Jamie Vardy Hampir Pensiun Dini Dari Sepakbola Demi Karier Sebagai “Pemandu Pesta”

Penyerang Leicester City, Jamie Vardy, rupanya pernah mengalami frustasi soal kariernya di lapangan hijau dan berniat alih profesi sebagai pemandu pesta (party rep) di Ibiza. Beruntung manajer klub Craig Shakespeare berhasil meyakinkannya untuk tetap bermain sepakbola hingga kini.

Sebelum bergabung dan sukses menjuarai Premier League bersama Leicester, Vardy tercatat hanya bermain di liga amatir dan semi-amatir Inggris yang sering juga disebut Sunday Football League. Ia bahkan masih harus bekerja serabutan di pabrik-pabrik untuk menambah uang sakunya yang tidak seberapa dari menggiring si kulit bundar.

Kariernya kemudian menanjak saat dikontrak oleh klub profesional Fleetwood Town yang berkompetisi di League One, tiga level di bawah Premier League, pada 2011 lalu. Vardy rupanya tidak bertahan lama disana karena Leicester yang kala itu bertanding di Championship membelinya dengan banderol tinggi satu juta Euro. Sebuah harga yang mahal untuk pemain yang bahkan belum pernah mengecap kasta teratas sepakbola Inggris.

Akan tetapi awal kisahnya bersama The Foxes tidak berjalan mulus. Striker yang kini berumur 30 tahun itu hanya bikin lima gol saja dari 29 laga. Ini kemudian memicu niatnya untuk berhenti dari sepakbola dan banting setir menjadi pemandu wisata di pulau Ibiza, Spanyol. Beruntung para staf kepelatihan meyakinkannya untuk tetap bertahan.

“Aku ingat situasi itu dengan sanagt baik. Pada saat Jamie sedang tidak dalam bentuk terbaik dan Nigel (Pearson, pelatih Leicester kala itu) dan Steve (Walsh) meyakinkannya jika ia punya kualitas,” sebut Shakespeare yang juga dulu bertugas sebagai asisten pelatih pada Sky Sports.

“Kami bilang padanya bahwa ia tidak cuma pantas main di Premier League, namun juga tim nasional. Untungnya ia tidak jadi pergi ke Ibiza dan bagusnya lagiu ia bisa melakukan yang kami katakan. Sudah tugas kami untuk mendukung pemain karena terkadang mereka juga bisa minder.” tambah pelatih pertama asal Inggris yang punya rekor 100% kemenangan di empat laga pertamanya ini.

Meski belum setajam musim kemarin dimana ia bikinlebih dari 20 gol, Vardy perlahan bangkit kembali usai ditangani Shakespeare. Empat dari sembilan golnya di EPL tercipta di empat partai terakhir. Ia juga bikin satu gol saat membela Inggris di ajang internasional. (Squawka)