Thomas Tuchel Sanjung Keberanian Borussia Dortmund Di Tengah Keputusan Absurd UEFA

Tuchel bicara blak-blakan setelah timnya takluk 3-2 dari Monaco, 22 jam setelah insiden ledakan bom di bus BVB.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter


Pelatih Borussia Dortmund Thomas Tuchel menyanjung keberanian yang ditunjukkan anak asuhnya selepas takluk 3-2 dari AS Monaco dalam leg pertama perempat-final Liga Champions di Signal Iduna Park, Kamis (13/4) dini hari WIB.

Namun di satu sisi, Tuchel juga melemparkan kritik kepada UEFA karena memutuskan untuk tetap menyelenggarakan partai ini hanya berselang satu hari, atau tepatnya 22 jam setelah terjadinya insiden ledakan bom yang merusak bus tim Dortmund. Peristiwa tersebut juga membuat bek BVB Marc Bartra sempat dilarikan ke rumah sakit.

SIMAK JUGA: Mbappe Dua Gol, Monaco Atasi Dortmund

Penundaan laga yang hanya berjarak singkat dari insiden bom tentu saja membuat kondisi psikologis para pemain Dortmund tidak stabil. Ini terbukti dengan performa mereka di babak pertama di mana Monaco sanggup menggelontorkan tiga gol tanpa balas melalui brace Kylian Mbappe dan gol bunuh diri Sven Bender.

Beruntung, tuan rumah mampu merespons di babak kedua melalui Ousmane Dembele dan Shinji Kagawa walau akhirnya tetap kalah. Terlepas dari ketangguhan mental Dortmund, Tuchel tetap menyayangkan tetap digelarnya laga ini mengingat timnya masih mencerna kejadian teror yang baru saja mengguncang mereka.

“Situasi ini absurd. Kami hanya memiliki 15 pemain yang tersedia di skuat. Kami butuh waktu untuk mencerna semua ini, tetapi kenyataannya kami tidak mendapatkan waktu yang memadai,” kata Tuchel dalam jumpa pers seusai laga.

“Mereka [UEFA] menganggap insiden ini sebagai penyerangan bus yang hanya menggunakan kaleng bir! Perlakuan semacam ini membuat kami tidak berdaya,” keluhnya.

2017-04-13-dortmund-tuchel

Tuchel kemudian mendiskusikan performa anak asuhnya di laga ini. “Saya suka dengan semangat para pemain di babak kedua. Babak pertama berjalan pahit bagi kami.”

“Gol pertama Monaco jelas offside. Secara keseluruhan kami dirugikan dua gol [gol off-side Monaco dan gol bunuh diri Bender] dan satu penalti [yang gagal dieksekusi Fabinho]. Situasi ini tidak bagus. Tapi sejak awal, tetap digelarnya laga ini adalah hal yang tidak beres.”

“Laga ini adalah tentang keberanian untuk tetap bertanding dan kami telah menunjukkannya. Ini tidak akan kami lupakan,” imbuh Tuchel.