Luis Milla Beberkan Kekurangan Sepakbola Indonesia

Milla menyoroti dua hal utama yang menjadi kekurangan sepakbola Indonesia. Apa saja?


OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN


Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-22 Luis Milla Aspas membeberkan kekurangan sepakbola Indonesia, setelah berada di Indonesia sekitar dua bulan. Menurutnya, ada dua hal utama yang harus segera dibenahi agar sepakbola Indonesia semakin berkembang.

“Pertama, di Indonesia masih kurang dalam hal struktur kompetisi yang bagus dan berkesinambungan, mulai dari usia muda hingga senior. Sangat penting bagi pemain mulai bermain sejak usia muda dan dilatih oleh pelatih yang bagus,” kata Milla, dalam acara bertajuk A Night With The Manager yang digelar di Hotel Yasmin, Karawaci, Jumat (31/3) malam.

Milla mengungkapkan program untuk pemain usia muda harus bisa diterapkan secara tepat sesuai dengan kategori usia si pemain. Untuk usia 5-12 tahun, yang ditanamkan lebih dulu adalah bermain sepakbola yang menyenangkan serta kreativitas. Untuk usia 12-15 tahun, mulai diajarkan taktik sepakbola.

SIMAK JUGA: Antisipasi PSSI Bila Timnas Indonesia U-22 Batal Main Di ISG 2017

“Memasuki usia 15-17 tahun, sudah masuk tahap pematangan menghadapi situasi dalam menyerang maupun bertahan. Sehingga ketika memasuki usia 18 tahun, sudah siap menjadi pemain profesional. Yang terpenting, pelatih bisa membantu anak-anak untuk menjadi pesepakbola hebat,” jelasnya. 

SIMAK JUGA: Permintaan Khusus Timnas U-22 Untuk Di Spanyol

Lebih lanjut, pelatih asal Spanyol itu mengungkapkan penting bagi para pemain Indonesia memiliki kemauan untuk perubahan dan ingin terus menang. “Jadi istilahnya lapar untuk menang. Saya melihat hal itu di para pemain timnas U-22,” tambah eks penggawa Barcelona itu.

Di samping itu, hal kedua yang paling disorotinya adalah masalah infrastruktur sepakbola yang ada di Indonesia, terutama terkait lapangan yang sesuai standar. “Ini yang sering saya diskusikan dengan PSSI. Karena dengan adanya lapangan yang bagus, para pemain juga bisa bermain dengan bagus,” tuturnya.