10 Diving Paling Memalukan Sepanjang Masa

7. Robert Meier, MSV Duisburg vs Cologne (2005)

Diving tak cuma dilakukan pemain, dan bos Duisburg, Robert Meier, adalah buktinya. Setelah dengan sengaja mendorong kepalanya sendiri ke arah pemain Cologne Albert Streit, Meier menjatuhkan tubuhnya ke tanah. Streit kemudian langsung diusir wasit karena tindakannya yang tidak terpuji itu, meskipun hukuman tersebut nantinya dicabut oleh asosiasi sepak bola Jerman yang kemudian juga memberikan hukuman bagi Meier berupa larangan terlibat dalam aktivitas manajemen klub selama tiga bulan (setelah ia didepak oleh Duisburg dua hari pasca pertandingan ini). Karma.

 

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/P6-8ZDvnVFY?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 10 Diving Paling Memalukan Sepanjang Masa

6. Fernando Torres, Cili vs Spanyol (2010)

 

Meskipun pertandingan didominasi oleh anak-anak asuh Marcelo Bielsa pada 30 menit pertama pertandingan, Spanyol mampu unggul dua gol saat turun minum sementara Cile harus kehilangan Marco Estrada yang mendapatkan kartu kuning kedua. Tapi mengapa? Saat gelandang itu mundur untuk membantu pertahanan, Torres yang licik langsung sengaja meluncur ke arah larinya – dan sengaja mengganggu pandangan wasit –sebelum dengan sengaja menjatuhkan dirinya di tepi kotak penalti dan membuat lawannya yang tidak bersalah itu itu diganjar kartu kuning. Sayangnya kesialan Cile tidak berhenti sampai di situ, karena mereka juga harus kebobolan untuk kedua kalinya lewat Andres Iniesta. Licik.

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/icJTYQqdlzY?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 10 Diving Paling Memalukan Sepanjang Masa

5. Patrick Vieira, Liverpool vs Arsenal (2004)

Sebagai seseorang yang mendominasi jantung lapangan tengah Arsenal, Viera memperlihatkan bagaimana ia memang tidak terbiasa melakukan diving seperti yang terlihat dalam diving amatiran yang dilakukannya di Anfield. Tertekan oleh kedudukan yang masih imbang, pemain asal Prancis ini membawa bola ke luar lini pertahanan dan langsung menendangnya dengan keras melewati Dietmar Hamann sebelum dengan canggung menjatuhkan dirinya ke tanah. Seandainya saja yang terjadi adalah yang sebalikya, ya kan Pat?

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/ZMyodSDQbXM?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 10 Diving Paling Memalukan Sepanjang Masa

4. Alberto Gilardino, Celtic vs AC Milan (2007)

Celtic mampu menahan juara Eropa, AC Milan, 0-0 di kandang sebelum kalah 1-0 dalam laga tandang. Tim tamu yang dari Italia itu sebetulnya memiliki kesempatan untuk unggul di laga tandang mereka, jika saja Gilardio tidak memutuskan untuk melakukan akting yang pantas dianugerahi dengan sebuah Piala Oscar. Juara Piala Dunia ini mengatakan bahwa ia ditekel pemain Celtic, Artur Boruc, meskipun sebenarnya, ia berada di posisi yang tepat untuk mencetak gol. Dia kemudian mendapatkan balasannya saat wasit memutuskan bahwa tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh Boruc.

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/mCX9Q8e76nA?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 10 Diving Paling Memalukan Sepanjang Masa

3. Steven Taylor, Newcastle vs Aston Villa (2005)

 

Bukti bahwa diving tidak cuma digunakan untuk menciptakan pelanggaran palsu, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk menutupinya. Karena The Magpies sudah ketinggalan satu gol di kandang mereka sendiri dan Shay Given berada sangat jauh dari gawang, Taylor memutuskan untuk melompat demi mencegah mereka mencetak gol kedua. Sial baginya, ia menyentuh bola dengan tangannya. Newcastle kebobolan lewat tendangan penalti, Taylor diusir, dan Newcastle kalah 3-0.

Upaya terakhir yang ia lakukan untuk menutupi kesalahannya adalah dengan menggeliatkan tubuhnya yang terkapar di tanah sambil menutupi wajahnya. Dia bahkan tidak mengeluh saat diganjar dengan kartu. 

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/vl3HnU0HOhk?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 10 Diving Paling Memalukan Sepanjang Masa

2. Kyle Lafferty, Irlandia Utara vs Azerbaijan (2012)

Butuh gol saat injury time dari David Healy untuk menggagalkan keunggulan Azerbaijan lewat tendangan hebat Rauf Aliyev dari jarak 30 yard dalam laga yang berakhir imbang 1-1 ini, namun Lafferty mencuri perhatian dengan menjadi bintang Irlandia Utara kedua yang masuk ke buku catatan wasit karena sengaja melakukan diving. Menyadari bahwa ia tidak akan mampu menyambut umpan silang Chris Baird, Lafferty memutuskan untuk mendapatkan hadiah tendangan penalti. Seseorang seharusnya memperingatkannya bahwa untuk bisa sukses melakukan itu, lawan harus berada dekat dengannya. Apa yang ia dapatkan sebaliknya? Sebuah kartu kuning, dan publikasi memalukan sepanjang masa di YouTube.

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/DqsMTj1KXo4?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 10 Diving Paling Memalukan Sepanjang Masa

1. Sergio Busquets, Barcelona vs Inter Milan (2010)

Hei, dalam kasus ini memang ada kontak fisik! Tapi meskipun wajah Sergio memang tersentuh oleh tangan Thiago Motta, insiden yang terjadi selanjutnya lah yang membuat pemain Barca itu masuk ke daftar ini. Ketika ia berguling kesakitan, kamera dengan cepat menangkap bahwa ia sengaja mengintip melalui jari-jarinya untuk mencari tahu apakah wasit memercayai aksinya itu. Tak perlu dikatakan, ketika wasit mengeluarkan kartu untuk Motta, ia menunggu cukup lama hingga Motta berhenti memprotes wasit, sebelum tiba tiba bangkit dan sembuh dalam sekejap.  

<a

href=”https://www.youtube.com/embed/_Ap72BURUbg?enablejsapi=1&origin=https%3A//www.fourfourtwo.com&wmode=opaque”>Embedded
video for 10 Diving Paling Memalukan Sepanjang Masa