Minim Gol, Satu-Satunya Penyesalan Philipp Lahm

Setelah menyegel gelar terakhirnya sebelum gantung sepatu, kapten Die Roten ini merefleksikan kariernya.


OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter


Philipp Lahm mampu menutup kariernya dengan sebuah gelar pamungkas, yakni Bundesliga Jerman, yang didapat setelah Bayern Munich menang telak 6-0 atas Wolfsburg, Sabtu (30/4).

Kemenangan itu membuat perolehan poin Bayern di puncak klasemen Bundesliga sudah tidak terkejar oleh RB Leipzig meski musim masih menyisakan tiga partai. Itu adalah gelar ke-21 yang diraih Lahm di sepanjang kariernya dan menjadi gelar terakhirnya sebelum pensiun pada akhir musim ini.

SIMAK JUGA: Bayern Juara Dengan Pesta Enam Gol

Meski demikian, Lahm mengaku masih punya sedikit penyesalan, yakni catatan golnya yang minim. Semasa berkarier di level klub dan timnas, sang full-back telah mencatatkan lebih dari 750 penampilan dengan total 27 gol. Namun, ia masih kurang puas dengan jumlah gol itu.

“Delapan trofi Bundesliga, 21 gelar. Oke, itu adalah hal yang bagus. Tapi, berapa jumlah gol saya? Seharusnya bisa lebih baik lagi,” kata Lahm seusai memimpin Bayern menggilas Wolfsburg.

Philipp Lahm, Bayern Wolfsburg, 29042017

“Memenangi Bundesliga bukanlah sesuatu yang mudah. Saya harus menikmati pekan-pekan terakhir saya di klub. Di laga terakhir [melawan Freiburg], akan ada penghormatan untuk saya. Banyak orang akan datang ke stadion, termasuk keluarga dan teman saya.”

“Ada banyak hal yang berkesan dalam karier saya. Titel Bundesliga pertama saya, misalnya, adalah gelar yang tidak akan pernah saya lupakan. Tetapi yang paling spesial selama ini adalah bisa bekerjasama dengan rekan setim, pelatih, dan mentor,” jelasnya.  

Lahm juga menegaskan bahwa ia tidak menyesal dengan keputusan pensiun dini yang diambilnya di usia 33 tahun. “Saya bisa merasakannya, saat latihan dan saat bertanding. Ini adalah keputusan yang tepat,” imbuhnya.