Pelatih Bhayangkara FC Tak Ingin 'Marquee Player' Tak Sekadar Nama Besar

McMenemy ingin marquee player tersebut dapat menyatu dengan tim yang dilatihnya.


OLEH   MUHAMMAD RIDWAN


Sejumlah klub sudah mendatangkan marquee player untuk memperkuat timnya di Liga 1. Namun, pelatih Bhayangkara FC Simon McMenemeny, mengatakan kalau keputusan tersebut belum tentu yang terbaik buat sepakbola Indonesia.

Sejauh ini ada tujuh klub yang sudah memiliki marquee player. Mereka adalah Borneo FC (Shane Smeltz), Madura United FC (Peter Odemwingie), Persela Lamongan (Jose Coelho), Persib Bandung (Michael Essien), Persiba Balikpapan (Anmar Almubarakki), PSM Makassar (Wiljan Pluim), dan Mitra Kukar (Mohammed Sissoko).

SIMAK JUGA: PSSI Tak Beri Kelonggaran Buat Bhayangkara FC

Sementara Bhayangkara FC belum mendaratkan marquee player. Beredar kabar dalam waktu dekat ini klub yang bermarkas di Stadion Patriot Chandrabhaga tersebut bakal mengenal pemain kelas dunia ke hadapan publik.

“Saya tidak yakin 100 persen sistem marquee player adalah sistem yang terbaik untuk sepakbola Indonesia. Bagi Bhayangkara, pertanyaannya bukan siapa marquee player yang akan datang, tapi apakah kami membutuhkannya?” kata McMenemy.

“Saya tidak menginginkan pemain yang mengandalkan nama besar, tapi yang bisa menyatu dengan tim dan membantu tim berkembang seperti meningkatkan kualitas pemain muda yang kami miliki,” tambahnya.

SIMAK JUGA: Bhayangkara FC Bertekad Raih Poin Penuh

Saat didesak wartawan untuk memberi petunjuk terkait identitas marquee player yang sedang diincar Bhayangkara, McMenemy hanya menjawab singkat. “Dia pernah bermain untuk Arsenal,” tuturnya.

Bhayangkara FC bakal memainkan laga perdananya pada Liga 1 melawan Perseru Serui di Stadion Patriot, Kamis (20/4). Dalam laga tersebut mereka terancam kehilangan tiga pemainnya yakni Evan Dimas, Putu Gede Juni Antara dan Dendy Sulistyawan karena dipanggil timnas Indonesia U-22.