terhitung sejak musim 2001/02, Lyon terus memenangi Ligue 1 hingga 2007/08 dan memecahkan rekor sebagai tim pertama yang memenangi tujuh titel beruntun di Prancis

Jauh sebelum adanya invasi Paris Saint-Germain (PSG) dengan kekuatan uang yang mereka miliki, ‘kerajaan’ di Prancis dikuasai oleh Olympique Lyonnais di era 2000-an. Pada saat itu, tak ada tim Prancis yang mampu menghentikan dominasi mereka.

Kala itu passion bermain di atas segalanya, dan bahkan ketika beberapa pemain top mereka diambil klub lain, mereka tetap mampu menemukan pemain pengganti yang sepadan atau malah lebih baik. Pemain-pemain yang dimiliki Lyon dari Juninho Pernambucano, Sidney Govou, Cacapa, Gregory Coupet, Sylvain Wiltord, Florent Malouda, hingga Fred merupakan saksi hidup kejayaan Lyon.

Terhitung sejak musim 2001/02, Lyon terus memenangi Ligue 1 hingga 2007/08 dan memecahkan rekor sebagai tim pertama yang memenangi tujuh titel beruntun di Prancis. Kini, Lyon mengalami kesulitan bersaing dengan PSG dalam merebutkan titel Ligue 1, karena kekuatan uang klub raksasa tersebut.

2. Juventus (5 gelar beruntun)

Dari Prancis ke Italia, ada Juventus yang memuncaki rekor sebagai klub yang meraih titel liga beruntun terbanyak di Italia. Bianconeri sudah dua kali meraih lima scudetto beruntun, yakni di masa silam dari musim 1930/31 hingga 1934/35, dan di era milenial ini yaitu pada 2011/12 hingga 2015/16.

 

Bianconeri sudah dua kali meraih lima scudetto beruntun, yakni di masa silam dari musim 1930/31 hingga 1934/35, dan di era milenial ini yaitu pada 2011/12 hingga 2015/16

La Vecchia Signora bahkan sangat mungkin menambah koleksinya menjadi enam beruntun musim ini. Mereka sulit digeser dari puncak klasemen, apalagi rival terdekat, Roma dan Napoli, mengalami  inkonsistensi bermain hingga fokus mereka berganti untuk perebutan tempat kedua.

Kebangkitan Juventus yang sempat mengalami skandal calciopoli pada 2006 tak lepas dari perubahan besar yang dilakukan manajemen. Ketika kembali naik ke Serie A pasca skandal calciopoli menjatuhkan mereka ke Serie B, Juventus langsung memiliki visi jangka panjang untuk membangun stadion baru dan lepas dari kepemilikan stadion bersama dengan pemerintah setempat.

Kembalinya kejayaan Juventus juga tak lepas dari keberhasilan klub menjaga pemain senior mereka seperti Gianluigi Buffon, Giorgio Chiellini, dan Alessandro Del Piero, sehingga kedatangan Antonio Conte pada 2011 langsung memberi scudetto pertama, setelah titel Serie A yang terakhir diraih pada 2005/06 dicabut dan diberikan kepada Inter Milan.

Conte menanamkan mental juara dan memunculkan kembali rasa lapar kesuksesan tim, hingga tiga kali beruntun meraih scudetto sebelum posisinya digantikan oleh Massimiliano Allegri pada 2014.

3. Bayern Munich (5 gelar beruntun)

Julukan Raksasa Bavaria memang tidak asal sembarang sebut untuk Bayern Munich. Mereka memang menjadi raksasa, bukan hanya di Bavaria, tapi juga di Jerman. Raihan titel Bundesliga teranyar yang dipastikan Bayern pasca menang 6-0 atas Wolfsburg di spieltag 31, merupakan titel ke-27 Bayern dan jadi yang kelima secara beruntun.

 

aihan titel Bundesliga teranyar yang dipastikan Bayern pasca menang 6-0 atas Wolfsburg di spieltag 31, merupakan titel ke-27 Bayern dan jadi yang kelima secara beruntun

Dua rekor langsung dipecahkan Die Roten, dari rekor titel Bundesliga terbanyak hingga tim pertama yang sukses merebutnya lima kali beruntun. Sejarah Bundesliga yang sudah tercatat sejak 1964 hanya mencatat maksimal tiga kali beruntun tim meraih titel tersebut. Dua tim yang mampu melakukannya adalah Borussia Monchengladbach dan Bayern.

Lima titel Bundesliga yang diraih Bayern saat ini tak lepas dari momen treble di musim 2012/13. Jupp Heynckes meninggalkan skuat yang sudah matang dan berpengalaman kepada suksesornya, Pep Guardiola yang melatih klub selama tiga musim, sebelum digantikan Carlo Ancelotti di awal musim ini.

Pecinta sepakbola Spanyol tentu tahu bahwa hegemoni Barcelona dan Real Madrid di La Liga sudah sangat kuat, meski faktanya Atletico Madrid pernah mengganggu mereka ketika menjuarai La Liga 2013/14. Kuantitas dari segi raihan trofi sudah berbicara banyak bagaimana supremasi kedua tim itu. Madrid teratas dengan koleksi 32 titel La Liga, sementara Barcelona di bawahnya dengan raihan 24 trofi.

El Real pernah berjaya di masa silam dengan kekuatan mereka sebagai klub ibu kota, membuat Barcelona gigit jari ketika mereka dua kali meraih lima titel La Liga beruntun, dengan rincian musim 1960/61 hingga 1964/65, dan musim 1985/86 hingga 1989/90. Oleh karena itu, jangan heran jika seorang Gerard Pique yang asli kelahiran Katalunya, begitu membenci Madrid dan sesumbar berkata dalam beberapa musim terakhir ini, bahwa era Madrid telah berakhir.

5. Manchester United (3 gelar beruntun)

Beralih ke Premier League. Sejak format liga berubah dari First Division ke Premier League, sejarah sepakbola Inggris mencatat hanya Manchester United yang pernah meraih titel Premier League beruntun terbanyak di antara klub lainnya.

Manchester Merah sudah dua kali memenanginya tiga kali beruntun pada periode 1998/99 hingga 2000/01 dan 2006/07 hingga 2008/09

Raihan terbanyak Red Devils adalah tiga kali beruntun. Itu jelas jumlah yang sedikit dibanding liga top Eropa lainnya, tapi, pada kenyataannya raihan tersebut sudah sangat hebat di ketatnya rimba persaingan Premier League. Tak mudah bagi Sir Alex Ferguson membentuk skuat yang tangguh untuk terus konsisten meraih titel Premier League.

Apalagi dahulu Premier League punya Big Four alias empat tim yang selalu bersaing di papan atas klasemen seperti Man United, Liverpool, Arsenal, dan Chelsea. Kini, persaingan bertambah sengit seiring kehadiran Manchester City dan Tottenham Hotspur.

Tak pelak total 20 titel Premier League yang sudah diraih Man United, dan 11 di antaranya terjadi di era Ferguson, merupakan prestasi yang patut diacungi jempol. Di antara tim-tim yang pernah memenangi Premier League, Manchester Merah sudah dua kali memenanginya tiga kali beruntun pada periode 1998/99 hingga 2000/01 dan 2006/07 hingga 2008/09.

Rekor klub-klub Eropa secara keseluruhan

1. Skonto Riga & Lincoln (14 gelar beruntun)

Skonto Riga merupakan klub asal Latvia, sementara Lincoln berasal dari Gibraltar, dan keduanya sama-sama mengoleksi 14 trofi beruntun

Setelah membahas rekor di lima liga top Eropa, kini kita beralih ke rekor gelar juara liga beruntun klub-klub Eropa secara keseluruhan yang benar-benar terdaftar di RSSSF (Rec Sport Soccer Statistics Foundation). Klub pertama yang ada di urutan pertama adalah Skonto Riga dan Lincoln (tentunya bukan klub mantan Presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln).

Skonto Riga merupakan klub asal Latvia, sementara Lincoln berasal dari Gibraltar, dan keduanya sama-sama mengoleksi 14 trofi beruntun. Skonto sudah meraihnya sejak 1991 hingga 2004, dan Lincoln melakukannya pada periode 2002/03 hingga 2015/16.

 

Anda tak perlu heran jika melihat kedua tim itu berjaya di liganya masing-masing, sebab, tak ada tim lain yang lebih baik dari mereka. Skonto dan Lincoln juga sama-sama pemasok pemain ke timnas masing-masing.

Rosenborg merupakan salah satu klub besar Norwegia yang memecahkan rekor raihan 24 titel Eliteserien, atau divisi tertinggi di kompetisi sepakbola Norwegia. 13 di antaranya bahkan diraih beruntun pada kurun waktu 1990-2004.

Rosenborg merupakan klub besar Norwegia dengan raihan 24 titel Eliteserien. 13 di antaranya bahkan diraih beruntun pada kurun waktu 1990-2004

 

Nama klub yang berjuluk Troillongan (The Troll Kids) ini tentu tidak asing lagi bagi Anda yang selalu menyaksikan Liga Champions. Sekitar periode 1995 hingga 2007, Rosenborg merupakan tim langganan Liga Champions yang selalu berada di fase grup, dan pernah menghadapi tim-tim sekaliber AC Milan, Juventus, Real Madrid, Borussia Dortmund, PSG, Lyon, Chelsea, dan Valencia.

Kolektivitas dan determinasi bermain ala Viking menyulitkan lawan-lawan yang pernah dihadapi Rosenborg. Beberapa pemain yang pernah bermain untuk Rosenborg adalah Steffen Iversen, Yssouf Kone, Alexander Tettey, Vidar Riseth, Roar Strand, dan Mikael Dorsin.

3. Dinamo Zagreb (11 gelar beruntun)

Kub ibu kota Kroasia itu telah meraih total 18 trofi dan 11 di antaranya diraih beruntun pada kurun waktu 2006 hingga 2016

Klub kebanggaan Kroasia dan juga penghasil bakat alami untuk timnas Kroasia. Luka Modric, Vedran Corluka, Zvonimir Boban, Eduardo, Milan Badelj, Maria Mandzukic, Sammir, Niko Kranjcar, merupakan beberapa nama top yang terkenal di Eropa dan juga dunia yang berasal dari klub ini.

Zagreb memiliki rivalitas yang panas dengan Hajduk Split dan rival sekota, Kranjceviceva, di divisi teratas sepakbola Kroasia alias MAXtv Prva Liga. Kendati demikian, klub ibu kota Kroasia itu seharusnya bangga karena telah meraih total 18 trofi dan 11 di antaranya diraih beruntun pada kurun waktu 2006 hingga 2016.

Mereka juga tim yang Anda sering lihat di Liga Champions dan musim lalu tergabung di grup yang sama dengan Arsenal, Bayern Munich, dan Olympiacos. Beberapa muka yang menghuni skuat besutan Ivaylo Petev juga cukup terkenal seperti Paulo Machado, Sammir, dan mantan striker Man United, Angelo Henriquez.

4. BATE Borisov (11 gelar beruntun)

Bergeser ke Belarusia, ada sebuah klub bernama BATE Borisov yang mendominasi di Liga Primer Belarusia. BATE total telah mengoleksi 13 titel Liga Primer Belarusia, dan 11 di antaranya diraih beruntun pada kurun waktu 2006-2016. Raihan yang sama dengan Zagreb, namun di liga yang berbeda.

BATE total telah mengoleksi 13 titel Liga Primer Belarusia, dan 11 di antaranya diraih beruntun pada kurun waktu 2006-2016

Klub milik Anatoli Kapski ini juga merupakan satu-satunya tim Belarusia yang pernah lolos kualifikasi Liga Champions dan mencapai fase grup lima kali. Mungkin, Anda juga pernah mengenal tiga nama pemain yang pernah bermain di sana. Mereka adalah Mateja Kezman, Vitali Kutuzov, dan Alexander Hleb, yang pernah bermain untuk Arsenal dan juga Barcelona.

BATE sendiri baru berjaya ketika sepakbola memasuki era modern, karena klub ini pernah dibubarkan pada 1984 dengan alasan krisis finansial. Kala itu Liga Primer Belarusia dikuasai oleh Dinamo Minsk yang bergantian meraih trofi dengan MPKC Mozyr dan Dnepr-Transmash Mogilev.

Namun, sejak didirikan kembali pada 1996, BATE kembali menjadi tim terkuat dan terpopuler di Belarusia.

10. Dinamo Tbilisi (10 gelar beruntun)

Nomor keberuntungan 10 untuk raihan titel beruntun sebanyak 10 kali dicatatkan oleh lima klub, yakni Dinamo Tbilisi (1990-99), BFC Dynamo (1979-88), MTK (1917-25), Pyunik Yerevan (2001-10), dan Sheriff Tiraspol (2001-10). Dari lima klub itu, nama Tbilisi bisa dikatakan sebagai yang paling terkenal, sebab mereka pernah menelurkan pemain-pemain beken yang pernah bermain di Eropa.

 

Ingat dengan nama Kakha Kaladze, Shota Arveladze, dan Levan Kobiashvili? Ya, mereka semua merupakan alumni akademi Tbilisi. Bahkan, nama yang disebut pertama merupakan legenda klub peraih tujuh titel Liga Champions, AC Milan.

Blue-White (julukan Tbilisi) juga pemasok pemain untuk timnas Uni Soviet di masa silam dan menjadi klub yang populer di Georgia. Tbilisi bisa dibilang sebagai garda terdepan kemajuan olahraga Soviet yang langsung didukung oleh Perdana Menteri Dalam Negeri Soviet, namun, ketika Uni Soviet pecah, nama Tbilisi perlahan tenggelam.

Selain pernah menjadi berandil penting dalam perkembangan sepakbola Soviet dan Georgia, Tbilisi juga pernah mencatatkan prestasi di kancah turnamen antarklub Eropa, ketika menjuarai Piala Winners pada 1981.

fourfourtwo.com/