Pengaruh Johan Cruyff Dalam Cara Melatih Luis Milla Aspas

Metode latihan yang diterapkan Milla untuk timnas U-22 disebut latihan level atas.


OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN


Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-22 Luis Milla Aspas dikenal sebagai mantan pemain yang pernah memperkuat dua klub besar Spanyol, yakni Barcelona dan Real Madrid. Namun yang paling berpengaruh bagi karakter kepelatihannya kali ini, Milla mengakui sangat terinspirasi dengan pola yang diterapkan Barcelona. 

Termasuk dalam pengembangan pemain muda di La Masia. “Saya belajar nilai sepakbola dan filosofi bermain dari Barcelona. Di Barcelona, filosofi permainan itu sudah ada sejak 30 tahun lalu dan terus diulang-ulang hingga saat ini. Saya sangat senang dengan filosofi Barcelona,” kata Milla.

SIMAK JUGA: Milla Merasa Beruntung Pernah Melatih Generasi Emas Timnas Spanyol

Salah satu pelatih dan mantan pemain dunia yang sangat berpengaruh dalam cara melatih Milla adalah Johan Cruyff. Eks penggawa timnas Belanda itu diketahui sebagai salah satu pelatih yang menganut paham Total Football, yang juga ditanamkannya di Barcelona.

SIMAK JUGA: Pemain Timnas U-22 Makin Kuasai Taktik Milla

Adanya pengaruh Cruyff dalam cara melatih Milla dituturkan direktur teknik PSSI Danurwindo. “Saya pernah berdiskusi dengan Milla, karena berasal dari La Masia dan pernah dilatih Cruyff, itu mempengaruhi cara melatihnya. Selain itu, dia juga belajar dari Claudio Ranieri dan Fabio Capello yang juga pernah melatihnya,” beber Danurwindo.

Selain itu, eks pelatih Persija Jakarta tersebut mengungkapkan metode latihan yang diterapkan Milla untuk timnas U-22 adalah latihan level atas. Bahkan, Danurwindo menyebut Milla sudah mulai melatih sebelum latihan dimulai.

“Artinya, informasi latihan sudah diberikan sebelum latihan dimulai. Jadi kendala bahasa itu bisa ditekan karena para pemain sudah tahu apa yang akan mereka jalani dalam latihan. Milla juga selalu mengajarkan pemainnya berpikir, karena sepakbola intensitasnya tinggi,” jelasnya.

Eks pelatih PSSI Primavera ini juga mengungkapkan filosofi bermain yang coba ditanamkan Milla ke timnas U-22. “Indonesia cocok menerapkan possession progresive constructive. Artinya, tim kita harus menyerang secara konstruktif, yang kuat dalam possession (penguasaan bola),” pungkasnya.