Jurgen Klopp Cemaskan Kondisi Borussia Dortmund

Klopp turut prihatin dengan peristiwa ledakan yang menimpa bis tim Borussia Dortmund, jelang laga Liga Champions kontra Monaco.


OLEH   DEWI AGRENIAWATI


Jurgen Klopp merasa bangga dengan respons Borussia Dortmund setelah terjadi ledakan yang menyerang bus tim jelang pertemuan dengan Monaco di babak perempat-final Liga Champions. 

Para pemain dan staf Dortmund diguncang tiga ledakan saat bus yang mengangkut mereka keluar dari hotel menuju Signal Iduna Park. Marc Bartra bahkan harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi pada retak pergelangan tangan sementara pertandingan harus dijadwal ulang menjadi Kamis (13/4) dini hari WIB. 

Klopp, yang dua kali menyabet titel Bundesliga dan menjadi runner-up Liga Champions 2012/13 selama tujuh tahun membesut Dortmund, mengaku sempat mencemaskan kondisi bekas timnya tersebut. 

SIMAK JUGA: UEFA Bantah Dortmund Dan Monaco Enggan Bermain

“Semua orang dapat membayangkan ini momen sulit untuk saya karena saya tidak tahu seberapa sering saya di hotel tim dengan Dortmund. Saya sangat tahu jalan itu. Banyak teman saya di bis. Saya sangat khawatir, takut dengan kondisi mereka,” kata Klopp, yang kini menukangi Liverpool.

“Di momen pertama kelihatannya agak melegakan dan tidak terlalu serius, lalu makin banyak info yang Anda dapat makin serius  dan itu benar-benar sulit. 

“Saya memiliki kontak dengan orang-orang, tapi saya tidak mau mengganggu mereka dengan pertanyaan konyol saya. Saya menunggu seperti informasi lebih seperti yang lainnya. Hal terakhir yang saya pikir dalam momen ini adalah pertandingan. 

“Saya menonton laga kemarin dan saya dapat mengerti 100 persen, bagaimana sulitnya menemukan tanggal lain di tengah jadwal padat ini. Tapi tentu saja, saya pikir semua orang akan memahami jika kami mengatakan oke, kami tidak memainkannya. 

“Saya menonton pertandingannya dan sangat bangga dengan Dortmund. Mereka menciptakan atmosfer ini, tapi mereka berusaha yang terbaik dan usai laga saya melihat wajah pemain dan saya melihat keterkejutan di mata mereka dan itu sangat sulit.”