Pemain Muda Persib Bandung Mengkhawatirkan

Djanur pusing melihat performa pemain muda, sementara Umuh menilai Essien dan Cole masih butuh waktu beradaptasi.


OLEH   DONNY AFRONI & PANDU PERSADA


Pelatih Persib Bandung Djadjang Nurdjaman tidak puas dengan performa yang diperlihatkan pemain muda ketika memetik kemenangan telak 7-0 atas klub Liga 2 Persika Karawang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu (5/4) sore WIB.

Dedi Kusnandar mencetak dua gol di laga ini. Sedangkan lima lainnya dilesakkan Atep, Shohei Matsunaga, Michael Essien, Raphael Maitimo, dan Carlton Cole. Kendati mencatat kemenangan telak, Djadjang menyoroti penampilan pemain muda.

SIMAK JUGA: Tony Tak Terbebani Persib Disebut ‘Los Galacticos’

Djadjang menurunkan bek kanan Henhen Herdiana, gelandang Ahmad Basith, dan winger kanan Agung Mulyadi sejak menit pertama. Agung yang diproyeksikan mengganti peran Febri Haryadi tampil selama 33 menit sebelum digantikan Puja Abdillah.

Penampilan Agung cukup baik, dan terlihat menyatu Matsunaga. Puja cukup merepotkan di sayap kanan, dan menjadi salah satu aktor yang membantu terciptanya gol kedua Dedi di menit ke-40.

“Hasil tidak terlalu penting, walaupun bisa menang 7-0. Masih menyisakan kekurangan menjelang liga yang kurang dari sepuluh hari, terutama penampilan tiga pemain muda. Hari ini saya agak berat untuk menyampaikan, ketiganya jauh dari harapan. Itu yang buat saya pusing,” keluh Djanur, sapaan Djadjang.

SIMAK JUGA: Djanur Deg-Degan Tunggu ‘Kick-Off’ Liga 1

Senada dengan Djanur, manajer Umuh Muchtar menilai performa pemain muda belum sesuai harapan. Begitu juga dengan duo marquee player Michael Essien dan Carlton Cole. Namun Umuh memaklumi Essien dan Cole masih butuh adaptasi, dan mengembalikan kebugaran.

“Pemain muda masih belum maksimal, masih jauh. Untuk Essien dan Carlton Cole juga masih belum siap secara fisik. Mereka masih kelelahan saya lihat. Mereka masih adaptasi dengan tim,” ujar Umuh dilansir laman resmi klub.

“Masih ada waktu. Harus dimaksimalkan sebaik mungkin. Saya yakin nanti tim sudah siap menghadapi liga.”

SIMAK JUGA: Trio Anyar Persib Dijejali Menu Latihan Fisik

Di sisi lain, pelatih Persika Suimin Diharja menilai anak asuhnya terlalu silau dengan nama besar Persib. Menurutnya, skema permainan yang selama ini diterapkan tidak berjalan.

“Harus ada psikolog, karena saya lihat anak-anak kalah sebelum bertanding. Skema yang dilatih hilang. Nama Persib masih terlalu besar. Tadi terlihat agak nervous. Ada banyak pelajaran yang bisa diambil di sini, terutana di posisi gelandang, masih kurang kreativitas,” terangnya. (gk-68)