Thomas Tuchel Kecam Keputusan UEFA

Sang pelatih menilai Dortmund masih butuh waktu untuk pulih dari syok yang disebabkan oleh serangan bom.


OLEH    YUDHA DANUJATMIKA     Ikuti di twitter


Thomas Tuchel mengecam UEFA setelah Borussia Dortmund dipaksa bermain di leg pertama perempat-final Liga Champions sehari setelah insiden bom. Walau begitu, Tuchel menyadari profesional harus tetap menemukan solusi.

Dortmund mendapatkan tiga ledakan tak lama sebelum berangkat ke Signal Iduna Park. Tak ada korban jiwa, namun bek Marc Bartra harus menjalani operasi karena mengalami retak tulang pergelangan tangan.

SIMAK JUGA – Matthaus: UEFA Tak Bertanggung Jawab

Hans-Joachim Watzke, kepala eksekutof Dortmund, meminta timnya untuk tak tunduk pada teror bom. Adapun Tuchel tetap melempar kritik pada UEFA yang tidak memerhatikan kondisi mental timnya.

“Ada beberapa pemain yang bisa mengatasi apa yang terjadi dengan mudah dan ada yang lebih khawatir – perasaan yang bercampur aduk,” ungkap Tuchel pada Sky Sports News. “Kami berharap bisa memiliki lebih banyak waktu untuk menerima apa yang terjadi, tapi seseorang di Swiss memutuskan kami harus bermain.”

SIMAK JUGA – Tuchel Sanjung Sikap Dortmund

“Ini sangat tidak adil. Apa yang terjadi kemarin menyerang kami sebagai manusia. Setiap pemain punya hak untuk bertanding dengan perasaan aneh. Kami tak berdaya menghadapi keputusan itu, tapi profesional harus menemukan solusi. Kami cukup kuat,” tandasnya.

Dortmund kalah 3-2 dari AS Monaco di pertandingan tunda tersebut.